Lantik 9 Pejabat Tinggi Madya, Menpora Amali Ingatkan Perbaikan Tata Kelola Birokrasi

Senin, 01 Maret 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (1/3) hari ini. (foto:raiky/kemenpora.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (1/3) hari ini. (foto:raiky/kemenpora.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Auditorium Wisma Kemenpora, Senin (1/3) hari ini. 

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenpora ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12/TPA tahun 2021 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26/TPA Tahun 2021 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Surat keputusan ini sekaligus memberhentikan Dr. ER. Yuni Poerwanti, M.Pd dari jabatannya sebagai Staf Ahli Bidang Politik Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sementara itu sembilan pejabat yang dilantik antara lain sebagai berikut; Dr. Ir. Hamka Hendra Noer, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Sportivitas Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. Dwijayanto Sarosa Putera sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kementerian Pemuda dan Olahraga.  

Sementara pejabat lain yang dilantik berdasarkan struktur baru yakni, Drs. Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, M.B.A sebagai Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., DFM sebagai Kepala Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. H. M. Asrorun Ni'am, S.Ag., M.A sebagai Kepala Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga. 

Dr. Raden Isnanta, M.Pd sebagai Kepala Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Drs. Chandra Bhakti, M.Si sebagai Kepala Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. Jonni Mardizal, M.M sebagai Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. Samsudin, M.Pd sebagai Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan ini disaksikan oleh Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN) Tasdik Kinanto, SH, M.Hum dan Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK). 

Dalam sambutannya, Menpora Amali menjelaskan alasan dirinya meminta para pejabat yang dilantik menggunakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk mengingatkan bahwa mereka adalah pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di birokrasi pemerintah. 

"Sejak saya memimpin saya minta untuk setiap pelantikan menggunakan baju KORPRI, supaya setiap pejabat ketika akan memulai pekerjaannya di dalam tugas dan sesuai dengan posisi masing-masing selalu mengingat bahwa dia adalah ASN, dia adalah pejabat di birokrasi pemerintahan bukan pegawai swasta. Sebab berbeda karakternya ketika mengelola birokrasi pemerintahan dan birokrasi non pemrintahan. Mudah-mudahan dengan simboliasisi pelantikan menggunakan baju KORPRI kita selalu mengingat bahwa tujuan kita adalah mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing," kata Menpora Amali. 

Menpora Amali menjelaskan bahwa saat ini pihaknya di Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berupaya dan terus berbenah diri. Salah satunya dengan terus melakukan perbaikan tata kelola birokrasi. Hal itu pun membuahkan hasil dengan dirinya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

"Ahamdulillah pada pemeriksaan BPK laporan keuangan Kemenpora yang sudah sekian tahun tidak pernah mendapatkan posisi yang baik, laporan keuangan pada pengumuman yang lalu kita mendapatkan WTP. Ini adalah kerja kita bersama dan komitmen kita untuk mau berubah, mau memperbaiki birokrasi," jelasnya. 

Menurut Menpora Amali, meski sudah meraih predikat WTP dari BPK, namun pihaknya terus melakukan reformasi untuk perbaikan di Kemenpora. "Lima program prioritas yang kami canangkan 2020 sampai 2024 yang akan datang kami menmpatkan posisi tata kelola menjadi program prioritas yang utama, karena itu kami mengerti perbaikan secara terus- menerus tata kelola birokrasi di lingkungan Kemenpora pasti akan berdampak pada prioritas-prioritas atau kegiatan dan program yang lainnya. Kalau tata kelolanya tidak baik, maka kita jangan berharap kegiatan maupun program yang lainnya akan baik," kata Menpora Amali. 

Selanjutanya, Menpora Amali memastikan bahwa berbagai program dan kegiatan Kemenpora kedepan akan lebih fokus pada kegiatan yang dirasakan manfaatnnya oleh masyarakat. Hal itu seusia dengan arahan Presiden Joko Widodo. "Kita berharap negara melalui APBN benar-benar bisa dimanfaatkan untuk satu kegiatan dan program yang tepat sarasan kami Kemepora. Setiap kegiatan dan program selalu harus mengedepankan output, outcome atau manfaat buat masyarakat," ujar dia. 

Untuk para pejabat yang baru saja dilantik, Menpora Amali meminta mereka untuk melakukan tugas sesuai dengan komitmen yang sudah ditandatangani saat dilantik. "Saya kira ini menjadi janji saudara-saudara bukan hanya pada saya, tapi nanti pada tuhan yang maha Esa. Oleh karena itu setiap kita menuju kegelisahan, menuju godaan, menuju kegalauan coba dibaca lagi apa yang menjadi komitmen, apa pernah dijanjikan ketika dilantik," katanya.

Kemudian, Menpora Amali mengingatkan bahwa jabatan Menteri paling lama hanya lima tahun. Namun untuk ASN di Kemenpora akan menjadi penghuni tetap meski menterinya berganti-ganti. Oleh karena itu dia meminta para pejabat di Kemenpora untuk benar-benar memperbaiki administrasi dan tata kelola sehingga membuat pemuda dan olahraga menjadi baik. 

"Bapak dan ibu adalah penghuni tetap kantor ini. Oleh karena itu saya minta kita jaga kantor ini, jadikan kantor ini menjadi kebanggaan kita yang ada di dalam kantor ini. Oleh karena demikian kita selalu termotivasi setiap pagi datang ke kantor bahwa kita harus bangga menjadi bagian dari birokrasi dari Kemenpora," pintanya.


 

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Naik dari Medali Perunggu ke Perak, Fredy Setiawan Bidik Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, di kampung halamannya di Sumsel justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata.(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, Misi Irfan Bangun Generasi Melek Digital di Wirasena Youth Camp 2026

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, kenyataan yang ia temui di kampung halamannya di Sumatera Selatan justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata, keterbatasan fasilitas komputer, hingga penggunaan gawai yang belum sepenuhnya produktif.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026