Beasiswa LPDP untuk Olahragawan, Puji Lestari: Seimbangkan Prestasi dan Pendidikan sebagai Senjata Utama Masa Depan
Jakarta: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Tahap II (dua) Tahun 2026.
Program kerja sama ini ditujukan bagi atlet aktif, mantan atlet berprestasi, dan tenaga keolahragaan untuk melanjutkan studi jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3). Beasiswa keolahragaan ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi insan olahraga di tanah air.
"Saya sangat merasa terhormat dan bersyukur menerima penghargaan beasiswa LPDP melalui jalur atlet berprestasi. Dengan adanya beasiswa LPDP ini merupakan bentuk nyata pemerintah dalam mendukung prestasi atlet-atlet Indonesia," ujarnya saat berbincang di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Puji menyampaikan, dirinya mengenal panjat tebing sejak dibangku sekolah menengah atas (SMA) dan melanjutkan menekuni di bangku kuliah.
"Saat ini saya sebagai ASN olahraga sekaligus sebagai pelatih panjat tebing DKI Jakarta. Sepanjang perjalanan karier saya, saya telah mendedikasikan waktu dan tenaga saya untuk mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional," paparnya.
Putri kelahiran Jakarta 15 Juni ini merasa bangga mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia dikancah dunia. Kehangatan yang tercipta di dalam tim panjat tebing menjadi boster tersendiri dalam meraih prestasi.
Pada Asian Games 2018, Puji mencatat sejarah dengan meraih medali perak nomor speed putri, sekaligus memastikan terciptanya all-Indonesian final yang mengunci emas untuk Merah Putih. Bersama tim nasional, ia juga turut mempersembahkan medali emas nomor speed relay putri untuk Indonesia.
"Saya mengenal panjat tebing dari mulai SMA kelas tiga dan mulai menggeluti secara benar-benar di bangku kuliah. Hal yang paling menyenangkan dalam proses latihan yang saya jalani selama saya menjadi atlet yaitu, saya bisa menaklukkan kemampuan batas diri saya sendiri. Ada kepuasan tersendiri ketika saya bisa melampaui batas waktu saya dari waktu sebelumnya yang saya miliki," urainya.
"Saya juga merasakan kehangatan dan kebersamaan bersama timnas panjat tebing mulai dari pelatih, rekan-rekan atlet dan tim pendukung serta setiap tetes keringat yang kita jatuhkan itu sangat berarti sekali. Perasaannya sangat senang sekali mungkin tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sangat bersyukur sekali karena disitu kita bisa memberikan kebahagian untuk bangsa Indonesia," imbuhnya.
"Kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia juga mampu bersaing di kancah internasional. Karena menurut saya medali emas itu bukti nyata dari dedikasi dan dukungan selama ini," tegasnya.
Sektor pendidikan lanjutnya, menjadi bagian penting bagi seorang atlet. Pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih jauh.
"Kenapa saya bilang pendidikan sangat penting jadi kalau olahraga itu nafas saya, pendidikan itu fondasinya. Jadi, kalau olahraga itu masa produktifnya sangat terbatas sementara pendidikan itu investasi jangka panjang yang akan menemani saya seumur hidup saya," ucapnya.
"Dengan adanya beasiswa ini mengurangi beban saya khususnya dalam menangani biaya-biaya yang ada di perkuliahan sehingga saya bisa fokus untuk akademiknya. Untuk teman-teman atlet muda di Indonesia jangan merasa puas dengan prestasi yang kalian dimiliki, ingat pendidikan adalah senjata utama untuk teman-teman di masa depan. Jadi, seimbangkan antara prestasi dan pendidikan kalian," pesannya. (ben)










