Debut Manis Karateka Leica Lubis: Menang Melawan Tekanan, Pulang dengan Emas SEA Games

Jumat, 02 Januari 2026
Bagikan:
Debut di ajang SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet. Namun bagi Leica Al Humaira Lubis, debut justru menjadi arena pembuktian. (foto:Instagram/leicalubis)
Debut di ajang SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet. Namun bagi Leica Al Humaira Lubis, debut justru menjadi arena pembuktian. (foto:Instagram/leicalubis)

Jakarta: Debut di ajang SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet. Namun bagi Leica Al Humaira Lubis, debut justru menjadi arena pembuktian. Tampil untuk pertama kalinya saat SEA Games 2025 Thailand, dia langsung membawa pulang medali emas. 

Leica Lubis berhasil meraih emas di cabang olahraga karate nomor +68kg putri. Baginya, hasil tersebut merupakan pencapaian luar biasa yang lahir dari pejuangan, disiplin, dan keyakinan pada diri sendiri. 

Final melawan wakil tuan rumah, Songklin Kewalin menjadi momen paling menegangkan. Sorak-suporter lawan menggema, tekanan terasa berlipat. Leica mengakui, situasi itu sempat membuatnya panik.

“Pas final itu tekanannya beda. Satu langkah salah, emas bisa hilang,” kata Leica saat berbincang, Rabu (31/12). 

Sebelum laga, pelatih menangkap kegugupan di wajah Leica. Pesan yang disampaikan pun sederhana namun mendalam. Partai puncak bukan lagi soal menghadapi lawan di depan mata, melainkan menghadapi diri sendiri. 

Pelatih percaya pada kemampuan Leica, namun juga mengingatkan bahwa gugup bisa menghapus hasil latihan panjang. Jelas ini sebuah tantangan mental yang harus ditaklukkan wanita asal Sumatera Utara tersebut. 

Leica bahkan tak menyangka dirinya bisa meraih emas. Dia sempat gelisah, tetapi konseling dari pelatih menjadi titik balik. Leica meluangkan waktu menyendiri sejenak, mengingat kembali proses panjang yang telah dilalui hingga bisa berdiri di panggung internasional.

Ketika namanya dipanggil memasuki pentas pertandingan, semuanya berubah. Leica merasa benar-benar siap. “Ini momennya,” batinnya.

Menghadapi atlet Thailand yang merupakan pemain lama SEA Games, Leica mengandalkan kebiasaan observasi sebelum bertanding. Dia sudah memahami pola dan pergerakan tipikal lawan.

“Bersyukur akhirnya bisa mendapatkan emas, ini adalah momen bersejarah bagi aku,” ujarnya. 

Hasil di ajang pesta olahraga Asia Tenggara jadi prestasi lanjutan yang diraih oleh Leica. Sebelumnya, Leica adalah peraih medali emas di ajang PON 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Leica mengenal olahraga karate dari ayahnya, Andi Lubis. Sang ayah merupakan jurnalis foto di Medan. Pasang surut telah dilaluinya, nyaris menyerah usai tak mendapatkan hasil bagus di Porprov Sumut 2022. Lalu dia bangkit dan hingga kini menjadi andalan tim nasional. 

“Medali ini untuk keluarga. Mereka punya peran besar dalam karier aku. Saat (performa) aku di atas atau di bawah, mereka selalu ada. Bonus yang didapat nantinya untuk membangun rumah buat orang tua. Sebagiannya investasi dan tabungan masa depan,” jelasnya.

Kedepan, target besar sudah menanti atlet berusia 21 tahun itu. Kejuaraan Karate Asia tahun depan menjadi agenda terdekat, disusul mimpi tampil di Asian Games 2026. “Harapannya, semoga aku bisa mempertahankan performa dan terus berkembang,” pungkas Leica. (jef)

Kemenpora RI memperkuat kemudahan berusaha di sektor olahraga melalui kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Kebijakan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perizinan sekaligus mendorong potensi ekonomi olahraga.(dok.Bagus/Kemenpora)
Jumat, 16 Oktober 2026

Kemenpora Buka Jalan Kemudahan Usaha Olahraga Lewat Perizinan Berbasis Risiko dalam Gelaran Forum Nasiona

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) memperkuat kemudahan berusaha di sektor olahraga melalui kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Kebijakan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perizinan sekaligus mendorong potensi ekonomi olahraga.

Kemenpora RI memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi perizinan usaha olahraga. Untuk kemudahan berusaha berjalan seiring dengan pemenuhan standar, sekaligus mendorong olahraga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi. (dok.Bagus/Kemenpora)
Jumat, 16 Oktober 2026

Dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Pemuda dan Olahraga, Izin Usaha Olahraga Makin Terintegrasi, Kemenpora Dorong Olahraga Jadi Peluang Pertumbuhan EkonomI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi perizinan usaha olahraga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemudahan berusaha berjalan seiring dengan pemenuhan standar, sekaligus mendorong olahraga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi.

Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026