Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII
Jakarta: Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 menjadi ajang yang tidak hanya mempertemukan ribuan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia, tetapi juga menghadirkan banyak kisah inspiratif dari para peserta. Salah satunya datang dari Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas.
Jambore Nasional merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang diselenggarakan secara berkala oleh Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, kemandirian, persahabatan, serta pengembangan keterampilan peserta didik. Tahun ini, Jambore Nasional XII berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta berkebutuhan khusus.
Dalam rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII, para peserta juga mendapat kesempatan mengikuti kunjungan edukatif ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026. Setiap harinya, rombongan yang hadir berasal dari kelompok peserta yang berbeda, sehingga semakin banyak anggota Pramuka dapat merasakan pengalaman belajar dan berinteraksi langsung dengan berbagai fasilitas olahraga yang ada di lingkungan Kemenpora.
Bagi Latif, kunjungan ke Kemenpora menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti Jambore Nasional. Ia mengaku sangat senang karena dapat mencoba olahraga basket bersama Coach Cokorda, mantan atlet basket Tim Nasional pada ASEAN Basketball League yang beralih menjadi pelatih basket. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang menambah semangatnya untuk terus aktif berolahraga.
Tidak hanya aktif mengikuti kegiatan kunjungan, selama berada di perkemahan Jambore Nasional, Latif juga terlibat dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Ia bermain sepak bola di lapangan bersama peserta lain, membantu teman-temannya memasak di area perkemahan, hingga mencuci pakaian secara mandiri. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran kemandirian dan kerja sama yang menjadi nilai penting dalam Gerakan Pramuka.
Dibalik kesehariannya yang sederhana, Latif juga memiliki prestasi yang membanggakan. Pemuda yang memiliki hobi berlari ini pernah mewakili daerahnya dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Disabilitas cabang lomba menari tingkat nasional dan berhasil meraih Juara II. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Melalui pengalamannya, Latif turut menyampaikan pesan kepada pemuda berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan aktif berolahraga. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih mimpi selama mau berusaha dan tidak mudah menyerah.
Kisah Latif menjadi pengingat bahwa semangat, keberanian, dan tekad yang kuat mampu membuka berbagai peluang untuk berkembang. Melalui Jambore Nasional XII, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga menghadirkan inspirasi tentang pentingnya inklusivitas dan kesempatan yang setara bagi seluruh generasi muda Indonesia.(aul)










