Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Purna Bhakti, Ini Pesan Menpora Amali kepada Pegawai Kemenpora

Rabu, 18 Agustus 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menganugerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Purna Bhakti kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (16/8) sia
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menganugerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Purna Bhakti kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (16/8) sia

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menganugerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Purna Bhakti kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (16/8) siang. Kegiatan ini dilakukan secara virtual sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan mengingat masih dalam situasi pandemi covid-19.

Penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya dan Purna Bhakti kepada PNS di lingkungan Kemenpora ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo bernomor 84/TK/2021 tentang penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.

Dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya baik yang sudah mengabdi 10 tahun, 20 tahun atau 30 tahun dan yang Purna Bhakti karena telah melalui perjalanan karir yang panjang sebagai PNS. 

Menurut Menpora Amali, hal itu harus disyukuri karena hal itu menujukan bahwa mereka berada di koridor dan jalur birokrasi yang benar. Sebab tidak sedikit juga orang yang tidak bisa mencapai 30 tahun, 20 tahun bahkan 10 tahun berkarir sebagai PNS diakibatkan berbagai halangan.

“Oleh karena itu, kita perlu disyukuri, bapak dan ibu perlu mensyukuri pada Tuhan Yang Maha Kuas,a Allah SWT bahwa sampai dengan hari ini bapak dan ibu masih bisa mendarmabaktikan karya-karya terbaiknya sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini dengan sebaik-baiknya, dengan perangkat perjalanan karir. Insya Allah tanpa cacat,” kata Menpora Amali.

Menpora Amali menilai menjalani karir sebagai PNS hingga mencapai 30 tahun tentu telah melewati suka, duka dan berbagai dinamika. Dan bahkan berpindah-pindah unit atau tempat aktivitas selama di Kemenpora ini. Namun, menurutnya, hal itulah yang menjadi hakekat sebagai abdi negara dan pegawai negeri sipil.

Dengan demikian, Menpora Amali berharap pemberian Satyalancana ini bukan hanya sekedar benda yang disematkan di dada kiri penerimanya. Namun sekaligus menjadi kebanggaan dan menjadi kewaspadaan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai birokrat 

“Tentu ada panduan-panduan yang sudah menjadi arahan untuk melaksanakan kegiatan di tempatnya masing-masing. Saya berharap itu dijadikan pedoman dan secara terus menerus selalu diingat tugas-tugas sebagai pegawai negeri sipil,” pesannya.

Disisi lain, dia menghimbau kepada para pegawai Kemnpora tersebut untuk selalu mengupgrade diri, sehingga bekerja berprilaku dan betindak sesuai kaidah dan norma aparatur sipil negara. 

“Mudah-mudahan bapak dan ibu selalu mengingat apa yang saya pesankan ini. Insya Allah kalau kita berjalan di koridor itu, maka kita akan selamat sampai ke akhir pengabdian,” harapnya.

Akhirnya, Menpora Amali mengucapkan selamat para PNS yang mendapatkan Satyalancana dengan pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dan juga kepada PNS yang sudah Purna Bhakti.

“Terimakasih atas pengabdiannya selama ini, terimakasih atas dedikasinya selama ini dan terimakasih atas segala kebaikan yang sudah diberikan dan sudah berkontribusi positif terhadap eksistensi Kementerian Pemuda dan Olahraga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Satyalancana Karya Satya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 tahuan, 20 tahun atau 30 tahun lebih dan mereka secara terus-menerus menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi pegawai lainnya.

Adapun PNS yang mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya tahun 2021 ini sebanyak berjumlah 148 dengan rincian Satyalancana dengan masa bakti 30 tahun berjumlah 12 orang, masa bakti 20 tahun sebanyak 7 orang dan masa bakti 10 tahun sebanyak 129 orang.

Sementara itu, untuk PNS yang mendapat penghargaan Purna Bhakti atau yakni PNS yang memasuki masa pensiun sehingga penghargaan diberi atas kinerja dan dedikasinya selama masa kerjanya. PNS Kemenpora yang memasuki masa Purna Bhakti sebanyak 31 orang antara lain eselon II sebanyak 2 orang, eselon III berjumlah 10 orang serta eselon IV sebanyak 10 orang dan pelaksana 9 orang.(ded)

Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. (foto: dok/Kemenpora)
Kamis, 20 Agustus 2026

Tren Lari ke Peluang Industri, ISS 2026 Hadirkan Sport Industry Expo

Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. Pagi atau sore hari, ruang-ruang publik ramai dipenuhi orang yang berlari, baik sendiri maupun bersama komunitas.

Pelaksanaan lomba lari Merdeka Run 2026 tinggal 10 hari lagi. Para peserta pun diimbau untuk mulai mematangkan persiapan, termasuk menjaga kondisi tubuh dan mengatur strategi saat mengikuti perlombaan. (dok/)
Rabu, 19 Agustus 2026

Merdeka Run 2026 Tinggal 10 Hari Lagi, Matangkan Persiapanmu Runners

Pelaksanaan lomba lari Merdeka Run 2026 tinggal 10 hari lagi. Para peserta pun diimbau untuk mulai mematangkan persiapan, termasuk menjaga kondisi tubuh dan mengatur strategi saat mengikuti perlombaan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusulkan pemberian dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi individu dengan kemampuan istimewa yang dibutuhkan untuk kepentingan nasional, termasuk atlet. (dok/sekjen DPR)
Selasa, 18 Agustus 2026

Soroti Besarnya Potensi Diaspora Indonesia, Presiden Prabowo Ajukan Dwi Kewarganegaraan Bagi Atlet

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusulkan pemberian dwi kewarganegaraan secara terbatas bagi individu dengan kemampuan istimewa yang dibutuhkan untuk kepentingan nasional, termasuk atlet.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81