Menpora Erick Thohir Apresiasi Bhinneka Run 2026 yang Memberikan Ruang Inklusif Bagi Pelari Disabilitas

Sabtu, 04 Juli 2026
Bagikan:
Menpora Erick mengapresiasi Bhinneka Run 2026  melibatkan disabilitas yang digelar di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7). (foto: Gilang/kemenpora.go.id)
Menpora Erick mengapresiasi Bhinneka Run 2026 melibatkan disabilitas yang digelar di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7). (foto: Gilang/kemenpora.go.id)

Jakarta: Bhinneka Run 2026 resmi digelar di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat melepas 3.500 peserta yang mengikuti tiga kategori lomba, yakni 3K, 5K, dan 10K.

Bhinneka Run 2026 menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dengan memberikan rute yang menawan dengan melintasi rumah-rumah adat dan ikon budaya dari seluruh provinsi di Indonesia di kawasan TMII. Suasana perlombaan pun semarak dengan penampilan kesenian tradisional, seperti tanjidor, angklung, dan tari Tor-Tor, yang menghibur peserta di sepanjang lintasan.

Tidak hanya menjadi ajang olahraga bagi masyarakat umum, Bhinneka Run 2026 turut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi. Kehadiran para pelari disabilitas mendapat apresiasi dari Menpora Erick sebagai wujud penyelenggaraan olahraga yang inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat.

"Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," ujar Menpora.

Ia menambahkan, penyelenggaraan event yang melibatkan peserta disabilitas menunjukkan bahwa olahraga merupakan hak setiap warga negara tanpa terkecuali.

"Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali," tutur nya

Menurut Menpora Erick, penyelenggaraan olahraga yang inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat. Pemerintah terus berupaya meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang ramah disabilitas agar dapat diakses secara lebih luas.

Lebih lanjut Menpora Erick menyampaikan bahwa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 25,9 juta jiwa, 11 persen di antaranya aktif berolahraga. Kondisi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memberikan ruang dan peningkatkan partisipasi olahraga bagi para penyandang disabilitas.

Selain mendorong partisipasi masyarakat penyandang disabilitas, Kemenpora berupaya secara maksimal untuk memperpanjang kontribusi atlet disabilitas setelah memasuki masa purna. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memberikan kesempatan bagi mereka sebagai tenaga pendidik.

"Kami ingin para atlet disabilitas tetap memiliki ruang untuk mengabdi setelah masa purnanya. Pengalaman dan prestasi mereka sangat berharga untuk dibagi serta membina adik-adik kita di sekolah baik di pusat maupun di daerah sehingga lahir generasi atlet disabilitas yang semakin berprestasi," pungkas Menpora. (thi)

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

CFD Jalan Sudirman Bogor, Warga Bergerak Bersama Wujudkan Hidup Aktif dan Bugar

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif dan bugar.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026