Apresiasi Atlet Indonesia Raih Prestasi di Tengah Pandemi, DPR Ingatkan Pentingnya Pembinaan Olahraga Melalui Grand Design

Rabu, 11 Agustus 2021
Bagikan:
Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengapresiasi prestasi yang dicapai para atlet dari kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada tanggal 23 Juli – 8 Agustus lalu.(foto:dok.pribadi)
Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengapresiasi prestasi yang dicapai para atlet dari kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada tanggal 23 Juli – 8 Agustus lalu.(foto:dok.pribadi)

Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira mengapresiasi prestasi yang dicapai para atlet dari kontingen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada tanggal 23 Juli – 8 Agustus lalu.

“Kita bersyukur bahwa atlet-atlet Indonesia telah bertarung mati-matian dan telah mengeluarkan segala kemampuannya untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Kita juga patut bersyukur bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bertanding dalam situasi pandemi yang tentu menjadi tantangan tersendiri,” kata Andreas Hugo dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa (10/8).

Menurut politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, adalah sejumlah tantangan yang harus dijalani para atlet Tanah Air dalam kompetisi tersebut. Pertama, berdisiplin menjaga kesehatan tidak tertular oleh COVID-19. Kedua, mampu bertanding dan mengeluarkan seluruh kemampuannya.

“Dan yang paling spektakuler adalah kita sebagai bangsa bangga menyaksikan semangat juang yang luar biasa dari dua srikandi Bulutangkis Indonesia, Gresya Polii dan Aprilia Rahayu yang meraih medali emas,” pungkasnya. 

Selain itu, Andreas juga mengaku bangga dengan prestasi atlet belia angkat besi, Windy Cantika Aisah yang membuka perolehan medali untuk Indonesia dengan medali perunggunya. 

“Juga tentu kita ucapkan terimakasih kepada semua atlet yang telah menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujarnya.

Andreas menilai dari segi perolehan medali, apa yang dicapai di Olimpiade Tokyo tersebut mengalami peningkatan dari perolehan Olimpiade sebelumnya di Rio de Jeneiro. Namun demikian, dari segi peringkat raihan medali, Indonesia justru merosot dari peringkat 46 ke peringkat 54 atau keluar dari 50 besar.

Menurutnya, berdasarkan catatan, sejak pertama kali mengikuti olimpiade, Indonesia baru meraih medali perak pada olympiade Seoul tahun 1988. Sementara medali emas pertama kali diraih di olimpiade Barcelona 1992. Kemudian sejak itu hanya Bulutangkis yang berhasil menyumbang emas di olImpiade rata-rata 1 emas dengan puncaknya pada 1992 dengan 2 emas.

“Dari segi cabor, sejak keikutsertaan kita di olmpiade hanya baru 3 cabor yang menyumbang medali, Bulutangkis, 8 emas, 7 perak, 6 perunggu. Angkat Besi, 7 perak, 8 perunggu. Dan Panahan, 1 perak. Cabor selebihnya masih hanya sebatas sebagai partisipan dari olImpiade ke olmpiade,” pungkasnya.

Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk nomor 4 terbanyak di dunia. Namun, dalam hal prestasi olahraga, harus diakui Indonesia masih jauh tertinggal dari banyak Negara-negara lain di dunia. 

Dengan demikian, menurut Andreas, pertama, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap olahraga prestasi di negara ini untuk berprestasi pada tahun-tahun yang akan datang.

Kedua, menurutnya, negara harus mempunyai grand design pembinaan olahraga prestasi yang terstruktur. Dan, negara harus terlibat sejak rekrutmen, pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi. Hal inilah yang tengah disusun Kemenpora dibawah pimpinan Menpora Amali bersama stakeholder olahraga.

Sebab, selama ini negara tidak banyak berbuat untuk olahraga. Negara baru bangga dan mengelu-elukan ketika ada atlet berprestasi. Sementara dalam proses dari rekrutmen sampai dengan prestasi kehadiran negara minim. 


“Ketiga, sebagaimana yang telah digembar-gemborkan oleh Menpora, negara harus membuat dan secara konsisten melaksanakan sebuah grand design olahraga prestasi untuk Indonesia. Dan dalam grand design tersebut harus ada pilihan berdasarkan latar belakang prestasi, cabor-cabor mana yang akan menjadi unggulan untuk target prestasi dunia, yakni olympiade,” pungkasnya.

