Kemenpora Gelar Pelatihan Penggerak Guru PJOK di Malang: Fokus Petakan Bakat Siswa dan Dorong Partisipasi Aktif

Rabu, 26 Agustus 2026
Bagikan:
Kemenpora RI memfasilitasi 70 guru olahraga di Malang agar tidak hanya menguasai tes identifikasi bakat berbasis Manajemen Talenta Nasional (MTN). (foto: dok/Kemenpora)
Kemenpora RI memfasilitasi 70 guru olahraga di Malang agar tidak hanya menguasai tes identifikasi bakat berbasis Manajemen Talenta Nasional (MTN). (foto: dok/Kemenpora)

Malang: Potensi anak di bidang olahraga perlu dipetakan sejak dini agar bakat unggul tidak terlewat. Namun, pembinaan yang tepat tidak berhenti pada identifikasi bakat, melainkan juga mendorong partisipasi aktif dan penguatan fondasi gerak pada tahap fundamental. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memfasilitasi 70 guru olahraga di Malang agar tidak hanya menguasai tes identifikasi bakat berbasis Manajemen Talenta Nasional (MTN), tetapi juga dibekali kompetensi pedagogis untuk menerapkan konsep Fun and Active Multilateral Movement (FAMM) guna menstimulasi literasi fisik anak. Program yang digelar di Stadion Gajayana ini langsung dipraktikkan kepada 100 siswa dari tiga sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktualisasi pelatihan yang diberikan Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga Kemenpora kepada para guru PJOK. Melalui pelatihan ini, guru dibekali kemampuan untuk mengenali minat, karakteristik, dan potensi olahraga siswa melalui sejumlah tes dan perangkat identifikasi bakat.

Akademisi sekaligus sport scientist Universitas Negeri Surabaya, Donny Ardy Kusuma, mengatakan guru PJOK memiliki posisi strategis dalam menemukan calon atlet karena berinteraksi langsung dengan siswa di lingkungan sekolah.

“Kami percaya betul bahwa guru PJOK, begitu kita menyebutnya guru olahraga, sebagai ujung tombak prestasi masa depan olahraga Indonesia. Kenapa bisa begitu? Karena calon-calon juara lahir dari sekolah. Calon-calon juara atlet masa depan Indonesia lahir dari tangan mereka. Merekalah yang pertama menemukan.”

Selain mengidentifikasi potensi, pendekatan yang diberikan dalam pelatihan juga menempatkan penguatan kemampuan gerak dasar dan pengalaman olahraga yang menyenangkan sebagai bagian penting dalam perkembangan anak. Melalui konsep FAMM, guru didorong menciptakan aktivitas gerak yang beragam, aktif, dan menyenangkan sehingga anak memiliki fondasi gerak yang baik sebelum diarahkan lebih spesifik pada cabang olahraga tertentu.

Hasil pemetaan potensi siswa selanjutnya diarahkan untuk dapat terintegrasi dengan sistem Satu Data Kemenpora. Dengan demikian, data yang diperoleh dari sekolah dapat menjadi bagian dari informasi pendukung dalam proses identifikasi dan pembinaan talenta olahraga secara lebih terstruktur.

Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora, Angga Prananda Bakti, mengatakan kemampuan yang diperoleh guru diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

“Harapan kami para guru olahraga yang sudah melakukan pelatihan ini bisa mengembangkan dan melakukan tes ini di lingkup sekolah, komunitas, dan organisasi yang mereka ikuti sehingga bisa mencari bibit-bibit bakat yang baik lalu disalurkan di ekskul-ekskul yang mereka bina.”

Dengan penerapan tersebut, siswa yang menunjukkan potensi tertentu dapat memperoleh rekomendasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kemampuannya, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler, klub olahraga, maupun jalur pembinaan pemerintah daerah.

Bagi Lulut Rosvita, guru PJOK SMP Negeri 5 Malang, pelatihan tersebut memberikan pendekatan baru dalam memahami potensi siswa. Selama ini, pilihan siswa terhadap cabang olahraga lebih banyak dipengaruhi kesukaan pribadi atau teman. Hasil pemetaan memberikan dasar yang lebih objektif bagi guru dalam memberikan rekomendasi.

“Jadi, yang mungkin anak tersebut sebelumnya memilih olahraga bola basket, tetapi berdasarkan LMS yang dia kerjakan, itu dia arahnya ke permainan bola voli.”

Lulut berkomitmen membawa pengetahuan tersebut ke sekolah agar siswa dapat memperoleh arahan yang lebih sesuai dengan potensi dan karakteristiknya.

“Yang pertama, saya berusaha memetakan kondisi murid saya untuk mengarahkan mereka supaya tidak salah sasaran.”

