Kenzie Bawa Isu Hankam Lebih Dekat ke Anak Muda
Jakarta: Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.
Ketertarikannya pada strategi dan politik sejak kecil membuat Kenzie penasaran bagaimana dinamika global dan kebijakan pertahanan suatu negara dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Keresahan itu mendorongnya membangun Peduli Hankam pada 2024, sebuah komunitas yang menjadi ruang bagi anak muda untuk mengenal isu pertahanan dan keamanan melalui diskusi, tulisan, konten kreatif, serta lokakarya.
Bagi Kenzie, isu Hankam tidak harus dibicarakan dengan cara yang kaku dan eksklusif. Anak muda perlu diberi ruang untuk memahami persoalan, menganalisis kebijakan, sekaligus menyampaikan gagasan mereka.
Semangat tersebut kemudian ia bawa ke forum Youth 20 (Y20), yaitu wadah pemuda dari berbagai negara untuk menyuarakan aspirasi dan rekomendasi kebijakan di tingkat global.
Bersama para delegasi pemuda, Kenzie mendorong perspektif human security, bahwa keamanan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga pendidikan, ekonomi, pangan, energi, lingkungan, dan kepastian hukum.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut dapat menjadi sumber kerentanan dan memicu konflik. Karena itu, kebijakan keamanan perlu menyentuh akar masalah sekaligus melibatkan masyarakat, terutama generasi muda.
“Sebesar apa pun tantangannya, menjaga pertahanan negara dan perdamaian dunia semuanya dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Kepedulian tanpa tindakan hanya menjadi wacana, sementara tindakan tanpa kolaborasi tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.
Bagi Kenzie, memahami Hankam berarti memahami bagaimana konflik, geopolitik, dan kebijakan keamanan dapat memengaruhi kehidupan generasi muda. Karena itu, ia memilih tidak berhenti pada kepedulian, tetapi mengajak anak muda untuk ikut memahami, berdiskusi, dan menyuarakan gagasan bagi masa depan bangsa. (ben)










