Baru 5 Provinsi Punya Regulasi Desain Olahraga Daerah, Kemendagri Dorong Percepatan

Jumat, 16 Oktober 2026
Bagikan:
Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Ranto dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Ranto dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)

Jakarta:Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di daerah masih menghadapi tantangan, terutama dalam penyusunan regulasi dan penguatan tata kelola. Dari hasil pemantauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), baru lima provinsi yang tercatat telah menetapkan peraturan gubernur tentang Desain Olahraga Daerah (DOD).

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan kelembagaan belum sepenuhnya diikuti kesiapan regulasi. Padahal, DOD menjadi instrumen penting untuk menerjemahkan kebijakan olahraga nasional ke dalam program, perencanaan, dan penganggaran sesuai potensi serta kebutuhan masing-masing daerah.

Hal tersebut disampaikan Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Ranto Bernard yang hadir menjadi narasumber pada Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta, Jumat (16/10).

"Jadi, bagaimana kita bisa bicara desain olahraga daerah kalau ternyata kita sendiri belum menetapkan regulasinya," ujar Ranto Bernard pada paparannya yang berjudul 'Penguatan Regulasi dan Tata Kelola Kelembagaan Daerah untuk Desain Olahraga Daerah (DOD) yang Akuntabel, serta Sinergi Pelaksanaan DOD Lintas OPD'.

Dalam paparannya, Kemendagri menekankan pentingnya penguatan regulasi dan tata kelola kelembagaan daerah agar pelaksanaan DOD berjalan efektif dan selaras dengan target DBON.

Berdasarkan data yang disampaikan, baru lima provinsi yang telah menetapkan peraturan gubernur tentang DOD. Sementara itu, 33 provinsi lainnya belum teridentifikasi memiliki regulasi khusus tersebut.

"Dari sisi kelembagaan, kesiapan pemerintah provinsi dinilai cukup baik. Data yang dipaparkan menunjukkan 32 dari 34 provinsi dalam pemetaan memiliki perangkat daerah urusan kepemudaan dan olahraga dengan tipe A. Kondisi ini dinilai menjadi modal untuk mempercepat implementasi DOD," tuturnya.

Kemendagri, lanjutnya, mendorong pemerintah daerah segera menetapkan regulasi DOD dan mengintegrasikannya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari RPJPD, RPJMD, rencana strategis perangkat daerah, RKPD, hingga APBD. Penyusunannya perlu disesuaikan dengan karakteristik, potensi, dan kapasitas setiap daerah.

"Selain regulasi, penguatan DOD membutuhkan pembenahan tata kelola dan pembagian peran yang jelas antarpemangku kepentingan. Pembangunan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan Dispora, tetapi juga memerlukan sinergi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida), sekretariat daerah, perangkat daerah teknis, unsur pengawasan, serta mitra terkait," urainya.

Ia menyoroti tiga aspek utama yang perlu diperkuat, yakni tata kelola, kelembagaan, dan sinergi antarperangkat daerah. Ketiganya diperlukan agar perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan, pemantauan, serta pertanggungjawaban program olahraga berjalan terarah dan tidak tumpang tindih.

Pembagian kewenangan juga perlu diperhatikan, termasuk dalam pembinaan olahraga pendidikan. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus menyesuaikan program dengan kewenangan masing-masing, sehingga pembinaan atlet pelajar dapat berlangsung secara berkesinambungan.

"Di sisi lain, olahraga juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), salah satunya melalui pengembangan industri olahraga. Potensi tersebut perlu digarap lebih serius, terutama ketika pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dan dituntut lebih kreatif dalam mengembangkan sumber pendapatan," jelasnya lagi.

Kemendagri mencatat 469 daerah memiliki kapasitas fiskal lemah, sedangkan 43 daerah masuk kategori fiskal kuat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi daerah untuk menentukan prioritas program sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Untuk mempercepat implementasi DOD, Kemendagri mengusulkan peta jalan selama 12 bulan. Tahapannya meliputi pemetaan kelembagaan dan regulasi, identifikasi perangkat daerah serta mitra, pengaktifan tim koordinasi, finalisasi desain, integrasi perencanaan dan anggaran, hingga evaluasi.

"Melalui langkah itu, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun tata kelola olahraga yang lebih terarah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan potensi daerah untuk mendukung pencapaian target DBON," pungkas Ranto Bernard. (ben)

Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Ranto dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Baru 5 Provinsi Punya Regulasi Desain Olahraga Daerah, Kemendagri Dorong Percepatan

Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di daerah masih menghadapi tantangan, terutama dalam penyusunan regulasi dan penguatan tata kelola.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Bengkalis Siap Jalankan Desain Olahraga Daerah, Fokus Pembinaan di Tengah Efisiensi Anggaran

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, berkomitmen menerjemahkan Desain Olahraga Daerah (DOD) menjadi program nyata untuk meningkatkan kebugaran masyarakat dan melahirkan atlet berprestasi.

Kasubdirektorat Perencanaan Teknis, Kementerian Pekerjaan Umum, Feriqo Yogananta yang hadir menjadi narasumber pada Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Sinergi Kemenpora dan Kementerian PU: Genjot Infrastruktur Olahraga Berstandar Internasional Tanpa Bebani APBD

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi dalam pembangunan dan renovasi sarana serta prasarana olahraga nasional.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026