Motivasi Berlipat, Jendi Pangabean Siap Pertahankan Emas di Asian Para Games 2026
Jakarta: Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, siap berjuang mempertahankan prestasinya di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Meski usianya kini 35 tahun, semangat peraih emas Asian Para Games 2018 dan 2022 itu tak surut.
Asian Para Games 2026 menjadi keikutsertaan keempat Jendi di ajang tersebut. Atlet asal Sumatera Selatan ini bertekad kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia di tengah persaingan yang semakin ketat.
Jendi mengungkapkan persiapannya kini sudah memasuki tahap akhir. Dia mengaku hampir sepenuhnya siap untuk bertanding dan berangkat ke Jepang pada Selasa (13/10).
"Persiapannya sekarang sudah persiapan pra-pertandingan. Program sudah siap menuju pertandingan. Kita sudah hampir 100 persen. Besok (Selasa) kita berangkat, kita harus fight," ujar Jendi, Senin (12/10).
Pelatih menargetkan Jendi membawa pulang medali dari Nagoya. Namun, dia memilih fokus memberikan penampilan terbaik tanpa terbebani target tersebut.
"Mudah-mudahan, berharap yang terbaik untuk Indonesia, bisa menyumbangkan medali," katanya.
Kepercayaan diri Jendi juga didukung hasil positif di ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Saat itu, dia menjadi atlet dengan raihan medali emas terbanyak setelah mengoleksi tujuh emas.
Meski demikian, Jendi menyadari Asian Para Games memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi. Karena itu, dia bertekad meningkatkan fokus agar kembali meraih hasil terbaik.
"Tentu ini event yang lebih besar dari ASEAN Para Games kemarin, jadi saya harus benar-benar fokus di sini untuk bisa menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia," tuturnya.
Jendi juga mengakui faktor usia menjadi tantangan tersendiri. Dia harus bekerja lebih keras untuk menjaga performa di tengah persaingan dengan atlet-atlet terbaik Asia.
"Ini menjadi tantangan yang berat juga buat saya, karena umur saya sudah tidak muda lagi. Jadi saya harus lebih kerja keras lagi di Asian Para Games yang di Nagoya ini," ungkapnya.
Di balik persiapannya, dukungan keluarga menjadi sumber motivasi tambahan bagi Jendi. Meski istri dan anaknya tidak bisa mendampingi langsung di Nagoya, dia memastikan dukungan dari Indonesia tetap menguatkan semangatnya.
"Di Nagoya ini mereka kebetulan tidak bisa ikut, tapi tetap tidak menjadi penghalang buat saya. Mereka selalu memberikan support dan dukungan dari Indonesia, dan itu menjadi motivasi yang besar buat saya," pungkasnya.(NPCI/ben)










