Tingkatkan Kapasitas Guru PJOK, Kemenpora Gelar Pelatihan Manajemen SDM dan Tata Kelola Organisasi Pembudayaan Olahraga
Surabaya: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggelar pelatihan peningkatan profesionalitas tata kelola dan kapasitas kinerja manajemen SDM organisasi pembudayaan olahraga. Kegiatan ini resmi dibuka di Hotel Aria Centre, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/7).
Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut, dalam rangka mendukung Manajemen Talenta Nasional ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), perwakilan komunitas olahraga, serta para pemangku kepentingan terkait di bidang olahraga masyarakat.
Kemenpora berharap para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengaktualisasikan ilmu yang didapat untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun komunitas masing-masing demi memajukan olahraga nasional.
Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, Rika Ninggar Fitriasari mengatakan pentingnya peran guru PJOK serta penggerak komunitas sebagai ujung tombak pembudayaan olahraga di Indonesia.
Ia menekankan instruksi dari Menteri Pemuda dan Olahraga yang mengarahkan agar program peningkatan kapasitas ini diprioritaskan bagi para guru olahraga di masyarakat.
"Pembudayaan olahraga dimulai dari peran aktif para guru di lapangan sekolah. Guru PJOK adalah pemandu potensi pertama anak-anak Indonesia. Melalui stimulus pelatihan ini, kami berharap fondasi olahraga masyarakat semakin kuat demi menyongsong generasi yang sehat dan bugar," kata Rika.
Sementara Analis Kebijakan Ahli Muda pada Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Pembudayaan Olahraga, Dian Noor Solikhin dalam laporannya menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada dua instrumen utama, yakni pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) dan penguatan kapasitas tata kelola manajemen organisasi olahraga demi mencetak SDM yang unggul serta berdaya saing.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Fitri Rahmawati. Ia menyatakan dukungannya terhadap sinergi pusat dan daerah ini demi pembudayaan olahraga yang lebih adaptif.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa menempatkan pembudayaan olahraga sebagai pilar utama pembangunan SDM. Melalui pelatihan ini, diharapkan tata kelola organisasi olahraga dapat berjalan lebih terencana dan adaptif terhadap kemajuan zaman," ujar Fitri.
Kegiatan pelatihan intensif ini juga menghadirkan jajaran narasumber ahli dan akademisi senior bidang keolahragaan dari berbagai universitas ternama, beberapa di antaranya Tandiyo Rahayu (Universitas Negeri Semarang), Muhammad Hamid Anwar (Universitas Negeri Yogyakarta), Dikdik Zafar Sidik (Universitas Pendidikan Indonesia), serta tim penggerak dari Universitas Negeri Surabaya. (gia)