Dengan demikian, lanjut dia, pemilihan cabor-cabor ini harus didasari oleh metode sport scientific sehingga dalam rekrutmen, pembinaan, kompetisi sampai dengan event-event pertandingan pun terukur dan bisa dievalusi secara ilmiah. 

“Hanya, dengan pendekatan ilmiah, dunia olahraga kita baru akan terdongkrak maju dalam prestasi internasional, prestasi olympiade. Belajarlah dari negara-negara yang prestasi olahraganya menjulang. Kitapun bisa, kalau kita mau,” tegasnya.(ded)

Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di  The Meru Hotel, Bali, membuahkan hasil di hari kedua pelaksanaan, Senin (4/5).(foto:Fajar/kemenpora.go.id)
Senin, 04 Mei 2026

Indonesia Sukses Jalankan Sport Diplomacy, SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 Hasilkan Deklarasi Bali

Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, membuahkan hasil di hari kedua pelaksanaan, Senin (4/5). Indonesia sebagai inisiator pertemuan antara Menteri yang membidangi pemuda dan olahraga Asia Tenggara mengajak para pemimpin di sektor ini untuk menyadari peran penting dan strategis masing-masing untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama demi membangun sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga berkelanjutan dan ketahanan generasi muda dalam menghadapi tantangan global.

Kehadiran Menpora RI, Erick Thohir, dalam SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 membawa misi penting menyampaikan gagasan besar mengenai transformasi penyelenggaraan SEA Games. (foto:Rahma/kemenpora.go.id)
Senin, 04 Mei 2026

Dorong Transformasi SEA Games dalam SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dalam SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 membawa misi penting menyampaikan gagasan besar mengenai transformasi penyelenggaraan SEA Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, membuka sesi Ministerial Forum pada Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports di Bali Beach Convention Center, The Meru Hotel, Bali, Senin (4/5). (foto:Rahma/kemenpora.go.id)
Senin, 04 Mei 2026

Menpora Erick Cetuskan SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports Digelar Rutin, Delegasi Sambut Dengan Semangat Persaudaraan

Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports yang digelar di Bali Beach Convention Center, The Meru Hotel, Bali memasuki hari kedua, Senin (4/5). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, membuka sesi Ministerial Forum dengan mengapresiasi kehadiran para Menteri atau pejabat terkait yang membidangi kepemudaan dan olahraga di negara-negara sahabat kawasan Asia Tenggara.

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG). (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Minggu, 25 Januari 2026

Dari ART Bergaji Rp 150 Ribu per Bulan, Marlina Kini Sukses Hattrick Medali Emas ASEAN Para Games

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, pada laga final nomor Women's Single SH6 melawan wakil tuan rumah Thailand dua set langsung dengan skor telak 21-5, 21-1.

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni meraih medali emas ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto: Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Alvin Nomleni Pemuda NTT Bangga Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni menyampaikan rasa bangganya usai sukses menyabet medali emas dan mempersembahkannya untuk Merah Putih pada laga ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Senin, 19 Januari 2026

Atlet Dayung Perahu Naga Mariyati Ingin Daftar Haji dan Umrahkan Orang Tua dengan Bonus SEA Games 2025

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025. Bersama timnya, perempuan asal Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ikut membawa Indonesia keluar sebagai juara umum dalam nomor cabang olahraga (cabor) ini.

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah di SEA Games 2025 Thailand.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Ardana Cikal, Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia Gunakan Bonus Untuk Investasi dan Kembangkan Fasilitas Panjat di Bandung

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah atas capaian prestasinya di SEA Games 2025 Thailand lalu dengan meraih emas di nomor lead putra.

Wamenpora Taufik Buka MS Glow For Men: Malang Half Marathon 2026
Senin, 04 Mei 2026

Wamenpora Taufik Buka MS Glow For Men: Malang Half Marathon 2026

Ajang MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026 resmi dibuka dan menjadi salah satu event lari terbesar di Kota Malang

Kemenpora Hadir di Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026
Kamis, 30 April 2026

Kemenpora Hadir di Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026

Kemenpora Siap Kolaborasi untuk Kemajuan Industri Olahraga Indonesia

Sesmenpora Lantik 52 CPNS Menjadi PNS di Lingkungan Kemenpora
Rabu, 29 April 2026

Sesmenpora Lantik 52 CPNS Menjadi PNS di Lingkungan Kemenpora

Sesmenpora Gunawan Suswantoro, melantik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kemenpora

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile