Kebugaran Jasmani dan Nilai Bela Negara Perkuat SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta: Kebugaran jasmani, karakter kebangsaan, dan semangat bela negara dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan dalam Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bertema "Peran Badan Cadangan Nasional dalam Mendukung Ketahanan Nasional melalui Penyiapan Sumber Daya Nasional Menuju Indonesia Emas 2045" di Kantor Kemhan Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Forum yang mempertemukan insan humas kementerian dan lembaga tersebut membahas berbagai upaya penguatan ketahanan nasional melalui penyiapan SDM yang sehat, tangguh, berkarakter, serta memiliki kesadaran bela negara. Dalam forum juga mengemuka pentingnya pembudayaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan kualitas manusia Indonesia.
Kepala Pusat Bela Negara (Kapus Belneg) Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI Brigjen TNI Parluhutan Marpaung menyampaikan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, dan berkarakter. Menurutnya, kebugaran jasmani merupakan salah satu modal utama dalam mewujudkan SDM unggul yang mampu menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.
Selain meningkatkan kesehatan dan kebugaran, olahraga juga dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai bela negara. Disiplin, kerja keras, pengorbanan, daya juang, dan sikap pantang menyerah merupakan karakter yang tumbuh melalui proses pembinaan olahraga sekaligus menjadi unsur penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Parluhutan menambahkan bahwa berbagai prestasi atlet Indonesia sampai di tingkat internasional tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dengan latihan yang konsisten, mentalitas yang kuat, dan semangat perjuangan yang tinggi. Karena itu, olahraga dan bela negara memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk generasi muda yang unggul secara fisik maupun mental.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Molly Prabawaty menekankan bahwa keberhasilan berbagai program strategis pemerintah, termasuk pembangunan SDM unggul dan penguatan ketahanan nasional, memerlukan dukungan komunikasi publik yang terintegrasi. Sinergi komunikasi antar-kementerian dan lembaga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman serta partisipasi masyarakat terhadap agenda pembangunan nasional.
Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum Bakohumas, Molly juga mengingatkan bahwa tantangan ketahanan nasional saat ini tidak hanya berada pada ranah fisik, tetapi juga di ruang digital yang diwarnai hoaks, disinformasi, dan polarisasi informasi. Oleh karena itu, humas pemerintah dituntut menghadirkan komunikasi yang edukatif, berbasis data, serta mampu memperkuat persatuan dan kesadaran kebangsaan masyarakat.
Forum Tematik Bakohumas diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar-kementerian dan lembaga dalam menyampaikan isu-isu strategis nasional kepada masyarakat. Melalui penguatan komunikasi publik, pembinaan karakter, serta peningkatan kebugaran masyarakat melalui olahraga, upaya menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045 dapat berjalan lebih optimal.(wur)










