Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai
Rabu, 12 Agustus 2026
Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).

Depok: Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Namanya tak kunjung dipanggil ketika peserta seleksi dari Papua diminta melanjutkan tahapan menuju tingkat pusat.

Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Nabire itu bahkan sudah menyiapkan kata-kata yang akan disampaikan kepada orang tuanya. Ia mengira perjuangannya berhenti sampai di sana.

"Saya sempat merasa tidak akan lolos ke Paskibraka tingkat pusat. Waktu tahap dari provinsi ke tahap pusat semua peserta dipanggil putra maupun putri asli Papua, tapi saya tidak dipanggil. Bagi saya waktu itu, oh enggak apa-apa, enggak lolos tahap ini. Saya juga sudah siapkan kata-kata untuk orang tua," tuturnya.

Namun, cerita Gladys ternyata belum selesai. Ketika hampir menyerah, seorang kakak purna Paskibraka justru memanggilnya. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.

"Saya pikir tamat sudah cita-cita saya. Tapi saat mau menyerah, tiba-tiba kakak purna saya panggil saya dan akhirnya saya peserta terakhir yang diwawancara. Saya bersyukur, puji Tuhan bisa lolos hingga saat ini," sambung Gladys.

Dari situlah harapannya kembali terbuka. Kini, Gladys menjadi salah satu calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang di Istana Negara, Jakarta.

"Saya merupakan perwakilan pertama dari keluarga saya yang bisa lolos hingga Paskibraka tingkat pusat. Kebetulan kakak saya adalah Capaskur (calon paskibraka yang gugur), jadi ini adalah anugerah dan hasil kerja keras serta doa yang tak pernah putus," ujar Gladys saat berbincang usai latihan Paskibraka di PPSDM Kemedikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (10/8).

Gladys resmi diumumkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai salah satu dari 76 putra-putri terbaik bangsa yang mewakili 38 provinsi di Indonesia untuk bertugas dalam rangkaian upacara kenegaraan.

Perjalanan menuju posisi tersebut tidak singkat. Gladys harus melewati seleksi mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga akhirnya lolos ke tingkat nasional yang diumumkan BPIP pada Juni 2026. Bagi putri kedua dari empat bersaudara itu, setiap tahapan yang dilaluinya merupakan anugerah sekaligus bagian dari perjuangan untuk mewujudkan cita-cita.

Jauh sebelum mengenal dunia Paskibraka, Gladys memiliki hobi memasak dan menari. Ia juga mempelajari tari Yospan di sebuah sanggar di Papua. Tari Yospan yang dipelajarinya memiliki makna tentang kekompakan masyarakat Papua, keberagaman, serta bentuk kasih sayang masyarakat.

Seiring waktu, ketertarikannya terhadap gerak jalan mulai tumbuh. Saat duduk di bangku SMP, keinginan Gladys untuk menjadi Paskibraka semakin kuat. Salah satu yang memotivasinya adalah melihat para purna Paskibraka dari sekolahnya yang mendapat sambutan setelah kembali dari bertugas.

"Saya kecil hobi menari, tapi saat SMP sudah ingin jadi Paskibraka, jadi suka ikut gerak jalan. Kakak purna saya yang dari SMA seperti disambut dari sekolah dan itu memotivasi saya bahwa tahun depan saya juga harus jadi Paskibraka dan puji Tuhan sekarang saya lolos," kata Gladys.

Menurutnya, para purna Paskibraka juga menunjukkan nilai kepemimpinan yang tinggi. Hal itu membuatnya ingin mengikuti jejak mereka. "Jadi kakak-kakak purna itu saya lihat nilai kepemimpinannya sangat tinggi, jadi saya ingin jadi seperti itu," ujarnya.

Menjadi Paskibraka Nasional juga membawa Gladys pada pengalaman baru. Untuk pertama kalinya, ia datang ke Jakarta seumur hidupnya, setelah menempuh perjalanan udara sekitar enam jam dari Papua. Di Jakarta, ia harus menjalani latihan bersama peserta lain dari 38 provinsi. Lingkungan dan pola latihan yang berbeda dari yang ia jalani di Papua sempat membuatnya terkejut.

"Saya merasa sangat bersyukur mendapat banyak pengalaman dan ilmu yang berbeda dengan di Papua. Dan ini pertama kali saya ke Jakarta setelah menempuh perjalanan udara sekitar 6 jam," katanya.

Meski demikian, latihan demi latihan yang dijalani secara konsisten mulai membuahkan hasil. Gladys pun semakin terbiasa dengan kehidupan dan lingkungan barunya. Pertemuan dengan teman-teman dari berbagai daerah menjadi pengalaman lain yang ia syukuri. Meski sempat mengalami homesick dan merindukan ibunya, Gladys perlahan mampu beradaptasi.

"Bertemu dengan teman-teman baru dari 38 provinsi itu sangat seru dan juga perlu penyesuaian karena kan kita berbeda-beda dan masih homesick, masih rindu mama. Tapi mulai minggu kedua sampai sekarang sudah terbiasa," tuturnya.

Gladys juga bersyukur karena orang tuanya nanti akan diundang menyaksikan tugas Paskibraka. Bagi Gladys, menjadi Paskibraka bukan hanya soal menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami lebih dalam arti nasionalisme.

