Kemenpora Perkuat Tata Kelola Informasi Publik melalui Transformasi Digital
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan keterbukaan informasi publik. Upaya tersebut dibahas dalam Forum Keterbukaan Informasi Publik bertema “Transformasi Digital sebagai Penguat Tata Kelola Informasi” yang digelar secara hybrid dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Kemenpora RI. (3/9)
Forum tersebut dibuka oleh Sekretaris Kemenpora Suyadi Pawiro dan diikuti para pengelola informasi publik dari kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan wawasan mengenai tantangan sekaligus peluang transformasi digital dalam pengelolaan informasi publik.
Dalam sambutannya, Suyadi menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan semakin luasnya ruang informasi publik menuntut pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
“Transformasi digital akan terus kita kembangkan. Kita ingin melakukan integrasi data dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat melalui media yang kita miliki,” ujar Suyadi.
Menurutnya, keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui, memberikan masukan, serta turut mengawasi kebijakan pemerintah. Transformasi digital diharapkan dapat berjalan seiring dengan reformasi birokrasi sehingga pelayanan pemerintah semakin profesional dan responsif.
Forum menghadirkan Arman Fauzi dan Gunawan Suswantoro sebagai keynote speaker. Sementara Aditya Nuriya Sholikah, Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat, dan Fathul Ulum, praktisi bidang informasi publik, hadir sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Aditya menyoroti bahwa transformasi digital badan publik tidak cukup hanya dengan mengubah dokumen dan layanan manual menjadi digital. Lebih jauh, badan publik perlu membangun ekosistem informasi yang terintegrasi antarunit, menjadikan website resmi sebagai single source of truth, serta lebih proaktif dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pemanfaatan media sosial juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi, dengan tetap memastikan informasi resmi tersedia pada kanal utama badan publik. Di sisi lain, transformasi digital perlu disertai perhatian terhadap pelindungan data pribadi dan keamanan siber.
Melalui forum ini, Kemenpora mendorong pengelolaan informasi publik yang semakin terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Transformasi digital diharapkan tidak hanya mempercepat penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan penguatan tata kelola informasi berbasis digital, Kemenpora berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan informasi publik yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.(irf/uc)










