Randi Julian Miranda, Pemuda Kalteng yang Sukses Dirikan Brand Bidang Fashion dan Produk Agrikultur HANDEP

Senin, 28 September 2020
Bagikan:
Besarnya potensi alam khas Kalimantan Tengah membuat Randi Julian Miranda berani untuk membangun social enterprise dengan mendirikan sebuah brand yang diberi nama HANDEP (Handmade Ethical Product) tahun 2018. HANDEP merupakan sebuah merk lokal yang berger
Besarnya potensi alam khas Kalimantan Tengah membuat Randi Julian Miranda berani untuk membangun social enterprise dengan mendirikan sebuah brand yang diberi nama HANDEP (Handmade Ethical Product) tahun 2018. HANDEP merupakan sebuah merk lokal yang berger

Jakarta: Besarnya potensi alam khas Kalimantan Tengah membuat Randi Julian Miranda berani untuk membangun social enterprise dengan mendirikan sebuah brand yang diberi nama HANDEP (Handmade Ethical Product) tahun 2018. HANDEP merupakan sebuah merk lokal yang bergerak di bidang fashion dan produk agrikultur. 

 

Randi yang juga seorang awardee beasiswa Australia Awards jurusan environmental studies dan pembangunan berkelanjutan ini memanfaatkan bahan dari alam dan pengerjaan yang ramah lingkungan dengan menggali besarnya jumlah sumber daya rotan di Kalimantan Tengah. 

 

Dengan mendirikan HANDEP, ada tiga hal yang berusaha diwujudkan oleh Randi. Pertama, pemberdayaan masyarakat (khususnya perempuan) lokal agar memiliki ekonomi yang stabil. Masyarakat yang dimaksud ialah para petani dan pengayam rotan. Kedua, lewat sustainable fashion ia ingin membantu pelestarian hutan dan menjaga lingkungan. Terakhir, ialah untuk menjaga kelestarian budaya.

 

Kehadiran Handep sendiri sudah menunjukkan dampak yang positif. Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, memiliki tradisi menganyam rotan dengan motif tribal Dayak yang khas. Potensi ini yang dicoba kembangkan dan dikemas oleh Randi lewat pemberdayaan masyarakatnya.  

 

“Kami sudah bergerak selama 2 tahun. Bicara soal tangible impact yang udah kita create, yaa yang pasti kita udah melakukan berbagai jenis pelatihan untuk capacity building masyarakat desa. Tentang disain, quality control, pengelolaan produk. Lalu, juga kita mengajarkan micro finance management untuk small enterprise dan keuangan keluarga.” jelas Randi.  

 

Pelatihan – pelatihan tersebut, membantu peningkatan kualitas individu para petani dan penganyam rotan. Disamping motif disain khas yang memang sangat unik, bersama Randi mereka mampu membuat anyaman rotan sebagai wearable art dengan sentuhan modern, dan memasarkannya sebagai produk fashion buatan tangan yang ramah lingkungan. 

 

Dampak lain yang mulai terasa yaitu peningkatan penghasilan. Dari survey internal yang dilakukan oleh HANDEP, tercatat peningkatan pemasukan rata – rata sebanyak 80% untuk mereka yang benar – benar menggeluti pengelolaan rotan sebagai mata pencaharian. Angka ini dapat diraih meskipun, mereka tidak melakukan produksi masal dan memiliki segmentasi pasar yang cukup spesifik. 

 

Lewat HANDEP, Randi juga mencoba menanamkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan lingkungan. Karena, sumber daya yang diambil dari alam adalah sumber mata pencaharian masyarakat itu sendiri. Ia rutin melakukan penghijauan dan penanaman pohon di hutan desa bersama para pekerja. Pohon – pohon ini, akan menjadi tempat hidup untuk tumbuhan rotan. Reforestasi tentu akan menjaga keberlanjutan siklus tersebut, sehingga masyarakat tidak akan pernah kehabisan sumber daya. 

 

Brand lokal yang digawangi Randi itu, sudah memiliki sekitar 200 orang pekerja, masyarakat asli Kalimantan. Handep juga memiliki produk yang sudah cukup dikenal baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk menjaga eksistensi, selama masa pandemi mereka juga melakukan digitalisasi pemasaran serta trunk show untuk memerkan produk kepada konsumen. 

 

Harapan Randi, semoga lebih banyak anak muda Indonesia bekerja untuk kepentingan sosial, lingkungan dan budaya. “ Saran aku, anak – anak muda Indonesia berkaryalah dan jangan terlalu mementingkan uang. Memang kita butuh profit, tapi sebisa mungkin upayakan ada hal – hal positif yang bisa kita berikan kepada sekitar” tutup Randi. (sin)

Presiden Prabowo Subianto menilai pembangunan manusia menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dalam upaya menyiapkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu berprestasi. (dok. Istimewa)
Jumat, 14 Agustus 2026

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Aspek Kepemudaan dan Keolahragaan Jadi Bagian Penting Pembangunan Generasi Muda Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menilai pembangunan manusia menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dalam upaya menyiapkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu berprestasi.

Bulan Agustus ini, suasana di lingkungan kantor Kemenpora terlihat lebih meriah, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. (foto: dok/Kemenpora)
Kamis, 13 Agustus 2026

Serunya Agustusan di Kemenpora, dari Ajang Adu Ketangkasan untuk Pererat Silaturahmi

Bulan Agustus ini, suasana di lingkungan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terlihat lebih meriah, nampak Gedung Graha Pemuda dihiasi dan dipercantik dengan menambahkan ornamen besar berwarna merah-putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia

Antusiasme masyarakat untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui ajang Merdeka Run mendapat sambutan luar biasa.(foto:dok/kemenpora.go.id)
Rabu, 12 Agustus 2026

Tiket Merdeka Run Ludes dalam Dua Jam, Masyarakat Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

Antusiasme masyarakat untuk ambil bagian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui ajang Merdeka Run mendapat sambutan luar biasa. Tiket untuk mengikuti ajang lari yang akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 tersebut habis terjual hanya dalam waktu dua jam sejak pendaftaran resmi dibuka pada Selasa (12/8) pukul 17.00 WIB.

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari (foto: FPTI)
Rabu, 29 Juli 2026

Beasiswa LPDP untuk Olahragawan, Puji Lestari: Seimbangkan Prestasi dan Pendidikan sebagai Senjata Utama Masa Depan

Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

Menpora Erick Thohir Bahas Dukungan DKI Jakarta untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Senin, 10 Agustus 2026

Menpora Erick Thohir Bahas Dukungan DKI Jakarta untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dukungan konkret Pemprov DKI Jakarta menunjukkan bahwa kesuksesan FIFA ASEAN Cup 2026 membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, PSSI, dan masyarakat. Kesiapan fasilitas serta dukungan promosi menjadi modal penting untuk menghadirkan turnamen yang sukses sekaligus membangun antusiasme publik terhadap perjuangan Timnas Indonesia.

Menpora Erick Thohir Pimpin Koordinasi Lintas K/L untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Senin, 10 Agustus 2026

Menpora Erick Thohir Pimpin Koordinasi Lintas K/L untuk FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah event olahraga internasional sekaligus mendorong ekosistem industri dan pariwisata olahraga. Dukungan pemerintah dan sinergi lintas lembaga menjadi modal penting agar ajang ini sukses dan meninggalkan dampak positif bagi generasi muda.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81