Stafsus Togi Pangaribuan Nilai Deregulasi Permenpora Menata Ekosistem Kepemudaan dan Keolahragaan Nasional lebih TERANG
Jakarta: Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Bidang Hukum dan Regulasi, Togi Pangaribuan mengatakan adanya deregulasi Permenpora akan menata ekosistem kepemudaan dan keolahragaan nasional.
Hal itu disampaikan Togi Pangaribuan dalam acara Penguatan Kompetensi ASN untuk Mewujudkan Transformasi Tata Kelola yang Akuntabel dan SDM Unggul di Auditorium Wisma Kemenpora Rabu (29/4).
Kepada ASN Kemenpora, Togi menjelaskan bahwa deregulasi Permenpora ini adalah salah satu program pertama dan utama yang disampaikan Menpora Erick Thohir. "Saya masih ingat ketika rapat pertama dengan Pak Menpora, bahwa deregulasi Permenpora ini menjadi program pertama dan utama," ujarnya.
Menurut Stafsus Togi, adanya deregulasi tersebut akan memudahkan seluruh stake holder olahraga dan pemuda dalam memahami peraturan yang ada di Kemenpora.
Bahkan Safsus Togi menjabarkan dampak deregulasi Permenpora tersebut akan TERANG yang dalam setiap hurufnya memiliki arti. T :Tumpang tindih dan inefisiensi diatasi, E: Ekosistem swasta dibuka seluas-luasnya,R: Ruang kolaborasi terus dibangun, A: Akses informasi dimudahkan, N: Navigasi pelayanan diperjelas, dan G: Governance pelayanan lebih sistematis.
Stafsus Togi menilai langkah deregulasi permen yang ada di Kemenpora ini cukup berhasil berkat kerja sama semua elemen. Khususnya Biro Hukum dan Kerja Sama, serta seluruh pejabat eselon I dan II Kemenpora.
"Yang membanggakan, deregulasi Kemenpora ini dianggap Kemenkum sebagai pilot project dan dijadikan rujukan untuk kementerian lain," ujar Stafsus Togi. (amr)










