Kemenpora Bekali Talenta Muda dengan Skill dan Jaringan untuk Hadapi Dunia Kerja melalui Wirasena Youth Career Hub 2026

Rabu, 26 Agustus 2026
Bagikan:
Kemenpora RI menyelenggarakan Wirasena Youth Career Hub 2026. Program ini menjadi wadah bagi talenta muda dari organisasi kepemudaan dan komunitas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring karier. (foto: thomas/Kemenpora)
Kemenpora RI menyelenggarakan Wirasena Youth Career Hub 2026. Program ini menjadi wadah bagi talenta muda dari organisasi kepemudaan dan komunitas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring karier. (foto: thomas/Kemenpora)

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyelenggarakan Wirasena Youth Career Hub 2026. Program ini menjadi wadah bagi talenta muda dari organisasi kepemudaan dan komunitas untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring karier.

Program tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang kompetitif, berkarakter, patriotik, gigih, serta memiliki empati.

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah dalam rangka Kemenpora sebagai media bagi komunitas pemuda berupaya menghasilkan pemuda yang mampu bersaing secara hardskill dan softskill,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Bina Kepemudaan Badan Usaha dan Swasta Rinilda di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/8).

Wirasena Youth Career Hub 2026 diikuti 50 peserta dari 10 organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung+. Para peserta mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi melalui pengembangan hard skill dan soft skill yang diberikan oleh para praktisi.

“Inilah yang membedakan program kita dengan program-program di luar sana, karena kita mensupport pembentukan karakter pemuda agar menjadi talenta muda yang siap berkompetisi, berkarakter, empatik, patriotik dan gigih,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kompetensi, peserta juga mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah untuk melengkapi curriculum vitae (CV). Program ini juga menjadi ruang bagi peserta memperluas jaringan dengan mentor, komunitas, dunia industri, dan dunia kerja.

Jejaring tersebut diharapkan dapat membuka peluang pekerjaan sekaligus mendukung pengembangan karier para talenta muda di masa mendatang. “Harapan kita melalui kegiatan ini para pemuda kita lebih meningkat lagi kompetensi dirinya. Dan juga melalui kegiatan ini mereka akan lebih terbuka lagi wawasannya, jaringannya, komunikasinya baik dengan sesama peserta maupun dengan mentor dan narasumbernya,” kata Rinilda.

Menurutnya, Kemenpora ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja, tetapi juga karakter dan jejaring yang dapat mendukung perjalanan karier. “Yang terpenting kegiatan ini merupakan wadah karena kita Kemenpora selaku rumah pemuda telah memberikan jembatan bagi para peserta untuk menaikkan skill SDM pemuda Indonesia,” ujarnya.

“Pesan kami melalui kegiatan ini pemuda kita tetap menjadi pemuda yang tangguh, berkompetensi tidak hanya hardskill tapi juga pantang menyerah, mengedepankan jiwa nasionalisme dan juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baik untuk diri sendiri dan lingkungannya,” sambungnya.

CEO Better and Co, Aline Rosida Djumhana, yang hadir sebagai narasumber dalam tema 'Eksplorasi Industri dan Realita Dunia Kerja', mengingatkan peserta agar memahami tujuan dan pilihan karier setelah lulus kuliah. Menurutnya, setiap orang memiliki pilihan berbeda. Ada yang ingin bekerja di perusahaan, menjadi akademisi, pelayan publik, maupun membangun usaha sendiri. Setiap pilihan memiliki konsekuensi dan tantangan masing-masing.

“Garis besarnya, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya ingin kita lakukan setelah lulus kuliah. Sebagian teman-teman mungkin ingin masuk dunia kerja, menjadi akademisi, pelayan publik, atau bahkan menjadi pengusaha. Masing-masing pilihan tentu memiliki konsekuensinya,” kata Aline.

Bagi mereka yang ingin masuk dunia kerja secara profesional, Aline menyebut ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, pencari kerja perlu memahami sektor industri dan organisasi yang dituju. Pilihannya beragam, mulai dari BUMN, pemerintahan, hingga perusahaan multinasional yang masing-masing memiliki budaya kerja berbeda.

Karena itu, menurut Aline, ada tiga hal utama yang perlu dipersiapkan. Pertama, memperbaiki CV agar dapat lolos sistem rekrutmen. Kedua, meningkatkan kemampuan teknis. Ketiga, memahami budaya organisasi yang dilamar. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menganggap kegagalan dalam proses rekrutmen sebagai tanda tidak memiliki kemampuan.

“Kalau kita tidak diterima di sebuah organisasi, belum tentu berarti kita tidak memiliki kemampuan. Bisa jadi budaya organisasi tersebut memang kurang sesuai dengan kita,” tuturnya.

