GEMAR Hidupkan CFD Kota Malang, Warga Olahraga hingga UMKM Ikut Bergeliat
Malang: Ruang publik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal. Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) di Car Free Day (CFD) Kota Malang, Minggu (23/8).
Kehadiran GEMAR menjadi bagian dari rangkaian Festival Mbois 11, perayaan tahunan ekosistem kreatif Kota Malang yang mempertemukan berbagai unsur dalam kolaborasi hexahelix, mulai dari komunitas, industri, akademisi, pemerintah, media, hingga agregator.
Sejak pagi, kawasan CFD Kota Malang dipenuhi masyarakat yang mengikuti berbagai aktivitas. Salah satunya funwalk sejauh 3 kilometer yang melibatkan masyarakat umum serta anggota Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Berdasarkan pendataan, kegiatan GEMAR di CFD Kota Malang mencatat 307 peserta registratif dan 24.660 peserta partisipatif. Aktivitas tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dengan kehadiran sekitar 108 UMKM yang turut meramaikan kawasan kegiatan.
Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa olahraga masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem lokal. CFD tidak hanya menjadi ruang untuk bergerak dan berolahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi, promosi UMKM, serta pertemuan berbagai komunitas.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada sesi sore dengan kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Kehadiran Menpora semakin memperkuat pesan bahwa olahraga masyarakat dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Sesi sore juga diramaikan oleh komunitas panahan tradisional jemparingan serta komunitas cheerleader Kota Malang. Kehadiran kedua komunitas tersebut memperlihatkan keberagaman aktivitas olahraga masyarakat yang tumbuh dan berkembang di tingkat lokal.
Melalui GEMAR, Kementerian Pemuda dan Olahraga terus mendorong olahraga agar semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Aktivitas olahraga tidak harus selalu berlangsung di fasilitas olahraga formal, tetapi dapat hadir di ruang-ruang publik dan menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat.
Di Kota Malang, semangat tersebut bertemu dengan ekosistem kreatif dalam Festival Mbois 11. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa olahraga, komunitas, UMKM, dan kreativitas dapat tumbuh bersama ketika ruang publik dimanfaatkan secara inklusif.
GEMAR di CFD Kota Malang pun menjadi gambaran bagaimana ruang publik dapat dihidupkan melalui kolaborasi—mendorong masyarakat untuk aktif bergerak sekaligus membuka ruang bagi potensi ekonomi dan kreativitas lokal. (Yan/uc)










