Raker dengan Komisi X DPR RI, Menpora Erick Siapkan Blueprint Kepemudaan 100 Tahun ke Depan

Selasa, 14 Juli 2026
Bagikan:
Menpora Erick melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Menpora Erick melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan sejak awal kedatangannya menjalankan tugas di Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sektor kepemudaan mendapatkan perhatian utama. Komitmen Menpora untuk mengembangkan potensi pemuda tanah air ditunjukkan dengan mempersiapkan blue print kepemudaan nasional hingga 100 tahun kedepan.

Hal itu Menpora sampaikan saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI yang berlangsung di ruang Rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). 

“Untuk kepemudaan, di pembicaraan awal dengan Komisi X sendiri, bagaimana kita harus mempersiapkan blue print kepemudaan. Kalau Bapak Ibu ingat , pertama kali saya sudah angkat isu itu. Dan Alhamdulillah dari beberapa diskusi dengan pakar yang kita bentuk, kita melihat tahun 2028  adalah peringatan 100 tahun sumpah pemuda, artinya 100 tahun ke depan apa benar strategi kepemudaan kita sama dengan 100 tahun yang lalu. Saya yakin sangat berbeda,” ujar Menpora Erick mengawali penjelasannya tentang memperjuangkan peningkatan kualitas pemuda Indonesia.

Kebutuhan menciptakan sosok pemuda yang bisa menjadi pemimpin bangsa di masa depan menjadi alasan utama dibutuhkannya blue print untuk menjadi pedoman penguatan karakter hingga 100 tahun ke depan, sekaligus untuk mengolah bonus demografi sebagai potensi kedigdayaan Indonesia.

“Di situlah kenapa sangat diperlukan blue print baru, apalagi dari data-data terbaru sekarang 23,8 persen dari populasi kita itu 64 juta pemuda, dan kalau kita lihat indeks kepemudaan terjadi stagnan atau lambat baseline mengenai kepemudaan. Tentu jangan sampai demografi yang seharusnya menjadi bonus bangsa agar menjadi lebih kuat ke depannya justru malah menjadi kontra produktif karena kita tidak menyiapkan kepemudaan yang kompetitif,” tambah Menpora Erick.

Menpora Erick menyadari betul bahwa pembangunan kepemudaan merupakan investasi strategis yg menentukan kualitas kepemimpinan, inovasi, produktifitas dan  daya saing indonesia di masa depan. Oleh karena itu Kemenpora  memperkuat paradigma penggunaan anggaran berbasis manfaat sehingga setiap rupiah APBN yang digunakan akan berdampak terhadap sosial ekonomi dan pembangunan sumber daya kepemudaan.

"Untuk itu di anggaran tahun 2027 angka untuk sektor kepemudaaan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mudah-mudahan tidak dikurangi lagi, karena kepemudaan ini menjadi isu yang sepertinya outputnya tidak terlihat tapi akan salah besar jika kita tidak berinvestasi pada sektor kepemudaan kita," pungkas Menpora Erick.(ben)

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

CFD Jalan Sudirman Bogor, Warga Bergerak Bersama Wujudkan Hidup Aktif dan Bugar

Ratusan warga memadati Jalan Sudirman, Kota Bogor, Minggu (25/10) pagi, untuk mengikuti Car Free Day (CFD) yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif dan bugar.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026