Kuatkan SDM Kearsipan, Kemenpora Gelar Internalisasi Permenpora tentang Kearsipan

Rabu, 29 Mei 2024
Bagikan:
 Kegiatan Internalisasi Permenpora tentang Kearsipan di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI digelar selama tiga hari, Rabu (29/5) sampai Jumat (31/5) di Sotis Residence Pejompongan, Jakarta Pusat. Sebanyak 69 orang pengolah kearsipan
Kegiatan Internalisasi Permenpora tentang Kearsipan di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI digelar selama tiga hari, Rabu (29/5) sampai Jumat (31/5) di Sotis Residence Pejompongan, Jakarta Pusat. Sebanyak 69 orang pengolah kearsipan

Jakarta: Kegiatan Internalisasi Permenpora tentang Kearsipan di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI digelar selama tiga hari, Rabu (29/5) sampai Jumat (31/5) di Sotis Residence Pejompongan, Jakarta Pusat. Sebanyak 69 orang pengolah kearsipan dari masing-masing unit eselon II mengikuti kegiatan ini termasuk unsur pengawas dan kearsipan nasional.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro (Karo) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Umum Indra Jayaatmaja dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, kegiatan ini bernilai penting karena berkaitan dengan kearsipan yang memiliki peran sentral dalam pemerintahan, khususnya di Kemenpora.

“Harus dipahami bahwa teman-teman arsiparis merupakan garda terdepan, memiliki peran sentral di Kemenpora. Karena konsep dari semua pemerintahan, khususnya pemerintahan di Kemenpora berawal dari surat, yang ujungnya ada di arsip. Makanya harus dipahami bahwa kita punya peran sentral di Kemenpora,” ujar Plh Karo Indra.

Disampaikan, terdapat dua Permenpora yang sudah disahkan yakni Permenpora Nomor 20 Tahun 2023 tentang Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis Kemenpora serta Permenpora Nomor 21 Tahun 2023 tentang Klasifikasi Arsip Kemenpora. Kedua Permenpora ini yang perlu disinergikan dengan Permenpora yang sudah ada sebelumnya yaitu Permenpora tentang Tata Naskah Dinas.

“Penting diketahui bahwa arsip ini linier dengan tata naskah dinas. Dari mulai pen-drafting, verifikasi, tanda tangan, sampai di arsip. Itu yang penting, jadi harus linier,” jelas Plh Karo.

Karena itu arsiparis diharapkan bisa menjadi peran sentral pada unit masing-masing di eselon II. Pengelola arsip dalam hal ini mesti bisa mengadministrasikan dengan baik. Sehingga ketika pimpinan kita membutuhkan berkas-berkas, arsip, baik yang bersifat statis ataupun dinamis, bisa secara cepat untuk bisa memperolehnya. 

“Tetapi di samping itu arsip punya peran kerahasiaan. Nah, dua peran itu yang harus dijaga dan dipelihara oleh teman-teman,” tutur Indra yang juga menjabat Kepala Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan Kemenpora RI.

Untuk itu diharapkan para peserta kegiatan ini bisa menyimak dengan baik materi yang dibawakan oleh para narasumber. Khususnya dalam upaya meningkatkan predikat penilaian dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Alhamdulillah tahun kemarin kita dapat nilai A dari ANRI. Hal ini berkat kerja keras teman-teman semua yang rapi dan tertib. Harapannya tahun ini nilainya bisa naik jadi AA,” sebut Plh Karo Humas seraya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan.

Sementara itu Ketua Tim Pembinaan Kearsipan Kemenpora Dadang Ahmad Firdaus menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan dengan tema menyesuaikan kebutuhan berdasarkan instrumen-instrumen yang dikeluarkan kearsipan nasional. Kegiatan ini sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan terkait instrumen kekinian.

“Untuk saat ini kami mengambil tema peraturan menteri yang terkait dengan kearsipan. Adapun materi yang akan jadi pembahasan pertama adalah tata naskah dinas, kemudian klasifikasi arsip,” jelas Dadang. 

Disampaikan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini sebagai penguatan untuk sumber daya manusia (SDM) Kearsipan Kemenpora. Sebagai pembekalan supaya dapat memahami instrumen-instrumen yang berlaku tentang kearsipan. 

“Jadi outputnya diharapkan dapat diimplementasikan di masing-masing unit eselon II. Kemudian pengetahuan sebagai pengelola arsip dapat ditularkan juga,” tandas Dadang. (luk)

Kemenpora RI terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 17 Agustus 2026

Kemenpora Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas di Cilacap

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 di Sindoro Hotel Cilacap by Conary, Kabupaten Cilacap.

Kemenpora RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor,  13–14 Agustus 2026. (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 17 Agustus 2026

Kemenpora Siapkan Sertifikasi Pelatih Olahraga Disabilitas, 122 Peserta Ikut ToT BERDAYA

Kemenpora RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar kompetensi tenaga pelatih yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas. Langkah ini diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 13–14 Agustus 2026.

Nuansa keberagaman budaya Nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI). (foto: Bagus/Kemenpora)
Senin, 17 Agustus 2026

Upacara HUT ke-81 RI di Kemenpora: Baju Adat Nusantara hingga Satyalancana

Nuansa keberagaman budaya Nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI).

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81