Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, David Chua Dorong Pemuda Indonesia-Singapura Perkuat Kolaborasi Tak Sekadar Saling Memahami

Kamis, 29 Oktober 2026
Bagikan:
Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, di Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) pada ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).(foto:Kemenpora/Gilang)
Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, di Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) pada ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).(foto:Kemenpora/Gilang)

Jakarta: Hubungan Indonesia dan Singapura di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui saling mengenal. Generasi muda kedua negara perlu melangkah lebih jauh, yakni menumbuhkan empati, menyelaraskan perspektif, dan memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan bersama.

Pesan tersebut disampaikan Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, dalam wawancara mengenai Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) di ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).

“Program SIYLEP penting untuk menjaga hubungan di antara anak muda kita. Mereka perlu memiliki hubungan ini agar kedua negara dapat saling memahami dan berkembang, terutama para pemimpin muda,” ujar David.

Menurutnya, program pertukaran pemuda ini memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antargenerasi muda kedua negara, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya pemimpin masa depan yang mampu bekerja sama lintas negara.

Ia berharap, ketika Indonesia memperingati 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, hubungan pemuda Indonesia dan Singapura telah berkembang menjadi lebih kuat. Bukan sekadar memahami kondisi masing-masing negara, melainkan juga memiliki empati terhadap persoalan yang dihadapi satu sama lain.

David menilai, kedekatan tersebut perlu diwujudkan melalui kemampuan menjembatani perbedaan, menyelaraskan tujuan, dan membangun kapasitas untuk berkolaborasi secara efektif.

Harapan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan bilateral tidak hanya bergantung pada kesepakatan antarpemerintah. Interaksi dan persahabatan antarpemuda juga menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Bagi David, salah satu langkah penting untuk memperkuat kerja sama di bidang pengembangan pemuda adalah menjaga rasa ingin tahu terhadap satu sama lain.

Menurutnya, generasi muda perlu terus menggali pemahaman tentang kehidupan, tantangan, dan perspektif masyarakat di negara tetangga. Dari proses tersebut, mereka dapat menemukan persoalan yang memiliki kesamaan sekaligus merumuskan solusi yang bermanfaat bagi kedua negara.

“Ada banyak bidang yang dapat kita perkuat di antara anak muda. Namun, yang paling penting adalah tetap memiliki rasa ingin tahu terhadap satu sama lain dan mampu menemukan solusi bersama yang dapat membantu kedua negara,” katanya.

Pandangan tersebut relevan di tengah perubahan dunia yang menuntut generasi muda untuk mampu beradaptasi, berpikir terbuka, dan membangun jejaring lintas batas. Perbedaan latar belakang tidak harus menjadi penghalang, tetapi dapat menjadi sumber perspektif baru dalam mencari solusi.

Melalui SIYLEP, peserta dari Indonesia dan Singapura memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman, mengenali perspektif yang berbeda, serta membangun hubungan yang dapat dikembangkan menjadi kolaborasi nyata.

Menjelang satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, semangat persatuan yang menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia juga dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat hubungan dengan negara tetangga.

David menekankan pentingnya menjaga hubungan dan meningkatkan kerja sama antarpemuda. Ia merangkum pesan tersebut melalui ungkapan sederhana dalam bahasa Indonesia.

“Seperti yang kita katakan dalam program SIYLEP ini, kita ingin lebih bersama. Jadi, mari kerja bersama dengan lebih baik,” tuturnya.

Pesan tersebut menempatkan semangat kebersamaan sebagai landasan bagi hubungan Indonesia dan Singapura ke depan. Bagi generasi muda, kebersamaan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan kemampuan untuk saling menghargai dan menemukan tujuan yang dapat diperjuangkan bersama.

Momentum 100 tahun Sumpah Pemuda pun dapat menjadi kesempatan untuk memperluas makna persatuan melalui dialog, kepemimpinan kolaboratif, dan kerja sama lintas negara.

David juga menyambut positif keikutsertaan peserta SIYLEP dalam kegiatan Indonesia Youth Summit 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut memungkinkan para peserta tidak hanya berinteraksi dengan sesama delegasi, tetapi juga bertemu dengan masyarakat dari beragam latar belakang di Indonesia.

“Saya pikir sangat baik para peserta SIYLEP hadir di Youth Summit karena mereka tidak hanya bertemu satu sama lain, tetapi juga bertemu orang-orang dari berbagai bagian masyarakat Indonesia, pemerintah, dan masyarakat sipil. Saya berharap pengalaman itu memperkaya perspektif mereka,” ujar David.

Pertemuan lintas latar belakang tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Pengalaman ini juga dapat memperkaya cara mereka memahami kepemimpinan dan merancang kerja sama di masa mendatang.

Melalui rangkaian kegiatan SIYLEP dan partisipasi dalam Indonesia Youth Summit, hubungan pemuda Indonesia dan Singapura diharapkan semakin erat. Lebih dari sekadar pertukaran pengalaman, interaksi tersebut menjadi langkah untuk menumbuhkan generasi muda yang terbuka, berempati, dan siap berkolaborasi.

Menjelang 2028, semangat lebih bersama dan kerja bersama menjadi pesan penting bahwa masa depan hubungan kedua negara tidak hanya dibangun oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh pemuda yang terus belajar memahami dan menguatkan satu sama lain.(ben)

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026.(foto:Kemenpora/Bagus)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, Edo Bastian Ingatkan Pentingnya Resiliensi Anak Muda

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026, menyampaikan bahwa generasi muda perlu memiliki resiliensi atau kemampuan untuk bangkit menghadapi kesulitan, termasuk keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah.

Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, di Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) pada ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).(foto:Kemenpora/Gilang)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, David Chua Dorong Pemuda Indonesia-Singapura Perkuat Kolaborasi Tak Sekadar Saling Memahami

Hubungan Indonesia dan Singapura di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui saling mengenal. Generasi muda kedua negara perlu melangkah lebih jauh, yakni menumbuhkan empati, menyelaraskan perspektif, dan memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan bersama.

Talkshow bertajuk “Redefining What It Means to Be a Woman Today” bersama penulis dan konten kreator Xaviera Putri serta dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, di Indonesia Youth Summit 2026, Kamis (29/10).(foto:Kemenpora/Bagus)
Kamis, 29 Oktober 2026

Xaviera Putri dan dr. Nadhira Afifa Bahas Makna Menjadi Perempuan di Indonesia Youth Summit 2026

Pendidikan menjadi fondasi bagi perempuan untuk membuka peluang dan berani menentukan jalannya sendiri. Pesan itu mengemuka dalam talkshow bertajuk “Redefining What It Means to Be a Woman Today” bersama penulis dan konten kreator Xaviera Putri serta dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, di Indonesia Youth Summit 2026, Kamis (29/10).

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026