Bengkalis Siap Jalankan Desain Olahraga Daerah, Fokus Pembinaan di Tengah Efisiensi Anggaran

Jumat, 16 Oktober 2026
Bagikan:
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)

Jakarta: Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, berkomitmen menerjemahkan Desain Olahraga Daerah (DOD) menjadi program nyata untuk meningkatkan kebugaran masyarakat dan melahirkan atlet berprestasi. 

Meskipun tantangannya adalah implementasi kebijakan tersebut harus berjalan di tengah keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, mengatakan keberhasilan pembangunan olahraga tidak cukup diukur dari tersusunnya dokumen kebijakan. Hal terpenting adalah bagaimana kebijakan itu dijalankan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta prestasi olahraga.

“Bagi kami, pembangunan olahraga bukan sekadar menyelenggarakan pertandingan atau mengejar prestasi. Pembangunan olahraga adalah investasi jangka panjang untuk masyarakat yang sehat dan bugar, melahirkan atlet berprestasi, serta membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Hadi dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10).

Dalam sesi Pemaparan Perkembangan dan Implementasi DOD di Daerah, Hadi menjelaskan, Kabupaten Bengkalis telah melalui proses penyusunan DOD sejak 2023 hingga akhirnya menetapkan Peraturan Bupati pada 2025. Pemerintah daerah juga telah menyusun peta jalan atau roadmap DOD untuk periode 2025–2029 sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan olahraga lima tahun ke depan.

Menurutnya, tahap selanjutnya adalah memastikan regulasi tersebut terintegrasi dengan program kerja, penganggaran, dan target kinerja perangkat daerah.

“Kami tidak ingin program hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Output dan outcome-nya harus jelas, sehingga setiap program memiliki sasaran dan setiap anggaran dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil yang terukur,” tegasnya.

Dalam implementasinya, DOD Kabupaten Bengkalis bertumpu pada tiga pilar utama, yakni olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan olahraga pendidikan.

Olahraga masyarakat diarahkan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran warga. Olahraga pendidikan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan budaya olahraga sekaligus mengidentifikasi bakat sejak usia sekolah. Sementara itu, olahraga prestasi dikembangkan melalui pembinaan atlet yang terencana, peningkatan kualitas pelatih, serta kompetisi berjenjang.

Ketiga pilar tersebut diharapkan saling mendukung. Budaya olahraga di masyarakat dan sekolah menjadi fondasi bagi pembinaan atlet, sedangkan sistem pembinaan yang baik membuka peluang lahirnya atlet berprestasi.

Bengkalis juga memilih pendekatan berbasis potensi daerah dengan menetapkan cabang olahraga unggulan. Untuk mendukung arah kebijakan DBON, daerah ini memprioritaskan atletik dan renang. Adapun sepak takraw menjadi salah satu cabang olahraga unggulan daerah.

Hadi menilai, pembinaan tidak harus dilakukan secara merata pada seluruh cabang olahraga dengan intensitas yang sama. Penentuan prioritas diperlukan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Di tengah upaya memperkuat pembinaan, keterbatasan fiskal menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah daerah. Hadi mengungkapkan, efisiensi anggaran berpotensi memengaruhi program kepemudaan dan olahraga, terutama dalam penyusunan APBD 2027.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bengkalis karena pendapatan daerahnya turut dipengaruhi dana bagi hasil minyak dan gas bumi. Ia menyebut daerahnya menghadapi potensi pengurangan dana transfer sekitar Rp250 miliar pada tahun mendatang.

Karena itu, Hadi berharap pemerintah pusat dapat mendorong kebijakan yang memberi kepastian terhadap alokasi anggaran kepemudaan dan olahraga di daerah.

Ia mengusulkan agar Kemenpora berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempertimbangkan batas minimum anggaran olahraga, sebagaimana terdapat pada sejumlah sektor lain yang memiliki ketentuan alokasi anggaran.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran juga harus dijawab melalui perbaikan perencanaan, efisiensi, kolaborasi, dan penetapan prioritas berdasarkan data.

“Respon kita bukan sekadar meminta tambahan anggaran dari pusat. Kita juga perlu memperbaiki perencanaan, meningkatkan efisiensi, membangun kolaborasi, dan menentukan prioritas berdasarkan data,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, Bengkalis menargetkan pembangunan olahraga yang sehat, berprestasi, dan berkelanjutan. Masyarakat diharapkan semakin aktif berolahraga, sementara pembinaan atlet dapat berjalan konsisten dengan dukungan perencanaan dan sistem regenerasi yang lebih kuat.

“DOD Bengkalis sudah ditetapkan. Sekarang saatnya diimplementasikan. Kami harus memastikan dokumen dan peta jalan yang telah disusun menjadi program nyata, dilaksanakan dengan baik, memberikan manfaat, dan mendorong prestasi,” pungkas Hadi.(ben)

Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Ranto dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Baru 5 Provinsi Punya Regulasi Desain Olahraga Daerah, Kemendagri Dorong Percepatan

Implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di daerah masih menghadapi tantangan, terutama dalam penyusunan regulasi dan penguatan tata kelola.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, dalam Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Bengkalis Siap Jalankan Desain Olahraga Daerah, Fokus Pembinaan di Tengah Efisiensi Anggaran

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, berkomitmen menerjemahkan Desain Olahraga Daerah (DOD) menjadi program nyata untuk meningkatkan kebugaran masyarakat dan melahirkan atlet berprestasi.

Kasubdirektorat Perencanaan Teknis, Kementerian Pekerjaan Umum, Feriqo Yogananta yang hadir menjadi narasumber pada Forum Nasional: Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman Jakarta.(Foto:Kemenpora/Bagus)
Jumat, 16 Oktober 2026

Sinergi Kemenpora dan Kementerian PU: Genjot Infrastruktur Olahraga Berstandar Internasional Tanpa Bebani APBD

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi dalam pembangunan dan renovasi sarana serta prasarana olahraga nasional.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026