Tren Lari ke Peluang Industri, ISS 2026 Hadirkan Sport Industry Expo

Kamis, 20 Agustus 2026
Bagikan:
Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. (foto: dok/Kemenpora)
Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. (foto: dok/Kemenpora)

Jakarta: Lari kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran saja. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini semakin lekat dengan keseharian masyarakat. Pagi atau sore hari, ruang-ruang publik ramai dipenuhi orang yang berlari, baik sendiri maupun bersama komunitas.

Lari menjadi salah satu olahraga yang mudah dilakukan. Tidak membutuhkan tempat khusus dan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Bagi sebagian orang, lari menjadi cara untuk menjaga tubuh tetap bugar. Bagi lainnya, lari menjadi aktivitas untuk melepas penat, bertemu teman, sekaligus menjadi bagian dari gaya hidup.

Fenomena ini kemudian ikut mendorong pertumbuhan industri olahraga. Semakin banyak orang berlari, semakin beragam pula kebutuhan yang muncul. Mulai dari sepatu, pakaian olahraga, hingga smartwatch dan perangkat wearable yang membantu mencatat jarak, waktu, serta perkembangan latihan.

Pertumbuhan komunitas dan event lari juga membuka peluang yang lebih luas. Dalam sebuah event lari, ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara, tenaga medis, penyedia perlengkapan, fotografer, hingga pelaku UMKM. Jika digelar di daerah, event olahraga bahkan dapat ikut menggerakkan sektor pariwisata melalui kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, dan kunjungan ke destinasi wisata.

Geliat tersebut menunjukkan bahwa olahraga memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar aktivitas fisik. Ketika semakin banyak masyarakat berolahraga, semakin besar pula ekosistem yang tumbuh di sekitarnya. Olahraga dapat membuka peluang usaha, lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif, komunitas, hingga pariwisata.

Semangat inilah yang turut dihadirkan dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 melalui Sport Industry Expo. Expo tersebut akan mempertemukan masyarakat dengan berbagai tenant di bidang olahraga yang menawarkan beragam produk dan kebutuhan untuk mendukung gaya hidup aktif.

Mulai dari apparel dan perlengkapan olahraga hingga smartwatch dan berbagai perangkat pendukung aktivitas olahraga, Sport Industry Expo menjadi ruang untuk melihat lebih dekat bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap olahraga ikut menciptakan peluang baru bagi industri.

Kehadiran Sport Industry Expo juga memperkuat pesan ISS 2026 bahwa olahraga tidak berhenti pada pertandingan dan prestasi. Di balik aktivitas olahraga yang semakin digemari masyarakat, terdapat ekosistem industri yang terus berkembang.

Dari tren lari yang tumbuh di tengah masyarakat, muncul peluang bagi pelaku usaha, komunitas, penyelenggara event, hingga berbagai sektor pendukung lainnya. Inilah wajah olahraga yang semakin berkembang: bukan hanya untuk bergerak dan menjadi bugar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus penggerak ekonomi.

Melalui ISS 2026, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat olahraga lebih luas—beyond the game—sebagai sebuah ekosistem dan industri yang memiliki potensi besar untuk terus tumbuh di Indonesia. (Irf/uc)

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

CFD Jalan Sudirman Bogor, Warga Bergerak Bersama Wujudkan Hidup Aktif dan Bugar

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif dan bugar.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026