Aline mengibaratkan setiap orang seperti pohon yang membutuhkan tanah yang tepat untuk tumbuh dan menghasilkan buah terbaik. “Jangan memaksakan pohon kelapa tumbuh di gunung atau pohon teh tumbuh di pesisir. Tantangan kita adalah mencari tahu apa yang kita inginkan dan menemukan tempat yang memungkinkan kita berkembang secara optimal sekaligus memberikan dampak terbesar,” ujarnya.

Menurut Aline, kemampuan belajar atau learning skill juga menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Ilmu yang diperoleh saat kuliah belum tentu seluruhnya relevan ketika seseorang memasuki dunia kerja. Karena itu, anak muda harus memiliki kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.

“Sambil menunggu mendapatkan pekerjaan, kita juga bisa terus menambah ilmu dan meningkatkan kemampuan. Tunjukkan bahwa kita siap untuk belajar apa saja dan kapan saja,” katanya. Ia menekankan pentingnya memahami purpose in life atau tujuan hidup sebelum menentukan langkah karier.

“Pesan utamanya adalah pahami terlebih dahulu purpose in life atau tujuan hidup kita. Tentukan pilihan hidup secara sadar dan pertimbangkan ingin menjadi seperti apa di masa depan,” ujar Aline.

Setelah menentukan arah, generasi muda perlu melengkapi diri dengan kemampuan yang dibutuhkan dan tetap rendah hati untuk terus belajar. “Seperti prinsip stay foolish, stay hungry, kita tidak boleh merasa sudah cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini. Teruslah belajar dan berkembang,” pungkasnya. (ben)

Kemenpora RI mengajak masyarakat membiasakan hidup aktif dengan rutin berolahraga. Tak perlu aktivitas berat, berjalan kaki bersama keluarga pun dinilai sudah menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebugaran. (foto: andre/Kemenpora)
Rabu, 02 September 2026

Rabu Bugar Kemenpora, Ajak Masyarakat Lawan Penyakit dengan Rajin Bergerak dan Berolahraga

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengajak masyarakat membiasakan hidup aktif dengan rutin berolahraga. Tak perlu aktivitas berat, berjalan kaki bersama keluarga pun dinilai sudah menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebugaran.

Menpora RI Erick Thohir menyambut baik kegiatan Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2026 Jakarta International 10K yang digelar pada 13 September mendatang. (foto:Herry/kemenpora.go.id)
Rabu, 02 September 2026

Nestle Milo dan ISS 2026 Berkolaborasi Dalam MAIR 2026 Jakarta International 10K, Menpora Erick Tekankan Industri Olahraga Sebagai Investasi Kesehatan dan Ekonomi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik kegiatan Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2026 Jakarta International 10K yang digelar pada 13 September mendatang. Menurut Menpora, ajang olahraga lari inisiatif Nestle Milo bekerja sama Kemenpora ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah dengan pihak swasta dalam memasyarakatkan olahraga sekaligus mengembangkan industri olahraga Tanah Air.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian serius terhadap atlet-atlet disabilitas. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 01 September 2026

Kemenpora Perkuat Kolaborasi dengan NPC Indonesia, Fokus Pembinaan Atlet Disabilitas Demi Prestasi Mendunia

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi yang berkelanjutan dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC Indonesia), baik dalam persiapan multi-event maupun keikutsertaan pada berbagai kejuaraan internasional.

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.
Rabu, 02 September 2026

Kenzie Bawa Isu Hankam Lebih Dekat ke Anak Muda

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 31 Agustus 2026

Berlari Membawa Pesan, Bangkit Saputra Sampaikan Suara untuk Indonesia di Merdeka Run 2026

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. Bangkit Saputra datang dengan misi lain: membawa pesan untuk Indonesia melalui setiap langkahnya.

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Deretan Juara Naik Podium di Berbagai Kategori Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Deretan Juara Naik Podium di Berbagai Kategori Merdeka Run 2026

Momen penyerahan penghargaan di berbagai kategori ini menegaskan bahwa Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah apresiasi bagi semangat juang, kreativitas, dan kebersamaan seluruh peserta dalam merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Musik Wali dan Moluccan Soul Meriahkan Panggung Hiburan Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Musik Wali dan Moluccan Soul Meriahkan Panggung Hiburan Merdeka Run 2026

Penampilan Wali dan Moluccan Soul menunjukkan bahwa Merdeka Run 2026 tak hanya menghadirkan tantangan fisik lewat lintasan lari, tetapi juga ruang hiburan dan kebersamaan yang membuat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin berkesan bagi seluruh peserta.

Usai Garis Finis, Peserta Nikmati Kemeriahan Race Village Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Usai Garis Finis, Peserta Nikmati Kemeriahan Race Village Merdeka Run 2026

Suasana penuh keceriaan di Race Village menegaskan bahwa Merdeka Run 2026 bukan sekadar ajang lari, melainkan juga ruang perayaan yang menyatukan olahraga, kuliner, dan kebersamaan masyarakat dalam semangat kemerdekaan.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81