Di sisi lain, pengembangan talenta olahraga juga perlu berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan masyarakat yang mendorong gaya hidup aktif. Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora, Yayat Suyatna, mengatakan pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, salah satunya melalui penyelenggaraan Car Free Day Olahraga.

“Kami Kemenpora sudah bekerja sama dengan Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri). Kemendagri sudah mengeluarkan surat edaran, di mana ada poin penting bahwa daerah itu harus menyelenggarakan Car Free Day Olahraga.”

Menurut Yayat, masyarakat yang aktif dan bugar akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas, termasuk bagi anak-anak sekolah maupun pekerja.

“Kalau sudah sehat, kalau sudah bugar, berarti kita akan produktif. Anak-anak sekolah akan rajin, semangat belajarnya, para pekerja akan lebih produktif, sehingga cost kesehatan (BPJS) bisa turun.”

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan olahraga membutuhkan ekosistem yang berjalan sinergis dari hulu ke hilir. Anak-anak perlu dipetakan potensinya sejak di bangku sekolah, sementara masyarakat dan ekosistem pendidikan juga harus memastikan mereka tetap aktif dan gembira dalam bergerak. Dari sana, potensi olahraga dapat diarahkan ke pembinaan lanjutan yang lebih terstruktur.

Kemenpora berharap, model identifikasi bakat yang dikombinasikan dengan penguatan literasi fisik ini dapat terus dikembangkan menjadi sistem pembinaan nasional yang diterapkan di seluruh daerah. (Uc)

Kemenpora RI memfasilitasi 70 guru olahraga di Malang agar tidak hanya menguasai tes identifikasi bakat berbasis Manajemen Talenta Nasional (MTN). (foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Kemenpora Gelar Pelatihan Penggerak Guru PJOK di Malang: Fokus Petakan Bakat Siswa dan Dorong Partisipasi Aktif

Potensi anak di bidang olahraga perlu dipetakan sejak dini agar bakat unggul tidak terlewat. Namun, pembinaan yang tepat tidak berhenti pada identifikasi bakat, melainkan juga mendorong partisipasi aktif dan penguatan fondasi gerak pada tahap fundamental. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memfasilitasi 70 guru olahraga di Malang agar tidak hanya menguasai tes identifikasi bakat berbasis Manajemen Talenta Nasional (MTN), tetapi juga dibekali kompetensi pedagogis untuk menerapkan konsep Fun and Active Multilateral Movement (FAMM) guna menstimulasi literasi fisik anak. Program yang digelar di Stadion Gajayana ini langsung dipraktikkan kepada 100 siswa dari tiga sekolah.

Asian Games 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali. Gelaran olahraga terbesar di Asia yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya, teknologi, industri, hingga pariwisata (foto: wikipedia)
Selasa, 25 Agustus 2026

Aichi-Nagoya 2026: Rumah Asian Games yang Padukan Olahraga, Budaya, dan Teknologi Jepang

Asian Games 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali. Gelaran olahraga terbesar di Asia yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekuatan budaya, teknologi, industri, hingga pariwisata Negeri Sakura kepada dunia.

Kemenpora RI terus konsisten melanjutkan safari bugar ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar. Program nasional Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar hadir di Kabupaten Garut. (foto: dok/Kemenpora)
Selasa, 25 Agustus 2026

GEMAR Hadir di Garut, 8.354 Masyarakat Ikuti Olahraga Bersama di CFD

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus konsisten melanjutkan safari bugar ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar. Kali ini, program nasional Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) hadir di Kabupaten Garut dan memeriahkan Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Gedung BJB Kabupaten Garut.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)
Rabu, 19 Agustus 2026

Semangat Tanpa Batas, Latif Pramuka Berkebutuhan Khusus yang Menginspirasi dari Jambore Nasional XII

Latif, anggota Pramuka berkebutuhan khusus asal SLB Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional XII, menunjukkan bahwa semangat belajar, berkarya, dan berolahraga tidak mengenal batas. (dok/Kemenpora)

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan
Senin, 24 Agustus 2026

Kemenpora Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Keberagaman dan Penghargaan

Peringatan HUT ke-81 RI di Kemenpora menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan sekaligus meneguhkan nilai keberagaman, persatuan, dan apresiasi atas pengabdian sebagai bagian dari semangat membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora
Kamis, 20 Agustus 2026

Peserta Jamnas XII Kenali Dunia Kepemudaan dan Olahraga Melalui Wisata Edukasi di Kemenpora

Wisata edukasi Jamnas XII di Kemenpora menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang kepemudaan, olahraga, prestasi, dan peluang untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung
Selasa, 18 Agustus 2026

Menpora Erick Bagikan Sembako dan Alat Olahraga kepada Warga Cakung

Kehadiran Menpora Erick di Cakung menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tumbuh aktif melalui olahraga.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81