Raih Medali Perunggu di Asian Para Games 2026, Ni Made Arianti Putri Ungkap Pentingnya Bangun Chemistry dengan Guide Runner

Jumat, 23 Oktober 2026
Bagikan:
Pada final 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Rabu (21/10/2026) malam, Arianti finish ketiga dengan waktu 12,51 detik.(foto:dok/NPC Indonesia)
Pada final 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Rabu (21/10/2026) malam, Arianti finish ketiga dengan waktu 12,51 detik.(foto:dok/NPC Indonesia)

Nagoya: Di atas kertas, capaian Ni Made Arianti Putri di Asian Para Games 2026 di Nagoya memang menurun. Empat tahun lalu di Hangzhou, sprinter tunanetra asal Denpasar, Bali, itu meraih emas 100 meter putri T12. 

Kali ini, ia harus puas dengan perunggu. Namun, ada fakta yang membuat perunggu ini tetap bisa disyukuri, yakni catatan waktunya justru lebih cepat dari Hangzhou.

Pada final 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Rabu (21/10/2026) malam, Arianti finish ketiga dengan waktu 12,51 detik. Catatan itu lebih cepat dari 12,52 detik yang membawanya meraih emas di Hangzhou. 

Persaingan kali ini memang jauh lebih berat. Emas direbut pelari India, Simran, dengan 12,02 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games, sedangkan perak diraih Hajar Safarzadeh dari Iran (12,30 detik).

“Perasaannya senang sekali. Kebetulan ini Asian Para Games saya yang ketiga. Cuma memang persaingannya sangat-sangat berat,” ujar Arianti saat ditemui usai penyerahan medali di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Kamis (22/10/2026).

Perunggu ini bahkan melampaui harapannya sendiri. Ia menyadari kualitas lawan-lawan yang akan dihadapi pada partai final cukup berat.

“Ternyata masih dikasih kesempatan sama Tuhan, saya dapat perunggu. Saya sangat bersyukur dan sangat bahagia, karena saya juga tidak ekspektasi bakal dapat medali,” tuturnya.

“Rata-rata musuhnya itu memang finalis dari Paralimpiade. Atletik itu olahraga terukur, jadi kita bisa tahu lawan kita seperti apa,” katanya.


Di lintasan, Arianti tidak berlari sendirian. Sebagai atlet kelas T12, ia berlari bersama pemandu (guide runner) Guntur Wijanarko, yang terhubung dengannya lewat tali di pergelangan tangan. Keduanya baru mulai berpasangan secara intens sejak Juli lalu, sekitar tiga bulan sebelum Asian Para Games.

“Juli sudah mulai intens, karena sudah ada try out-try out di luar. Alhamdulillah mendapatkan waktu yang meningkat,” ungkap Guntur.

Membangun kekompakan dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Guntur harus menyesuaikan langkahnya dengan langkah Arianti, yang lebih pendek dibandingkan atlet yang sebelumnya ia dampingi.

“Pastinya perbedaannya dari speed, langkahnya. Untuk Arianti langkahnya lebih pendek. Tetap saya sebagai guide menyesuaikan atlet. Jadi tidak bisa atlet yang menyesuaikan saya,” jelas Guntur.

“Secara teknik, guide itu tidak boleh mendahului atlet. Jadi kalau tidak mendahului atlet, itu sudah bagus,” katanya.

Tantangannya semakin besar karena Guntur sendiri masih aktif sebagai pelari. “Apalagi kalau cowok dengan cewek, langkah saya dengan langkah atlet itu kan beda. Dan saya saat ini pun masih jadi atlet, masih aktif. Jadi saya harus melatih diri saya sendiri, dan saya juga harus menghantarkan dia menjadi atlet,” ujarnya.

“Ternyata itu nggak semudah yang dipikirkan, bukan hanya lari bareng. Ternyata perlu banyak strategi dan teknik yang harus dibikin,” lanjut Guntur.

“Kita setiap hari harus berdampingan sama mereka dan harus tahu kesehatan mereka, kegiatan mereka seperti apa. Yang terutama, nutrisinya harus selalu dijaga, agar tubuh selalu fit,” tutur Guntur.

Bagi Arianti, kunci bertahan di level atas adalah tujuan yang jelas dan hati yang ikhlas. Pikiran positif, kata Arianti, adalah pesan yang selalu diingatkan sang pemandu. 

“Kalau kita sudah punya tujuan, pasti ada yang harus kita capai. Yang kedua itu ikhlas. Ikhlas menghadapi semua programnya, ikhlas kalau sewaktu-waktu Tuhan belum memberikan waktunya juara, ikhlas harus belajar lagi. Sama yakin sama diri sendiri,” katanya.

“Mas Guntur bilang harus selalu positif, karena semua itu pengaruhnya kembali dari pikiran. Harus bahagia selalu, harus jadi diri sendiri,” ujarnya.

Perunggu ini ia persembahkan untuk Indonesia dan orang-orang yang mendukungnya. “Pertama buat Indonesia, karena kita diberikan kepercayaan. Yang kedua, untuk semua orang yang sudah mendoakan kita. Dan untuk orang tua saya di rumah, keluarga, dan pelatih-pelatih saya yang tidak pernah berhenti melatih saya sampai di titik ini,” ucap Arianti.

Kini, Arianti dan Guntur menatap target yang lebih besar, yaitu Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia juga menitipkan pesan untuk para atlet muda. 

“Ingin Paralimpiade lagi, karena kan sudah pernah merasakan. Pengen remedial lah di sana, biar waktunya lebih bagus, lebih siap lagi, dan dapat persiapan lebih panjang,” tutur Arianti.

“Tentukan tujuan, arahnya mau ke mana. Kalau kalian belum juara, artinya mungkin di lain waktu Tuhan akan berikan yang lebih baik. Dan ingat selalu berdoa dan bersyukur,” jelas dia.(dok/NPC Indonesia)

Atlet para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).(foto:agung/NPC Indonesia)
Jumat, 23 Oktober 2026

Catatkan Sejarah 4 Emas Beruntun, Ratri/Hikmat Bangkit Taklukkan India di Asian Para Games 2026

Atlet para bulu tangkis kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila mencetak sejarah di Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani, Ratri merebut medali emas ganda campuran SL3-SU5 pada Jumat (23/10).

Barce Layaba dan Leli Marlina membeberkan kunci suksesnya setelah berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. (foto:agung/NPC Indonesia)
Jumat, 23 Oktober 2026

Kunci Sukses Barce Layaba/Leli Marlina di Asian Para Games 2026, Persembahkan Medali Emas untuk David Jacobs

Barce Layaba dan Leli Marlina membeberkan kunci suksesnya setelah berhasil meraih medali emas di Asian Para Games 2026. Mentalitas untuk tak kalah sebelum bertanding membuat mereka tak ciut nyali ketika bertemu atlet-atlet dunia di Jepang.

Pada final 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Rabu (21/10/2026) malam, Arianti finish ketiga dengan waktu 12,51 detik.(foto:dok/NPC Indonesia)
Jumat, 23 Oktober 2026

Raih Medali Perunggu di Asian Para Games 2026, Ni Made Arianti Putri Ungkap Pentingnya Bangun Chemistry dengan Guide Runner

Di atas kertas, capaian Ni Made Arianti Putri di Asian Para Games 2026 di Nagoya memang menurun. Empat tahun lalu di Hangzhou, sprinter tunanetra asal Denpasar, Bali, itu meraih emas 100 meter putri T12.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026