Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.
Rabu, 26 Agustus 2026
Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)

Jakarta:  Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Usai kuliah, menentukan arah karier bukan perkara mudah. Hal itu juga dirasakan Katelyn yang menjadi salah satu peserta Wirasena Youth Career Hub yang juga mengaku masih mencari tahu bidang yang paling sesuai dengan dirinya.

"Sebenarnya aku nggak terlalu yakin mau ke mana dan tujuannya mau ke mana. Jadi, yang aku harapkan setelah ikut program ini, aku jadi tahu bagaimana cara bikin CV dan pengetahuan aku bertambah tentang setelah lulus mau ke mana,” ujarnya usai berbincang di sela-sela acara Wirasena Youth Career Hub 2026 di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta (26/8).

Baginya, masa perkuliahan hingga semester akhir menjadi periode penting untuk mulai menentukan arah. Karena itu, berbagai materi dan pengalaman yang diperoleh selama Wirasena Youth Career Hub menjadi kesempatan untuk mengenali pilihan karier lebih jauh.

Dua hari mengikuti kegiatan tersebut mulai memberikan gambaran. Paparan dari sejumlah narasumber membuatnya perlahan berpikir tentang bidang yang ingin ditekuni setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu pilihan yang mulai menarik perhatiannya adalah bekerja di organisasi nonpemerintah atau lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pilihan itu muncul karena ia merasa memiliki ketertarikan untuk membantu orang lain.

"Aku orangnya suka membantu orang lain. Kalau bantu orang lain itu ada kepuasan sendiri. Jadi, kalau misalnya aku volunteer atau masuk United Nations, harapannya aku bisa membantu orang,” kata peserta perwakilan dari KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) ini.

Selain PBB, ia juga mempertimbangkan berkarier di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Baginya, pilihan tersebut mulai terbentuk setelah mendapatkan wawasan baru dari kegiatan Wirasena Youth Career Hub 2026 Kemenpora.

Di luar aktivitas perkuliahan, ia juga aktif berorganisasi dan bekerja. Di KMHDI, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Literasi dan Pengembangan di tingkat cabang Bogor. Tugasnya antara lain mencari informasi mengenai kebutuhan kader, menyusun materi literasi, hingga membahas isu-isu terkini yang berkaitan dengan organisasi maupun kondisi Indonesia.

"Di cabang aku dikasih kepercayaan untuk jadi ketua bidang literasi dan pengembangan. Kita bikin literasi atau mencari informasi tentang apa yang dibutuhkan kader, apa yang disukai kader, dan isu-isu terkini,” tutur mahasiswi Binus semester lima ini.

Pengalaman lain juga ia dapatkan melalui pekerjaannya di sebuah pura. Di sana terdapat sekolah agama yang berlangsung setiap Minggu. Ia dipercaya membantu bagian administrasi, mulai dari tata usaha hingga proses pendaftaran ulang siswa. Ia juga bekerja di Vision Plus, perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Beragam aktivitas tersebut menjadi bekal penting untuk mengenal dunia kerja sekaligus mengasah kemampuan dirinya.

Di tengah pencarian arah karier, ia mengaku tidak mendapatkan tekanan dari orang tua untuk memilih profesi tertentu. Justru, tekanan untuk memiliki masa depan yang baik datang dari dirinya sendiri.

Menurutnya, orang tua telah memberikan fasilitas dan dukungan yang cukup sehingga muncul keinginan untuk membalasnya dengan prestasi dan pilihan hidup yang membuat mereka bahagia.

"Orang tua aku nggak ada pressure (tekanan). Pressure itu datang dari diri aku sendiri. Aku sudah dikasih fasilitas dan dukungan yang begitu banyak, jadi ada keinginan aku harus benar masa depannya, harus bisa membanggakan dan bikin mereka happy,” tutur anak pertama dari dua bersaudara ini.

