Tingkatkan Profesionalisme Tenaga Keolahragaan, Kemenpora Gelar Pelatihan Dasar JF Pelatih dan Asisten Pelatih Olahraga 2026

Selasa, 28 Juli 2026
Bagikan:
Kemenpora RI) menggelar Pelatihan Dasar bagi Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga.(foto:dok/kemenpora.go.id)
Kemenpora RI) menggelar Pelatihan Dasar bagi Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga.(foto:dok/kemenpora.go.id)

Bogor: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menggelar Pelatihan Dasar bagi Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenpora sekaligus upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi, Leny Kurnia, menyampaikan bahwa peran pelatih dalam dunia olahraga sangatlah krusial.

"Pelatih bukan hanya sekadar pembimbing teknis, tetapi juga motivator, inspirator, dan mentor bagi para olahragawan," ucap Leny membuka acara di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga keolahragaan guna mendukung pencapaian prestasi olahraga, baik di kancah nasional maupun internasional.

Program pelatihan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga di lingkungan Kemenpora. Secara komprehensif, pelatihan didesain memadukan metode Online Course sebanyak 8 Jam Pelajaran (JPL) untuk 4 materi, dan Offline Course sebanyak 27 JPL untuk 6 materi. 

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini menurut Leny, adalah sebagai sarana bimbingan teknis untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional agar proses kepelatihan menjadi lebih objektif, sistematis, dan terukur berbasis data. 

Lebih lanjut, pelatihan ini diproyeksikan menjadi pilot project penyelenggaraan pelatihan penjenjangan Jabatan Fungsional yang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 dengan melibatkan JF Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan, kompetensi, kualitas, dan kepemimpinan para pelatih dan asisten pelatih dapat meningkat, tidak hanya secara teori namun dalam implementasinya di lapangan," tuturnya.

"Seraplah ilmu dan pengalaman dari narasumber, dan kami berharap Anda semua dapat menularkan pengetahuan serta keterampilan yang didapat kepada orang lain, sehingga mampu menghasilkan olahragawan berprestasi," imbuhnya.

​Prof. Ria Lumintuarso, pengajar dalam kegiatan ini menilai, penerapan kurikulum berbasis sport science sangat mendukung tugas dan kinerja para pelatih di lapangan. Melalui keilmuan ini, pelatih diajak untuk berpikir sistematis dalam mendukung program latihan. ​

"Dengan demikian, kita bisa menghindarkan kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi ketika mereka melakukan tugasnya sebagai seorang pelatih, misalnya bagaimana pendekatan fisiologinya, bagaimana pendekatan gizinya, bagaimana recovery-nya," jelasnya.

​Pakar ilmu keolahragaan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Univertas Negeri Yogyakarta ini juga memandang bahwa pelatihan ini sangat mendesak (urgent) untuk diberikan kepada Pelatih ASN di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, senjata utama seorang pelatih adalah kemampuan menyusun program latihan yang terukur, berakuntabilitas tinggi, dan sistematis. Ia berharap, bekal dari pelatihan ini dapat membuat pelatih lebih andal dalam menangani  olahragawan secara efisien dan optimal. 

Materi yang diberikan saat ini baru menyentuh tahap dasar, ujar Prof. Ria, sehingga Kemenpora diharapkan untuk secara konsisten, kontinyu dan massif untuk menyelenggarakan pelatihan di level lanjutan pada masa mendatang.

Ita Rahmawati, salah satu peserta pelatihan, mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan banyak referensi ilmu kepelatihan yang up-to-date dari para pemateri. 

"Ini merupakan pertama kali buat kami, dan alhamdulillah banyak sekali referensi-referensi ilmu yang diberikan. Harapannya bahwa ilmu-ilmu yang kami peroleh bisa kami praktikkan, bisa kami aplikasikan kepada atlet-atlet kami nanti, agar mereka bisa mencapai prestasi yang optimal di level nasional maupun internasional," ungkapnya. 

​Ita juga menambahkan bahwa pelatihan semacam ini merupakan investasi pendidikan yang krusial bagi pelatih dan patut terus difasilitasi oleh Kemenpora. ​"Kami butuh terus-menerus untuk diarahkan, didampingi, agar kami juga tetap bisa menjaga performa dalam melatih, sehingga kami juga tetap bisa menjaga prestasi olahragawan kami," tutur Sugeng, peserta lainnya.(eko/ben)

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Selasa, 18 Agustus 2026

Yolla Yuliana Bangga Ikut Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia untuk Memperkuat Rasa Cinta Tanah Air

Atlet voli putri Indonesia, Yolla Yuliana, merasakan pengalaman berbeda dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Yolla ikut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval bersama Kemenpora yang dimulai dari kawasan Monas menuju Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/8).

Menpora RI Erick Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Senin, 17 Agustus 2026

Menpora Erick Maknai HUT ke-81 RI: Kemerdekaan Adalah Keberanian Mengibarkan Bendera Merah Putih di Pentas Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir bersama istri, Elizabeth Tjandra Thohir Senin (17/8) pagi, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Kemenpora RI terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 17 Agustus 2026

Kemenpora Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas di Cilacap

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas Berdaya Kabupaten Cilacap yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 di Sindoro Hotel Cilacap by Conary, Kabupaten Cilacap.

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)
Sabtu, 15 Agustus 2026

Kisah Perjuangan Citra: Dari Jualan Kacang hingga Juara Karate

Sejak kecil, Citra harus menghadapi kehidupan yang penuh keterbatasan. Gadis 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, itu bahkan kehilangan sang ayah ketika usianya baru delapan tahun. (foto: detik.com)

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.(foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 14 Agustus 2026

Kenalan dengan Nolina, Sosok Inspiratif yang Mengubah Tantangan Menjadi Kekuatan

Nolina adalah seorang atlet disabilitas para archery, salah satu peserta ToT Olahraga Disabilitas Kemenpora di Mojokerto, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, ia terus melangkah menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai.(foto: Bagus/Kemenpora).
Rabu, 12 Agustus 2026

Hampir Menyerah, Gladys Kini Jadi Paskibraka Tingkat Pusat Wakili Papua Tengah

Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka tingkat pusat telah berakhir. Ternyata Gladys menjadi peserta terakhir yang diwawancarai

Rahma Yuniarsih sosok pemuda inspiratif yang membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.(foto: istimewa)
Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Keresahan Menjadi Gerakan, Kisah Rahma Yuniarsih Menggerakkan Ribuan Pemuda Lewat Literasi

Rahma Yuniarsih merupakan sosok pemuda inspiratif yang percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Berangkat dari kepeduliannya terhadap ruang belajar dan kreativitas anak muda di masa pandemi, ia membangun komunitas Rumah Basama dan Jambi Karya Raya yang kini menjadi wadah bagi ribuan pemuda untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Sampaikan Pesan Presiden pada Peringatan Hari Pramuka ke-65

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan, sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026

Menpora Erick Hadiri Sidang Tahunan MPR RI yang Dipimpin Presiden Prabowo

Kehadiran Menpora Erick Thohir dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 memperkuat komitmen pemerintah dalam mengawal pembangunan kepemudaan, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa pemuda merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia maju.

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional
Senin, 10 Agustus 2026

Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas Melalui Pelatihan Nasional

Melalui ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, Kemenpora tidak hanya mencetak pelatih yang lebih kompeten, tetapi juga membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif agar semakin banyak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berolahraga, berkembang, dan berprestasi untuk Indonesia.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81