Kemenpora Siapkan Sertifikasi Pelatih Olahraga Disabilitas, 122 Peserta Ikut ToT BERDAYA

Senin, 17 Agustus 2026
Bagikan:
Kemenpora RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor,  13–14 Agustus 2026. (foto: dok/Kemenpora)
Kemenpora RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor, 13–14 Agustus 2026. (foto: dok/Kemenpora)

Bogor: Kemenpora RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar kompetensi tenaga pelatih yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas. Langkah ini diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 13–14 Agustus 2026.

Sebanyak 122 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari atlet dan pelatih dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten/Kota Bogor, Special Olympics Indonesia (SOIna), serta Perkumpulan Olahraga Amputasi Indonesia (PSAI).

Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan pentingnya kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas.

Ia menjelaskan, Kemenpora tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi peserta yang nantinya akan menjalankan peran sebagai pelatih. Peserta TOT yang mengikuti kegiatan ini akan menjadi bagian dari proses tersebut dengan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk melakukan aktualisasi dari materi dan praktik yang telah diperoleh selama pelatihan.

“Kedepannya kami akan membuat sertifikasi untuk melatih. Peserta TOT yang ada di sini akan mengikuti sertifikasi tersebut, dengan catatan harus membuat aktualisasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Kami akan memonitor setiap langkah Bapak dan Ibu dalam mengaktualisasikannya di masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh selama TOT tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ToT menjadi bagian awal dari proses menuju sertifikasi untuk memastikan pelatih memiliki kompetensi yang sesuai untuk menangani kebutuhan atlet disabilitas, sehingga pembinaan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga standar kompetensi yang terukur.

Sementara itu, Endar Lubis, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bogor sebagai lokasi pelaksanaan TOT. Endar yang juga merupakan atlet, pelatih, dan wasit catur bertaraf internasional, berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tempat pelaksanaan TOT ini. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas,” ujar Endar.

Melalui TOT BERDAYA, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam pembinaan olahraga disabilitas, tetapi juga dipersiapkan untuk menerapkan hasil pelatihan melalui kegiatan aktualisasi di masyarakat.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penggerak olahraga disabilitas yang memiliki kompetensi dan mampu mendukung pembinaan olahraga disabilitas di daerah.

Kegiatan TOT BERDAYA turut dihadiri Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbah, Ketua SOIna Kabupaten Bogor Ahmad Azwari, serta Ketua PSAI Kabupaten Bogor Budi Santoso.(ben)

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

CFD Jalan Sudirman Bogor, Warga Bergerak Bersama Wujudkan Hidup Aktif dan Bugar

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif dan bugar.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026