Perkuat Pembinaan Atlet Muda dan Pemuda, Kemenpora Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Australia
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat hubungan bilateral dengan Australia di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Hal itu ditunjukkan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hari Selasa (11/8) siang menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan rombongan di Media Center, Kemenpora, Jakarta.
Pada pertemuan tersebut Menpora Erick
membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang olahraga dan kepemudaan. Pertemuan ini berfokus pada pengembangan jalur pembinaan atlet muda yang berkelanjutan serta pembahasan keberlanjutan program pertukaran pemuda kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Kemenpora menegaskan bahwa pembinaan atlet usia muda menjadi prioritas utama Indonesia, mulai dari tingkat akar rumput (grassroots), identifikasi bakat, hingga pencapaian prestasi tingkat elit. Indonesia menyambut baik pengalaman dan rekam jejak Australia dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang efektif dan berbasis ilmu pengetahuan (sport science).
"Australia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kolaborasi, khususnya dalam identifikasi bakat, pelatihan pelatih, tata kelola fasilitas olahraga, hingga penerapan sport science dan kedokteran olahraga," ujar Menpora Erick.
Sebagai langkah konkret, Kemenpora mengusulkan pembentukan pilot project yang berfokus pada pembinaan atlet muda, termasuk program pertukaran atlet, training center bersama, dan magang singkat bagi pelatih serta administrator olahraga. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi teknis, tetapi juga membuka peluang dual career (pendidikan dan karir) bagi para atlet muda melalui perluasan akses Beasiswa Australia Awards (AAS).
Selain sektor olahraga, pertemuan ini turut mendiskusikan finalisasi Kesepakatan (Arrangement) terkait Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Program pertukaran pemuda yang telah berjalan sejak 1982 ini saat ini sedang dalam tahap tinjauan akhir oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia sebelum memasuki tahap penandatanganan resmi oleh Plt. Deputi Bidang Pelayanan Pemuda Kemenpora, Hendro Wickaksono.
Terkait pelaksanaan AIYEP 2026, kedua pihak berdiskusi intensif mencari solusi dan pendekatan desain program yang kreatif di tengah tantangan penyesuaian anggaran. Meskipun terdapat keterbatasan alokasi dana operasional untuk penyelenggaraan fase fisik tahun ini, Kemenpora dan Kedutaan Besar Australia tetap berkomitmen untuk terus berkonsultasi demi menjaga keberlanjutan hubungan antarmasyarakat (people-to-people ties) kedua negara.
Pada saat yang sama, Kemenpora juga bersiap menyelenggarakan rangkaian kegiatan kepemudaan berskala nasional pada Oktober 2026 mendatang. Rangkaian agenda tersebut meliputi Wirasena Youth Camp (21–31 Oktober 2026) yang melibatkan 168 peserta, Indonesia Youth Summit (28–29 Oktober 2026) yang akan menghadirkan 5.000 pemuda, serta National Debate Competition (29–30 Oktober 2026) dengan 100 peserta.
Melalui kemitraan strategis ini, Indonesia berkomitmen untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan Australia, guna mencetak generasi muda dan atlet yang berdaya saing global.(amr)










