72 Tenaga Klasifier Dinyatakan Lulus, Modal Pemerataan Pengembangan Olahraga Disabilitas di Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026
Bagikan:
Sebanyak 72 peserta resmi mendapatkan sertifikasi untuk menjadi tenaga klasifikasi olahraga disabilitas di Indonesia. (foto:dok/NPC Indonesia)
Sebanyak 72 peserta resmi mendapatkan sertifikasi untuk menjadi tenaga klasifikasi olahraga disabilitas di Indonesia. (foto:dok/NPC Indonesia)

Solo: Sebanyak 72 peserta resmi mendapatkan sertifikasi untuk menjadi tenaga klasifikasi olahraga disabilitas di Indonesia. Para peserta dinyatakan lulus menjadi klasifier disabilitas fisik setelah dilakukan dua pelatihan di Karanganyar dan Makassar.

Total ada 77 peserta dari 28 provinsi yang mengikuti pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas tingkat nasional untuk kategori disabilitas fisik. Kegiatan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) ini terbagi untuk wilayah Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur.

45 peserta untuk wilayah Indonesia bagian barat telah menjalani pelatihan di Kota Solo pada 19-22 Mei 2026 lalu. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi untuk menjadi tenaga klasifikasi olahraga disabilitas kategori disabilitas fisik.

Sementara untuk wilayah Indonesia bagian timur digelar di Kota Makassar pada 29 Juni - 2 Juli 2026. Total, ada 32 peserta dari sebelas provinsi yang mengikuti pelatihan tahap kedua ini. Dari jumlah tersebut, 27 peserta dinyatakan lulus sebagai seorang klasifier olahraga disabilitas fisik.

Indonesia pun kini memiliki 72 tenaga klasifikasi olahraga disabilitas fisik baru. Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia, mengatakan kehadiran 72 tenaga tersertifikasi tersebut menjadi harapan baru dalam pemerataan pengembangan olahraga disabilitas.

"Output dari kegiatan ini, kami ingin ada tenaga klasifier baru yang berkompeten untuk melakukan klasifikasi di daerah-daerah, khususnya daerah yang belum ada klasifier tersertifikasi, sehingga ada pemerataan di setiap provinsi untuk memiliki klasifier olahraga disabilitas," kata Leny Kurnia, Kamis (2/7).

Kehadiran tenaga klasifikasi olahraga disabilitas, termasuk kategori disabilitas fisik, sangat penting dalam mengejar prestasi level internasional. Chief Classifier NPC Indonesia, Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR (K), menjelaskan bahwa para atlet wajib lolos proses klasifikasi untuk bisa mengikuti pertandingan.

Pemerataan tenaga klasifikasi memberikan peluang bagi setiap penyandang disabilitas di daerah untuk menjadi seorang atlet. Mereka bisa diarahkan sesuai potensi cabang olahraga serta nomor pertandingan yang bisa diikuti.

"Kita menghadapi tantangan, dengan luasnya wilayah Indonesia, masih sedikit kesadaran masyarakat di daerah bahwa para penyandang disabilitas juga bisa berprestasi. Klasifikasi menjadi hal yang sangat penting dalam olahraga disabilitas karena menjadi pondasi untuk pertandingan yang setara, sehingga tidak ada pertandingan tanpa proses klasifikasi," jelas Retno.

"Dengan adanya pelatihan di Makassar ini, diharapkan akan ada klasifier baru yang bisa membantu untuk memberikan klasifikasi di daerahnya masing masing, sehingga calon atlet yang direkrut sudah memiliki, atau paling tidak penempatan yang mendekati dalam perkiraan sport class. Dengan begitu, ketika akan dibina olah daerahnya, sport class dari calon atlet tersebut tidak meleset terlalu jauh. Ini hal yang baik dalam mencari bibit-bibit atlet baru karena kita harus mempersiapkan Paralympic 2028," imbuhnya.

*Berharap Pelatihan Spesifik*

Sementara itu, salah satu peserta dari provinsi Bali, dr. Made Dwi Puja Setiawan, Sp. K.F.R., M.Ked.Klin. AIFO-K. merasa senang bisa menjadi bagian dari pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas ini. Ia banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru yang berguna dalam proses klasifikasi atau pengelompokkan atlet penyandang disabilitas.

"Menurut saya, pelatihan ini sangat penting untuk diberikan kepada tenaga klasifier dan disebar ke semua daerah karena tidak mungkin penyandang disabilitas hanya terpusat di kota-kota besar saja. Penyandang disabilitas di semua daerah memerlukan tenaga untuk mengklasifikasikan seorang atlet disabilitas, cocoknya kemana gitu, sehingga bisa menjangkau atlet lebih banyak dan variasi atlet yang dijangkau juga menjadi lebih banyak," ucap Made Puja.

Made Puja berharap, setelah kegiatan di Makassar rampung, akan ada pelatihan lagi, terutama yang spesifik ke cabang olahraga tertentu. Dengan begitu, peran tenaga klasifikasi olahraga disabilitas bisa lebih maksimal karena memiliki ilmu-ilmu baru.

"Harapannya pelatihan ini bisa berkesinambungan, dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan yang lainnya, juga ketika ada update-update ilmu yang berkembang secara internasional bisa disampaikan ke semua daerah," ucap Made Puja.(NPC Indonesia/amr)

 

Menpora Erick Thohir mengikuti Karnaval “Bersatu Harmoni Nusantara” dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) malam.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Ikuti Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara, Menpora Erick Ingatkan Kerasnya Perjuangan Para Atlet Kibarkan Merah Putih

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengikuti Karnaval “Bersatu Harmoni Nusantara” dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) malam. Menpora mengikuti kegiatan ini secara langsung dengan menaiki kendaraan truk hias yang merupakan kolaborasi Kemenpora, Utusan Khusus Presiden, dan Chef de Mission (CdM) Asian Games 2026.

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Yolla Yuliana Bangga Ikut Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia untuk Memperkuat Rasa Cinta Tanah Air

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).

Menpora RI Erick Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Senin, 17 Agustus 2026

Menpora Erick Maknai HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Adalah Keberanian Mengibarkan Bendera Merah Putih di Pentas Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bersama istri, Elizabeth Tjandra Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81