Beasiswa LPDP untuk Olahragawan, Puji Lestari: Seimbangkan Prestasi dan Pendidikan sebagai Senjata Utama Masa Depan

Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Rabu, 29 Juli 2026
: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari (foto: FPTI)

Jakarta: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Tahap II (dua) Tahun 2026.

Program kerja sama ini ditujukan bagi atlet aktif, mantan atlet berprestasi, dan tenaga keolahragaan untuk melanjutkan studi jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3). Beasiswa keolahragaan ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi insan olahraga di tanah air.

"Saya sangat merasa terhormat dan bersyukur menerima penghargaan beasiswa LPDP melalui jalur atlet berprestasi. Dengan adanya beasiswa LPDP ini merupakan bentuk nyata pemerintah dalam mendukung prestasi atlet-atlet Indonesia," ujarnya saat berbincang di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Puji menyampaikan, dirinya mengenal panjat tebing sejak dibangku sekolah menengah atas (SMA) dan melanjutkan menekuni di bangku kuliah.

"Saat ini saya sebagai ASN olahraga sekaligus sebagai pelatih panjat tebing DKI Jakarta. Sepanjang perjalanan karier saya, saya telah mendedikasikan waktu dan tenaga saya untuk mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional," paparnya.

Putri kelahiran Jakarta 15 Juni ini merasa bangga mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia dikancah dunia. Kehangatan yang tercipta di dalam tim panjat tebing menjadi boster tersendiri dalam meraih prestasi.

Pada Asian Games 2018, Puji mencatat sejarah dengan meraih medali perak nomor speed putri, sekaligus memastikan terciptanya all-Indonesian final yang mengunci emas untuk Merah Putih. Bersama tim nasional, ia juga turut mempersembahkan medali emas nomor speed relay putri untuk Indonesia.

"Saya mengenal panjat tebing dari mulai SMA kelas tiga dan mulai menggeluti secara benar-benar di bangku kuliah. Hal yang paling menyenangkan dalam proses latihan yang saya jalani selama saya menjadi atlet yaitu, saya bisa menaklukkan kemampuan batas diri saya sendiri. Ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa melampaui batas waktu saya dari waktu sebelumnya yang saya miliki," urainya.

"Saya juga merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama timnas panjat tebing mulai dari pelatih, rekan-rekan atlet dan tim pendukung serta setiap tetes keringat yang kita jatuhkan itu sangat berarti sekali. Perasaannya sangat senang sekali mungkin tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sangat bersyukur sekali karena disitu kita bisa memberikan kebahagian untuk bangsa Indonesia," imbuhnya.

"Kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu bersaing di kancah internasional. Karena menurut saya medali emas itu bukti nyata dari dedikasi dan dukungan selama ini," tegasnya.

Sektor pendidikan lanjutnya, menjadi bagian penting bagi seorang atlet. Pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih jauh.

"Kenapa saya bilang pendidikan sangat penting jadi kalau olahraga itu nafas saya, pendidikan itu fondasinya. Jadi, kalau olahraga itu masa produktifnya sangat terbatas sementara pendidikan itu investasi jangka panjang yang akan menemani saya seumur hidup saya," ucapnya.

"Dengan adanya beasiswa ini mengurangi beban saya khususnya dalam menangani biaya-biaya yang ada di perkuliahan sehingga saya bisa fokus untuk akademiknya. Untuk teman-teman atlet muda di Indonesia jangan merasa puas dengan prestasi yang kalian dimiliki, ingat pendidikan adalah senjata utama untuk teman-teman di masa depan. Jadi, seimbangkan antara prestasi dan pendidikan kalian," pesannya. (ben)

Bagikan:
Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Yolla Yuliana Bangga Ikut Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia untuk Memperkuat Rasa Cinta Tanah Air

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).

Menpora RI Erick Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Senin, 17 Agustus 2026

Menpora Erick Maknai HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Adalah Keberanian Mengibarkan Bendera Merah Putih di Pentas Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bersama istri, Elizabeth Tjandra Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Kemenpora RI terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 17 Agustus 2026

Kemenpora Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas di Cilacap

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 di Sindoro Hotel Cilacap by Conary, Kabupaten Cilacap.

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81