Kemenpora Perkuat Kolaborasi dengan NPC Indonesia, Fokus Pembinaan Atlet Disabilitas Demi Prestasi Mendunia

Selasa, 01 September 2026
Bagikan:
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian serius terhadap atlet-atlet disabilitas. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian serius terhadap atlet-atlet disabilitas. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC Indonesia), baik dalam persiapan multi-event maupun keikutsertaan pada berbagai kejuaraan internasional.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian serius terhadap atlet-atlet disabilitas sebagai bagian penting dari kekuatan olahraga nasional.

“Kemenpora selalu bangga dan memberikan dukungan terhadap atlet-atlet disabilitas Indonesia. Kami juga memiliki kerja sama yang sangat baik dengan NPC Indonesia dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga disabilitas nasional,” ujar Surono.

Menurutnya, salah satu bukti keberhasilan sinergi tersebut terlihat dari pencapaian Kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Indonesia berhasil meraih 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu, sekaligus menempati peringkat kedua klasemen akhir. Capaian tersebut jauh melampaui target awal sebanyak 82 medali emas. 

“Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Target awal kita adalah 82 emas, tetapi atlet-atlet kita mampu memberikan jauh lebih dari yang ditargetkan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, NPC Indonesia, pelatih, dan seluruh ekosistem olahraga disabilitas memberikan hasil yang nyata,” kata Surono.

Surono menegaskan, kerja sama Kemenpora dengan NPC Indonesia tidak hanya berlangsung pada level nasional, tetapi juga mencakup koordinasi di daerah dalam mendukung partisipasi Indonesia pada berbagai agenda olahraga disabilitas internasional.

“Kerja sama ini mencakup berbagai agenda, baik ASEAN Para Games, Asian Para Games, maupun agenda olahraga internasional lainnya. Termasuk di dalamnya adalah keikutsertaan atlet tunarungu dalam Deaflympics. Prinsipnya, seluruh program harus kita persiapkan secara terencana agar partisipasi Indonesia memberikan dampak maksimal terhadap prestasi nasional,” jelasnya.

Khusus terkait pembinaan atlet tunarungu, Surono menjelaskan bahwa pemerintah perlu memastikan seluruh proses pembinaan dan keikutsertaan dalam kompetisi internasional berjalan melalui organisasi yang memiliki legitimasi sesuai dengan ketentuan federasi internasional.

 “Di hadapan NPC Indonesia dan ICSD( International Committee of Sports for the Deaf) khusus untuk atlet tuna rungu hanya organisasi Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN) yang diakui secara internasional dan karenanya hanya PATRIN yang diakui oleh Pemerintah. Karena itu, dalam konteks tata kelola pemerintahan, dukungan dan fasilitasi harus diberikan melalui organisasi yang memiliki legitimasi sesuai dengan ketentuan organisasi olahraga internasional,” tegas Surono. 

Ia menambahkan, setiap kejuaraan internasional yang diikuti atlet bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.

“Setiap kejuaraan dunia yang diikuti pada prinsipnya merupakan bagian dari proses try out dan pengumpulan poin serta peringkat yang diperlukan untuk mengejar kualifikasi menuju Paralimpiade. Karena itu, keikutsertaan dalam sebuah kejuaraan harus dilihat dalam konteks yang lebih besar, yaitu bagaimana kompetisi tersebut berkontribusi terhadap target prestasi Indonesia,” ujarnya.

Atas dasar itu, Surono menekankan bahwa penentuan kejuaraan single event yang akan diikuti atlet harus melalui konsolidasi dan perencanaan bersama antara NPC Indonesia dan Kemenpora.

Surono juga menegaskan bahwa tata kelola pembinaan olahraga disabilitas harus berjalan berdasarkan aturan dan regulasi organisasi olahraga internasional yang relevan.

