Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, membuka kejuaraan BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 di Penabur Intercultural School, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (28/8).
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, membuka kejuaraan BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 di Penabur Intercultural School, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (28/8).
Pembukaan ajang catur bergengsi tingkat sekolah ini ditandai dengan pemukulan beduk oleh Menpora Dito bersama tamu undangan lainnya. Turnamen tersebut diikuti 10 negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya, Menpora Dito memberikan semangat kepada seluruh peserta yang hadir, serta menyampaikan apresiasi tinggi kepada para orang tua yang turut mendukung anak-anak mereka dalam berkompetisi catur internasional.
“Semangat semua adik-adik. Ini kali kedua saya hadir di acara catur yang diselenggarakan oleh BPK Penabur. Antusiasme dari para orang tua sangat luar biasa, dan ini menjadi variabel penting untuk kemajuan catur di Indonesia,” ujar Menpora Dito.
Menpora Dito juga memberikan apresiasi atas komitmen dan dedikasi BPK Penabur dalam memajukan olahraga catur di lingkungan sekolah. Sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga, kata Menpora Dito, merupakan langkah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan berani.
“Apresiasi tinggi untuk BPK Penabur. Komitmen dan dedikasi dalam memajukan olahraga catur patut dicontoh. Pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan catur akan mencetak generasi yang cerdas dan berani. Saya harap semangat ini bisa digas-kan (ditiru) oleh seluruh sekolah di Indonesia,” jelas Menpora Dito.
Kompetisi catur internasional itu diikuti Hongkong, Jepang, Malaysia, Mongolia, Filipina, Myanmar, Rusia, Singapura, Vietnam, dan tuan rumah Indonesia. Sebanyak 251 peserta ikut meramaikan dan mereka terbagi dalam berbagai kelompok umur, mulai U-7 sampai U-17.
“Mari bersama membawa olahraga catur ke level yang lebih tinggi. Untuk Percasi, jadi kan ini sebagai ajang pencarian bakat dan talenta. Semoga akan lahir generasi penerus catur yang baik dan membawa nama harum bangsa,” terang Menpora Dito.
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto. Dia optimis, melalui kompetisi tersebut bakal muncul atlet hebat yang nantinya akan membela Indonesia di panggung internasional.
“Tentu kami berharap ada lahir bintang catur baru lewat kompetisi ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mengembangkan olahraga catur,” pungkas Utut. (jef)