"Bagi saya nasionalisme adalah kebersamaan, kekompakan dan keadilan," katanya.

Nilai-nilai tersebut pula yang ingin dibawanya pulang ke Papua setelah seluruh rangkaian tugasnya sebagai Paskibraka Tingkat Pusat selesai. Gladys ingin menerapkan kedisiplinan, kebersamaan, keteladanan, dan keadilan kepada adik-adik serta generasi muda di Papua.

"Jadi nanti saya setelah dari sini kembali ke Papua saya ingin menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, nilai kebersamaan, keteladanan dan keadilan untuk adik-adik penerus anak-anak muda di Papua nanti," ujarnya.

Perjalanan Gladys menjadi Calon Paskibraka Tingkat Pusat akhirnya bukan sekadar tentang berhasil melewati seleksi. Di balik seragam dan tugas yang akan dijalankannya di Istana Negara, ada perjuangan seorang remaja dari Nabire yang sempat merasa gagal, hampir menyerah, tetapi memilih kembali percaya pada doa dan usaha. Pesan kedua orang tuanya pun terus ia pegang.

"Terakhir pesan mama dan papa adalah berusaha dan berdoa karena apapun usaha yang kita lakukan tanpa doa tidak akan ada artinya. Jadi berdoa dan berusaha harus berjalan seiringan supaya mendapatkan hasil yang baik. Apapun yang akan saya lakukan, mama pesan harus dimulai dengan berdoa," pungkasnya. (ben/uc)

Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hari Selasa (11/8) siang menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan rombongan di Media Center, Kemenpora, Jakarta. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Selasa, 11 Agustus 2026

Perkuat Pembinaan Atlet Muda dan Pemuda, Kemenpora Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Australia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia di bidang kepemudaan dan keolahragaan.

Ketua Umum PSSI ERick Thohir menghadiri acara konferensi pers peluncuran Indonesia Womens League 2026/2027 di kantor ILeague, Menara Mandiri Lantai 19, Jakarta, Selasa (11/8) siang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Selasa, 11 Agustus 2026

Liga Putri Indonesia 2026 Bergulir Oktober, 6 Klub Siap Berebut Juara

Komitmen PSSI menggulirkan kompetisi sepak bola wanita akhirnya terwujud. Indonesia Women's League 2026/2027 resmi dijadwalkan kickoff pada 17 Oktober mendatang.

Kemenpora mengajak masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara yang sehat, aktif, dan penuh semangat melalui Merdeka Run 2026. (foto: dok/kemenpora)
Selasa, 11 Agustus 2026

Pendaftaran Merdeka Run Dibuka Rabu 12 Agustus 2026, Siap Lari 8K dari Istana Merdeka

Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) kembali mengajak masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara yang sehat, aktif, dan penuh semangat melalui Merdeka Run 2026.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

: Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari (foto: FPTI)
Rabu, 29 Juli 2026

Beasiswa LPDP untuk Olahragawan, Puji Lestari: Seimbangkan Prestasi dan Pendidikan sebagai Senjata Utama Masa Depan

Atlet timnas panjat tebing peraih medali emas Asian Games 2018, Puji Lestari, merasa bersyukur dirinya menerima Beasiswa LPDP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Aisha Putri Safrianty seorang mahasiswa berprestasi dari Universitas Indonesia (UI) yang aktif di berbagai forum kepemudaan baik nasional maupun internasional.
Selasa, 28 Juli 2026

Kenalan dengan Aisha Putri Safrianty, Menjadi Inspirasi Memberi Semangat dan Dampak Nyata Literasi untuk Anak Negeri

Aisha Putri Safrianty adalah seorang mahasiswa berprestasi dari Universitas Indonesia (UI) yang aktif di berbagai forum kepemudaan baik nasional maupun internasional. Ia juga peneliti muda dan aktivis hak-hak anak

Menpora Erick Thohir Bahas Dukungan DKI Jakarta untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Senin, 10 Agustus 2026

Menpora Erick Thohir Bahas Dukungan DKI Jakarta untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dukungan konkret Pemprov DKI Jakarta menunjukkan bahwa kesuksesan FIFA ASEAN Cup 2026 membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, PSSI, dan masyarakat. Kesiapan fasilitas serta dukungan promosi menjadi modal penting untuk menghadirkan turnamen yang sukses sekaligus membangun antusiasme publik terhadap perjuangan Timnas Indonesia.

Menpora Erick Thohir Pimpin Koordinasi Lintas K/L untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Senin, 10 Agustus 2026

Menpora Erick Thohir Pimpin Koordinasi Lintas K/L untuk FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah event olahraga internasional sekaligus mendorong ekosistem industri dan pariwisata olahraga. Dukungan pemerintah dan sinergi lintas lembaga menjadi modal penting agar ajang ini sukses dan meninggalkan dampak positif bagi generasi muda.

DWP Kemenpora Gelar Bakti Sosial Donor Darah Sambut HUT ke-81 RI RI
Rabu, 05 Agustus 2026

DWP Kemenpora Gelar Bakti Sosial Donor Darah Sambut HUT ke-81 RI RI

Bakti sosial donor darah yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus mengajak seluruh keluarga besar Kemenpora untuk berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat melalui aksi kemanusiaan.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81