Orang tuanya pun memberikan kebebasan untuk menentukan pilihan karier. Syaratnya, pilihan tersebut dijalani dengan komitmen dan kebahagiaan. Karena itu, ia memiliki pesan sederhana bagi pemuda yang sedang mencari arah. Menurutnya, orang tua dan kebahagiaan bisa menjadi dua hal penting yang perlu diperhatikan.

"Pertama yang dipikirkan adalah orang tua. Buat aku pribadi, membahagiakan orang tua itu nomor satu. Kedua, bahagia. Apa pun yang kita kerjakan, kita harus bahagia. Kita harus tahu dulu diri kita sendiri maunya apa,” tegas mahasiswi jurusan hubungan internasional ini.

Ia juga berharap program seperti Wirasena Youth Career Hub tidak hanya digelar di Jakarta atau kota-kota besar. Menurutnya, pemuda di daerah juga membutuhkan akses dan kesempatan yang sama untuk mengenali potensi serta merencanakan masa depan.

"Kalau bisa tempatnya bukan di Jakarta saja. Banyak anak-anak di daerah yang mungkin masih mencari jati diri seperti aku. Di Lampung, Aceh, NTT, dan daerah-daerah lainnya juga harus diadakan,” ujar dara keturunan Bali.

Menurutnya, perluasan program ke berbagai daerah dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan pemuda. Dengan begitu, kesempatan mendapatkan wawasan, fasilitas, serta informasi mengenai dunia kerja tidak hanya dinikmati anak muda di kota besar.

"Supaya yang dapat fasilitas bukan yang di kota-kota besar saja. Kota-kota kecil dan daerah terpencil juga bisa maju bersama," katanya.

Di akhir, ia mengingatkan sesama pemuda agar tidak terlalu terbebani dalam menentukan masa depan. Menurutnya, proses mencari arah membutuhkan waktu dan pengalaman.

"Se-stres apa pun kita harus tetap happy dan enjoy. Jangan terlalu dipikirkan, karena kalau semakin dipikirkan kita semakin bingung. Enjoy saja, let it flow, tapi tetap semangat dan konsisten," pungkasnya.(ben)

Bagikan:
Pelaksanaan Merdeka Run 2026 semakin dekat, peserta yang telah mendaftar siap-siap untuk pengambilan race pack collection (RPC). (foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Catat! Race Pack Merdeka Run 2026 Bisa Diambil 27-28 Agustus di Wisma Serbaguna, GBK

Pelaksanaan Merdeka Run 2026 semakin dekat, peserta yang telah mendaftar siap-siap untuk pengambilan race pack collection (RPC). Panitia menginformasikan bahwa pengambilan dijadwalkan pada H-2 dan H-1 sebelum perlombaan, yakni pada hari Kamis dan Jumat (27-28) Agustus 2026.

Sebanyak 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenpora RI mengikuti Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026. (foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

20 ASN Kemenpora Ikuti Latihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan Gelombang II

Sebanyak 20 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung mulai 24 Agustus hingga 8 Oktober 2026.

Kabupaten Sleman,  D.I Yogyakarta, akan menjadi tuan rumah ASEAN Sports Day (ASD) 2026. Mengusung tema “Active Youth Healthy Future”,. (foto: dok. Istimewa)
Rabu, 26 Agustus 2026

ASEAN Sports Day 2026 di Sleman Perkuat Diplomasi Olahraga dan Gerakan Masyarakat Aktif

Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menjadi tuan rumah ASEAN Sports Day (ASD) 2026. Mengusung tema “Active Youth Healthy Future”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat diplomasi olahraga sekaligus mengajak generasi muda membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat.

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Karnaval HUT ke-81 RI menjadi momentum Kemenpora untuk mendekatkan olahraga dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap Merah Putih yang berkibar di podium internasional, ada perjuangan para atlet yang layak mendapat dukungan dan apresiasi seluruh bangsa.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81