HYORX Makin Populer, Atlet AS Johnny Tieu: Bukan Hanya untuk Laki-Laki, Perempuan Juga Bisa

Jumat, 21 Agustus 2026
Bagikan:
Olahraga HYROX Training  kini semakin populer di tengah masyarakat. Olahraga yang memadukan lari dengan latihan fungsional ini juga semakin banyak diminati perempuan. (foto: dok/Kemenpora)
Olahraga HYROX Training kini semakin populer di tengah masyarakat. Olahraga yang memadukan lari dengan latihan fungsional ini juga semakin banyak diminati perempuan. (foto: dok/Kemenpora)

Jakarta: Olahraga hyrox kini semakin populer di tengah masyarakat. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) melalui Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 melihat pertumbuhan hybrid fitness dan kehadiran hyrox sebagai fenomena baru dalam olahraga partisipatif di Indonesia.

Fenomena tersebut akan hadir dalam Jakarta Hybrid Race (JHR) yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 mendatang.

Hybrid race athlete asal Amerika Serikat, Johnny Tieu, menilai hyrox bukan olahraga yang hanya bisa dilakukan orang dewasa atau laki-laki. Menurutnya, olahraga ini dapat diikuti berbagai kalangan, termasuk perempuan.

"Menurut saya, perjalanan hyrox di Indonesia tidak hanya untuk laki-laki dewasa, tapi juga untuk perempuan. Dan bagi perempuan, ada banyak kategori. Mereka ingin menantang satu sama lain,” ujar Johnny saat menghadiri konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8).

"Sejarahnya, laki-laki dulu yang menggunakan objek berat. Tapi sekarang, perempuan juga melakukannya,” imbuhnya.

Johnny mengatakan banyak orang tertarik mengikuti hyrox karena ingin berolahraga bersama teman sekaligus menantang kemampuan diri sendiri. Menurutnya, aktivitas yang menggunakan beban atau perlengkapan berat sebelumnya lebih banyak dilakukan laki-laki. Namun, kini perempuan juga mampu mengikuti aktivitas tersebut.

"Dulu, aktivitas yang menggunakan objek atau perlengkapan berat lebih banyak dilakukan laki-laki. Namun, sekarang perempuan juga mampu melakukannya. Menurut saya, hal tersebut sangat menarik dan bisa menjadi pengalaman baru bagi banyak orang," jelasnya.

Johnny juga menilai konsep hybrid fitness relatif mudah diperkenalkan kepada masyarakat. Salah satunya melalui konten video. Namun, melihat orang lain berolahraga belum tentu membuat seseorang tertarik untuk mencobanya.

"Saya melihat perjalanan dengan konsep hybrid juga sebagai sesuatu yang cukup mudah dilakukan. Saya mencoba memperkenalkannya melalui berbagai cara, termasuk video. Namun, ketika hanya melihat orang lain melakukannya, belum tentu seseorang tertarik untuk mencobanya sendiri," imbuhnya.

Karena itu, Johnny kerap mengajak penonton berinteraksi dengan menanyakan siapa yang tertarik, tidak tertarik, atau bahkan belum pernah mendengar olahraga tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat teman mengikuti hyrox juga bisa menjadi pemicu seseorang untuk mencoba.

"Ketika melihat teman melakukannya, seseorang biasanya akan berpikir bahwa dirinya juga mampu. Mungkin pada awalnya masih ragu untuk mencoba. Namun, setelah berhasil melewati pengalaman pertama, biasanya muncul keinginan untuk mencoba lagi," urainya.

Pengalaman pertama tersebut, lanjut Johnny, dapat menjadi motivasi untuk terus mendorong diri dan memberikan kemampuan terbaik. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

"Semakin kuat dan bermanfaat sebuah komunitas, semakin baik pula ekosistem yang terbentuk. Dengan dukungan yang semakin besar, komunitas akan berkembang, perekonomian ikut bergerak, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang," pungkasnya.(ben)

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

CFD Jalan Sudirman Bogor, Warga Bergerak Bersama Wujudkan Hidup Aktif dan Bugar

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif dan bugar.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026