Kemenpora Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Wujudkan Ketangguhan Pemuda Menghadapi Bencana

Kamis, 14 Desember 2023
Bagikan:
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) turut berkontribusi dalam menciptakan ketangguhan menghadapi bencana melalui bidang kepemudaan. Dalam hal ini Kemenpora melakukan kolaborasi lintas sektor, sebagaimana terungkap pada Talksh
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) turut berkontribusi dalam menciptakan ketangguhan menghadapi bencana melalui bidang kepemudaan. Dalam hal ini Kemenpora melakukan kolaborasi lintas sektor, sebagaimana terungkap pada Talksh

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) turut berkontribusi dalam menciptakan ketangguhan menghadapi bencana melalui bidang kepemudaan. Dalam hal ini Kemenpora melakukan kolaborasi lintas sektor, sebagaimana terungkap pada Talkshow Kepeloporan dan Kesukarelawanan bertajuk “Anak Muda Siaga Hadapi Bencana” di Auditorium Wisma Kemenpora, Kamis (14/12) pagi. 

Merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Rembuk Warga: Bareng-Bareng Tangguh Bencana!” garapan Kemenpora, gelar wicara ini menghadirkan empat narasumber. Mereka adalah Staf Khusus (Stafsus) Bidang Kelembagaan Potensi Pemuda Kemenpora Venno Tetelepta, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Ahmad Fauzi Yunus, Penyuluh Sosial Ahli Madya Yustina Suhartiningsih, dan Deputy Project Director USAID KUAT Indonesia Victor Rembeth.

Dalam pemaparannya Stafsus Kemenpora Venno Tetelepta mengatakan, diperlukan kolaborasi lintas sektor dan pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya secara berkelanjutan. Karenanya Kemenpora sebagai leading sector kepemudaan, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Indonesia Resilience (Ires) menginisiasi program bertajuk Collab Rangers. 

“Kurang lebih collab rangers adalah semacam wadah kegiatan tapi memiliki bentuk-bentuk aksi yang fokus dan spesifik,” ujar Stafsus Venno.

Collab Rangers, jelasnya, adalah program pelatihan tersertifikasi yang melibatkan berbagai elemen kepemudaan seperti Pramuka, Karang Taruna, OKP, dan komunitas lainnya di akar rumput. Program ini secara optimal memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan.

Disampaikan, kolaborasi ini sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Collab Rangers sendiri merupakan perpaduan unit taktis relawan Kemenpora bersama Forum Kesiapsiagaan Pemuda Mengatasi Bencana dan Keadaan Darurat.

Lebih lanjut Stafsus menguraikan, Collab Rangers merupakan program pengembangan kesukarelawanan dan peningkatan kesiapsiagaan individu serta kelompok pemuda dalam mengatasi bencana dan keadaan darurat melalui serangkaian kegiatan. Meliputi pelatihan tersertifikasi, lokakarya, penggalangan dana, kursus singkat, aksi sosial dan edukasi masyarakat, perlombaan, dan juga penghargaan.

Menurut Stafsus Venno, partisipasi pemuda terlihat berperan lebih signifikan sebagai aktor utama pada fase prabencana ketimbang fase saat bencana dan pascabencana. Fase prabencana ini sangat memerlukan keterlibatan aktif pemuda Indonesia untuk melakukan edukasi, melatih, memotivasi, dan mengajak masyarakat memiliki kesiapsiagaan mengatasi bencana.

“Ruang peran ini masih banyak kosong, belum dapat dilakukan secara maksimal oleh Pemerintah atau swasta. Padahal sangat penting untuk mencegah korban, kerusakan, dan kerugian saat bencana,” papar Stafsus.

“Karenanya fase prabencana sebaiknya menjadi fokus pengembangan program kesukarelawanan pemuda,” sambung Stafsus Venno.

Narasumber kedua yaitu Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Ahmad Fauzi Yunus mengapresiasi gelar wicara yang digelar Kemenpora ini. Pasalnya kegiatan acara yang dihadiri para pemuda dari kalangan pelajar dan mahasiswa dari ekstrakurikuler dan unik kegiatan yang memiliki fokus pada ketangguhan bencana.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kemenpora yang mengumpulkan para pemuda, untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketangguhan menghadapi bencana. Karena pemuda memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia,” tutur Fauzi.

“Hal ini tentunya menjadi peringatan untuk para pemuda supaya bisa ikut berperan dalam upaya-upaya penanganan bencana,” sambungnya. 

Narasumber ketiga yaitu Penyuluh Sosial Ahli Madya Kementerian Sosial (Kemensos) RI Yustina Suhartiningsih memberikan materi strategi dan manajemen penanganan bencana di Indonesia. Dalam materi ini, salah satunya diterangkan peran Kementerian Sosial pada tiga fase bencana yaitu prabencana, saat terjadi bencana, dan juga pascabencana.

Yustina menyebut pemuda bisa ikut berperan pada ketiga fase tersebut, termasuk dalam perlindungan sosial korban bencana alam. Karenanya penting untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia (SDM) bencana alam yang memperoleh peningkatan kapasitas penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial, salah satunya dari kalangan pemuda.

“Maka saya mengajak kepada anak-anak muda Indonesia, peran apa yang bisa kalian berikan untuk negara, bangsa dan tanah air Indonesia,” sebut Yustina.

Sementara narasumber keempat Deputy Project Director USAID KUAT Indonesia Victor Rembeth menekankan bahwa permasalahan bencana adalah adalah urusan semua orang. Karena terjadinya bencana tidak bisa memilih korbannya, melainkan semua pihak ikut terkena imbasnya.

“Disaster is everyone business. Bencana adalah urusan semua orang, termasuk kaum pemuda. Dalam hal ini peran pemuda ada di mana-mana, karena pemuda juga termasuk dalam semua siklus bencana,” terang Victor.

“Karena itu kenalilah ancaman bencana di sekitarmu dan mulai beraksi saat ini juga,” tegas Victor sekaligus menutup acara. (luk)

(Kemenpora RI) melalui program Wirasena mengumumkan hasil Seleksi Nasional Nominasi Delegasi Indonesia untuk mengikuti 2026 China–ASEAN Youth Campus dan Bridge of the Future China–ASEAN Young Leaders Capacity Building Program. (foto: istimewa)
Jumat, 14 Agustus 2026

12 Nomine Delegasi Indonesia Bersiap Ikuti Seleksi Internasional Program China–ASEAN 2026

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui program Wirasena mengumumkan hasil Seleksi Nasional Nominasi Delegasi Indonesia untuk mengikuti 2026 China–ASEAN Youth Campus dan Bridge of the Future China–ASEAN Young Leaders Capacity Building Program. Sebanyak 12 peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi, organisasi, dan institusi di Indonesia berhasil lolos seleksi nasional dan akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan bersama All China Youth Federation.

Menpora RI Erick Thohir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8) sore. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 14 Agustus 2026

Sampaikan Pesan Presiden di Hari Pramuka ke-65, Menpora Erick Tekankan Peran Pilar Pramuka Bentuk Karakter Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mewakili Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri sekaligus membacakan amanat Presiden pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus Jambore Nasional ke XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8) sore.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada 14 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan zaman. (foto: dok/kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Hari Pramuka ke-65 Dorong Generasi Muda Berkontribusi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang jatuh pada 14 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Ini menjadi momentum untuk mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai tantangan zaman melalui semangat kepemimpinan, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81