“Dengan koordinasi yang baik serta kepatuhan terhadap Statuta International Paralympic Committee atau IPC dan, khusus untuk olahraga tunarungu, ketentuan atau bylaws ICSD, maka pembinaan, penganggaran, dan dukungan pemerintah dapat diarahkan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran,” tutur Surono.

Ia mengatakan, pemerintah tidak hanya berbicara mengenai dukungan saat atlet mengikuti kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Komitmen Kemenpora bersama NPC Indonesia sangat konsisten. Dukungan pemerintah diberikan mulai dari proses pembinaan, fasilitas latihan, pemusatan latihan, keberangkatan ke kompetisi internasional, sampai penghargaan atas prestasi atlet,” katanya.

Salah satu bentuk dukungan tersebut, lanjut Surono, adalah dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, yang menjadi fasilitas penting dalam pembinaan atlet-atlet paralimpiade Indonesia. Kemenpora juga terus mendorong agar fasilitas tersebut terjaga kualitas dan keberlanjutannya, sehingga disebut sebagai fasilitas terbaik di Asia Tenggara. 

Selain dukungan terhadap fasilitas dan pembinaan, pemerintah juga memberikan dukungan pembiayaan untuk keikutsertaan kontingen Indonesia pada ajang internasional, termasuk ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026.

“Kita juga memberikan dukungan pembiayaan untuk keberangkatan dan keikutsertaan atlet pada multi-event internasional. Pada ASEAN Para Games 2025, pemerintah juga memberikan bonus sebagai bentuk penghargaan atas prestasi atlet. Bonus tersebut disalurkan langsung kepada para penerima , melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia, dan total penghargaan bagi peraih medali mencapai lebih dari Rp350 miliar,” kata Surono.(put)

Menpora RI Erick Thohir membuka Indonesian Padel League (IPL) 2026 di Bandeja Padel Arena, Jalan Karang Bolong VI, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (6/10) sore. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Rabu, 07 Oktober 2026

Buka Indonesian Padel League 2026, Menpora Erick Bangga Banyak Cabor Mulai Kembangkan Liga dan Tim Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir membuka Indonesian Padel League (IPL) 2026 di Bandeja Padel Arena, Jalan Karang Bolong VI, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (6/10) sore. Menpora melakukan servis pertama sebagai tanda dibukanya kompetisi liga padel pertama di Indonesia ini.

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang olahraga para tingkat Asia tersebut merupakan penyelenggaraan kelima Asian Para Games.(dok.website resmi asianparagames-2026.org/)
Selasa, 06 Oktober 2026

Mengenal 18 Cabor pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang olahraga para tingkat Asia tersebut merupakan penyelenggaraan kelima Asian Para Games.

Kongres Pemuda Kedua yang digelar pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta. Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan persatuan bangsa dan melahirkan apa yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.(dok:Kompas.com)
Selasa, 06 Oktober 2026

Menelusuri Sejarah di Balik Sumpah Pemuda

Sejarah di balik sumpah pemuda yang bermula dari semangat para pemuda dari berbagai daerah, suku, agama, dan organisasi yang memilih mengesampingkan perbedaan untuk membangun persatuan Indonesia.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Saskia Mayesa, anak umur 4 tahun yang menginspirasi pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.(dok.Suci/Kemenpora)
Jumat, 11 September 2026

Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam

Saskia Mayesa, 4 tahun, yang dengan penuh percaya diri mampu melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Presiden FIFA dan Ketum PSSI Tinjau Kesiapan SUGBK Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Presiden FIFA dan Ketum PSSI Tinjau Kesiapan SUGBK Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Peninjauan Presiden FIFA dan Ketum PSSI menjadi bagian dari persiapan akhir SUGBK sebagai venue final dan upacara penutupan FIFA ASEAN Cup 2026, sekaligus memastikan seluruh fasilitas stadion siap digunakan untuk laga Indonesia melawan Thailand.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop ISS 2026 Banner mobile ISS 2026