Cetak Pelatih Berkelas Dunia, Indonesia Gelar World Aquatics Certification Course di Bali
Bali: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bekerjasama dengan Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia dan World Aquatics menyelenggarakan World Aquatics Certification Course for Youth Group Combination Swimming and Open Water Swimming (OWS) di Bali pada 2 hingga 8 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia, mengatakan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan kualitas atlet, tetapi juga kualitas pelatih sebagai ujung tombak pembinaan.
"Atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, khususnya pada cabang olahraga akuatik,” kata Leny.
Menurutnya, pelatih berperan penting dalam pembinaan atlet, mulai dari pencarian bakat, pengembangan kemampuan, hingga mengantarkan atlet berprestasi di level internasional.
Pelatihan bertaraf internasional ini, diikuti 20 orang peserta yang telah lolos seleksi pre-test yang dilaksanakan oleh World Aquatics. Bersamaan dengan itu, Indonesia juga dipercaya sebagai hosting pada pelatihan pelatih Open Water Swimming Level Asia yang diikuti oleh 17 peserta yang berasal dari Asia dan Oceania termasuk Indonesia.
Leny mengatakan, Kemenpora RI terus memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi tenaga keolahragaan sebagai salah satu prioritas pembangunan olahraga nasional. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi pelatih yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.
"Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara internasional, kita optimistis kualitas pembinaan atlet akan semakin merata, profesional, dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bangsa,” tuturnya.
Pada pelatihan ini, World Aquatics menghadirkan Lee Yu Gary Tan sebagai instruktur utama dalam program Swimming Coach Age Group. Dengan pengalaman dan kompetensinya, Gary membekali peserta dengan materi yang disampaikan mencakup pengembangan teknik, perencanaan dan penyusunan program latihan yang efektif dan berkelanjutan, metode latihan modern, pendekatan pembinaan atlet muda, dan berbagai aspek penting dalam proses mencetak atlet berprestasi.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada PB Akuatik Indonesia atas proses seleksi yang objektif serta komitmennya dalam membangun sistem pembinaan pelatih yang berkualitas. Kami juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Lee Yu Gary Tan yang berkenan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik kepada para peserta,” ucapnya.
Selain pemberian materi di ruang kelas, para peserta juga menjalani praktik kepelatihan secara langsung. Melakukan simulasi kepelatihan, mengamati teknik atlet, menyusun program latihan, dan menerapkan metode pembinaan yang telah dipelajari. Pendekatan yang menggabungkan teori, diskusi, dan praktik ini diharapkan dapat membantu para pelatih menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara lebih konkret saat di lapangan.
Sebagai hosting penyelenggaraan International Open Water Swimming Course, dihadirkan Melanie Tantrum sebagai narasumber dari World Aquatics. Melalui program tersebut, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengembangan olahraga renang perairan terbuka atau open water swimming berdasarkan standar internasional.
"Penyelenggaraan kedua kegiatan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem olahraga akuatik. Pengembangan prestasi tidak hanya diarahkan kepada atlet, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelatih sebagai sosok penting dibalik proses pembinaan. Kualitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya atlet Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya. (ben)










