Anggi “Kaki Seribu”, Berlari dengan Satu Kaki dan Seribu Mimpi

Jumat, 28 Agustus 2026
Bagikan:
Anggi, yang dijuluki "Kaki Seribu", mengatakan bahwa Merdeka Run menjadi kesempatan bagi Anggi untuk melatih mental dan menjaga konsistensinya sebagai seorang pelari.(dok/Kemenpora)
Anggi, yang dijuluki "Kaki Seribu", mengatakan bahwa Merdeka Run menjadi kesempatan bagi Anggi untuk melatih mental dan menjaga konsistensinya sebagai seorang pelari.(dok/Kemenpora)

Jakarta: Bagi Anggi, mengikuti Merdeka Run 2026 bukan sekadar tentang menyelesaikan perlombaan. Ajang lari yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi half marathon pada September mendatang. Merdeka Run juga menjadi kesempatan bagi Anggi untuk melatih mental dan menjaga konsistensinya sebagai seorang pelari.

Persiapan Anggi menghadapi Merdeka Run tidak berbeda dengan latihan rutinnya. Ia tetap berlatih secara teratur dengan target mencapai sekitar 40 kilometer dalam satu minggu. Melalui Merdeka Run, ia berharap dapat mengukur kesiapan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi tantangan half marathon berikutnya.

Di balik semangatnya berlari, Anggi memiliki kisah tersendiri tentang julukan “Kaki Seribu” yang diberikan oleh seniornya. Bagi Anggi, julukan tersebut memiliki makna spesial. “Kaki Seribu” ia maknai sebagai satu kaki, seribu mimpi. Meski hanya memiliki satu kaki, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah atau merasa terbatas untuk mengejar impian.

“Walaupun saya cuma punya satu kaki, saya tidak mau menyerah dan merasa terbatas. Saya ingin mewujudkan mimpi sebagai pelari half marathon disabilitas dan menjadi finisher Indonesia dengan satu kaki,” ujarnya.

Bagi Anggi, berlari juga menjadi perjalanan untuk terus mengenal dan menguatkan diri. Ia tidak ingin terlalu memikirkan kecepatan atau membandingkan kemampuannya dengan pelari lain. Baginya, setiap langkah memiliki arti selama dilakukan dengan fokus dan tetap mengutamakan keselamatan.

“Fokus pada diri sendiri. Jangan berlari terlalu kencang. Yang penting fokus dan menjaga keselamatan diri sendiri. Yang penting bisa finish dengan happy,” pesannya.

Kehadiran Anggi di Merdeka Run 2026 menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Dengan satu kaki dan seribu mimpi, ia terus berlari dan membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengejar impian dengan caranya masing-masing. (thi)

Pelari jarak jauh Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, memanfaatkan ajang Merdeka Run 2026 sebagai sarana ujian (try out) untuk persiapan menuju Asian Games 2026.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jumat, 28 Agustus 2026

Merdeka Run Jadi Ajang “Try Out” Odekta Naibaho Menuju Asian Games 2026

Pelari jarak jauh Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, memanfaatkan ajang Merdeka Run 2026 sebagai sarana ujian (try out) dan pemanasan demi mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026.

Anggi, yang dijuluki "Kaki Seribu", mengatakan bahwa Merdeka Run menjadi kesempatan bagi Anggi untuk melatih mental dan menjaga konsistensinya sebagai seorang pelari.(dok/Kemenpora)
Jumat, 28 Agustus 2026

Anggi “Kaki Seribu”, Berlari dengan Satu Kaki dan Seribu Mimpi

Merdeka Run menjadi kesempatan bagi Anggi untuk melatih mental dan menjaga konsistensinya sebagai seorang pelari.

Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi Race Village pada gelaran Merdeka Run yang akan dilaksanakan di Jakarta, pada Sabtu (29/8).(dok/istimewa)
Jumat, 28 Agustus 2026

Tak Hanya Lari, Race Village Merdeka Run Libatkan 81 UMKM Dorong Perputaran Ekonomi

Kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi Race Village pada gelaran Merdeka Run yang akan dilaksanakan di Jakarta, pada Sabtu (29/8).

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Perjuangan Atlet dalam Karnaval HUT ke-81 RI

Karnaval HUT ke-81 RI menjadi momentum Kemenpora untuk mendekatkan olahraga dengan masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap Merah Putih yang berkibar di podium internasional, ada perjuangan para atlet yang layak mendapat dukungan dan apresiasi seluruh bangsa.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81