Perluas Akses Olahraga Inklusif, Kemenpora Cetak Penggerak Olahraga Disabilitas

Senin, 10 Agustus 2026
Bagikan:
Kemenpora RI terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas (foto: dok/Kemenpora)
Kemenpora RI terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas (foto: dok/Kemenpora)

Tangerang: Memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga tenaga pelatih dan penggerak yang memahami kebutuhan setiap individu. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus memperkuat kompetensi pelatih dan penggerak olahraga disabilitas melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas di Kota Tangerang, Banten, pada 7-8 Agustus 2026.

Plh. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Budi Ariyanto Muslim mengatakan, Program Pemberdayaan Pelatih Olahraga Disabilitas adalah program pengembangan pelatih olahraga penyandang disabilitas yang berfokus pada peningkatan kompetensi melatih dan perluasan partisipasi olahraga komunitas disabilitas di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada NPCI Prov. Banten dan Kota Tangerang atas dukungan peserta ToT penggerak olahraga disabilitas. Program ini merupakan tindak lanjut program prioritas dan berkelanjutan untuk pembinaan olahraga disabilitas," ucapnya.

"Kami berharap kegiatan ini melahirkan penggerak-penggerak yang berkompeten dan menjadi awal pembinaan yang berkelanjutan serta mampu menjadi multiplier di daerah masing-masing dan untuk masa depan olahraga disabilitas Indonesia yang semakin gemilang dan mengharumkan nama bangsa dikancah internasional," imbuhnya.

Pelatih Nasional NPCI, M. Bram Riyadi mengatakan, setiap atlet disabilitas perlu pendekatan yang berbeda-beda. Pelatih juga perlu lebih memahami hambatan-hambatan setiap atlet karena memerlukan caranya masing-masing.

"Setiap atlet disabilitas memerlukan pendekatan yang berbeda-beda karena memang atlet memiliki masing-masing klasifikasi. Dimana setiap klasifikasi memiliki unsur-unsur berbeda dalam peningkatan kebutuhan latihannya," katanya.

Karena itu pelatih perlu terus meningkatkan kompetensinya. Melalui ToT ini peserta dibekali teori dan praktik untuk menjadi penggerak.

"Pelatih sangat perlu memahami unsur-unsur hambatan yang ada dalam masing-masing atlet disabilitas. Disetiap masing-masing hambatan memiliki cara pendampingan dan proses cara melatihnya yang berbeda-beda," jelasnya.

Citra, selaku peserta dari Guru Sekolah Khusus merasa bersyukur melalui ToT ini dirinya mendapatkan ilmu lebih yanh menjadi bekal mengembangkan potensi atlet disabilitas.

"Saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara mengetahui profil dari para murid terkait dengan kemampuannya, potensi yang dimiliki dan kekurangan atau hambatan yang dimilikinya. Sehingga saya juga dapat memodifikasi alat hantu yang dapat menunjang latihan lebih giat lagi. Selain itu untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri dari murid itu sendiri," tuturnya.

Peserta ToT berasal dari berbagai kedisabilitasan, baik atlet, pelatih, dan penggerak olahraga disabilitas, serta menghadirkan para narasumber yang berasal dari NPCI Pusat dan Universitas Negeri Surakarta.

Kegiatan ini dilatar belakangi bahwa di Indonesia terdapat 22,9 Juta penyandang disabilitas (sekitar 8,5%–9% populasi nasional) berdasarkan data BPS tahun 2024. Rendahnya akses, layanan, fasilitas serta dukungan tenaga pelatih, membuat kelompok disabilitas masih belum mau untuk berolahraga.

Saat ini terdapat 92 Orang Pelatih disabilitas dengan background pelatih National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Kemenpora mencatat sekitar 11,6% dari total 22,9 juta disabilitas di Indonesia aktif berolahraga. (ben)

Wamenpora RI Taufik Hidayat menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan klub olahraga dan atlet dalam Champions Stage by INA Sports pada ISS di JICC, Minggu (13/9) sore.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Minggu, 13 September 2026

Wamenpora Taufik Apresiasi Klub Olahraga dan Atlet Berbagi Kisah Menjadi Juara dalam Champions Stage ISS 2026

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat mewakili Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan klub olahraga dan atlet dalam Champions Stage by INA Sports pada Indonesia Sports Summit di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (13/9) sore.

Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjalin kerja sama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Minggu (13/9) siang. (foto:Herry/kemenpora.go.id)
Minggu, 13 September 2026

Satukan Dunia Olahraga dan Industri Kreatif, PSSI-PT LIB Jalin Kerja Sama dengan LMKN di Panggung ISS 2026

Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjalin kerja sama dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Minggu (13/9) siang. Kerja sama ini ditandai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dalam panggung Main Forum Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 resmi berakhir di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan Tulus yang sukses menghibur ribuan pengunjung. (dok.Gilang/Kemenpora)
Minggu, 13 September 2026

Penampilan Spektakuler Tulus Tutup Indonesia Sports Summit 2026 di JICC

Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 resmi berakhir di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan Tulus yang sukses menghibur ribuan pengunjung.

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Saskia Mayesa, anak umur 4 tahun yang menginspirasi pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.(dok.Suci/Kemenpora)
Jumat, 11 September 2026

Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam

Saskia Mayesa, 4 tahun, yang dengan penuh percaya diri mampu melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.

Menjadi atlet profesional bukan berarti harus mengesampingkan pendidikan. Justru, pendidikan menjadi bekal penting bagi atlet untuk menghadapi kehidupan setelah karier olahraga berakhir. (foto: Bagus/Kemenpora
Kamis, 10 September 2026

Pesan Cokorda Raka untuk Anak Muda: Olahraga dan Pendidikan Harus Jalan Beriringan

Menjadi atlet profesional bukan berarti harus mengesampingkan pendidikan. Justru, pendidikan menjadi bekal penting bagi atlet untuk menghadapi kehidupan setelah karier olahraga berakhir.

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.
Rabu, 02 September 2026

Kenzie Bawa Isu Hankam Lebih Dekat ke Anak Muda

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.

Menpora Erick Dampingi Presiden Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026
Rabu, 09 September 2026

Menpora Erick Dampingi Presiden Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Pelepasan ini menegaskan dukungan penuh negara kepada Tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama bangsa di Asian Games 2026.

Menpora Erick Hadiri Upacara Pengukuhan 430 Atlet Kontingen Indonesia yang Bertanding di Asian Games 2026
Rabu, 09 September 2026

Menpora Erick Hadiri Upacara Pengukuhan 430 Atlet Kontingen Indonesia yang Bertanding di Asian Games 2026

Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya perjuangan resmi Tim Indonesia di Asian Games 2026, sekaligus wujud komitmen bersama untuk menorehkan prestasi yang lebih baik dari edisi-edisi sebelumnya.

Kemenpora Gelar Upacara Memperingati Haornas Ke-43
Rabu, 09 September 2026

Kemenpora Gelar Upacara Memperingati Haornas Ke-43

Peringatan Haornas ke-43 menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak bersama membangun budaya hidup aktif dan bugar sebagai bagian dari pembangunan nasional.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop ISS 2026 Banner mobile ISS 2026