Lewat Mozaik Identitas, Wirasena Youth Camp Tanamkan Nilai Toleransi kepada Pemuda
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengajak peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengenali identitas diri dan memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Pesan ini disampaikan dalam sesi kelima bertajuk “Mozaik Identitas: Aku Indonesia”, Jumat (23/10).
Sesi ini bertujuan membantu peserta mengenali berbagai lapisan identitas dalam diri, mulai dari suku, agama, hingga latar belakang lainnya. Peserta juga diajak memahami bahwa keberagaman identitas merupakan bagian dari Indonesia sebagai rumah bersama yang perlu dijaga dan dirawat.
Fasilitator Akram Musthafa menjelaskan bahwa perbedaan identitas tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang.
“Perbedaan yang ada dalam diri setiap peserta tidak seharusnya menjadi pemisah, tetapi justru menjadi kekuatan untuk menyatukan dan menyadarkan bahwa kita adalah satu Indonesia,” ujar Akram.
Untuk memperdalam pemahaman tersebut, peserta mengikuti permainan dan aktivitas kelompok dengan pengelompokan berdasarkan suku dan wilayah pulau. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki identitas yang beragam sekaligus dapat menemukan kesamaan dengan orang lain yang berbeda latar belakang.
Peserta juga berbagi cerita mengenai identitas yang membentuk diri mereka, termasuk hal-hal yang paling menggambarkan diri dan sisi yang belum banyak diketahui orang lain. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk lebih mengenal diri sendiri sekaligus memahami pengalaman dan sudut pandang orang lain.
Akram berharap sesi ini dapat menumbuhkan toleransi dan mengurangi kecenderungan menilai orang lain berdasarkan stereotip. Peserta juga didorong untuk saling menghargai dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat.
“Harapannya, peserta dapat membangun toleransi dengan menyadari beragam perbedaan dan keunikan yang ada. Mereka juga belajar memberikan ruang bagi orang lain untuk berbicara dan saling menjaga sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tambahnya.
Melalui sesi “Mozaik Identitas: Aku Indonesia”, Wirasena Youth Camp 2026 mendorong peserta untuk lebih mengenali diri, menghargai perbedaan, dan menerapkan sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal bagi pemuda untuk merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia. (Irf)











