Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam
Jakarta: Di antara ratusan anak yatim dan piatu yang hadir dalam kegiatan santunan pada rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, sosok Saskia Mayesa mencuri perhatian. Anak berusia 4 tahun itu berani tunjuk tangan saat pembawa acara meminta kesediaan peserta melafalkan Surat Al-Fatihah Di tengah-tengah acara.
Keberanian Saskia menjadi semakin mengharukan ketika mengetahui perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Kedua orang tua Saskia berpulang saat dirinya baru berusia 2 tahun.
Kehilangan kedua orang tua di usia yang masih sangat dini tentu menjadi pengalaman berat. Namun, Saskia terus tumbuh sebagai anak yang penuh semangat. Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, ia tetap menunjukkan antusiasme untuk belajar.
Ketua Majelis Pemerhati Peduli Yatim dan Dhuafa, H. Ruslan Sulaiman, yang mendampingi Saskia bersama ratusan anak yatim dan piatu lainnya, menuturkan bahwa Saskia memiliki semangat belajar yang tinggi.
Menurutnya, Saskia selalu menunjukkan antusiasme setiap kali mengikuti kegiatan belajar. Semangat tersebut menjadi salah satu hal yang membuat sosok Saskia begitu berkesan dalam kegiatan santunan tersebut.
Momen ketika Saskia melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan menjadi salah satu cerita yang membekas dalam rangkaian ISS 2026.
Di tengah semarak ajang olahraga dan industri olahraga Indonesia, kisah Saskia menghadirkan pesan tentang keteguhan hati dan semangat untuk terus belajar sejak usia dini.
Kegiatan santunan anak yatim dan piatu tersebut digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bagian dari rangkaian ISS 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi, khususnya dalam momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tahun 2026.(Aul/uc)










