Kemenpora Gelar Pelatihan Kehumasan untuk Tingkatkan Kapasitas SDM dan Penguatan Kompetensi
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menyelenggarakan Pelatihan Kehumasan dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kompetensi komunikasi publik serta penyelarasan pelaksanaan tugas dan fungsi menuju kehumasan pemerintah yang adaptif, responsif dan profesional.
Pelatihan ini mengangkat tema Transformasi Kehumasan Pemerintah: Dari Informasi ke Narasi yang Berdampak. Dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi Menpora, Tsamara Amany Alatas di Theater Kemenpora, Jakarta, Rabu (20/5).
"Terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir untuk mengajarkan kepada kita tentang apa saja yang perlu kita tingkatkan di Kemenpora sebagai salah satu K/L yang harusnya bisa menjadi corong dan wadah untuk mempromosikan program pemerintah dibidang pemuda dan olahraga," tutur Tsamara.
Menurutnya, pelatihan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM kehumasan agar tercipta humas pemerintah yang adaptif, responsif dan profesional.
"Agenda ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas kita, artinya kita disini agar terus belajar bukan karena teman-teman kita tidak mampu, saya tahu humas kita punya kapasitas mumpuni dan punya pasion berkomunikasi tapi, bagaimana kita bisa memiliki gaya komunikasi yang selaras dengan program Presiden yang dituangkan ke Kemenpora dan yang dikeluarkan melalui berbagai platform yang kita dimiliki," tuturnya.
"Dengan begitu masyarakat bisa tahu apa prestasi Kemenpora bukan hanya saat SEA Games, Asian Games dan Olimpiade, tapi tidak tahu perjalanan mempersiapkan atlet-atlet berprestasi itu untuk bangsa begitu juga dibidang kepemudaan. Kita sama-sama belajar kita tingkatkan kapasitas agar Kemenpora bisa naik kelas ke kelas A dan harus bisa jadi salah satu K/L yang jadi striker di pemerintahan yang memberitakan berita-berita baik di pemerintahan kita," tutupnya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Yulia Mahmudin selaku penyelenggara acara menyampaikan, tujuan dari pelatihan kehumasan ini adalah agar tercipta pengelola kehumasan dan mampu menjawab dinamika perkembangan informasi yang cepat.
"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kompetensi komunikasi publik. Kegiatan ini juga sebagai momentum untuk memperkuat sinergi penyamaan persepsi pelaksanaan tugas kehumasan di seluruh unit di lingkungan Kemenpora," ujarnya.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Arief Bungaran Sitohang selaku narasumber mengatakan, arahan dari Kepala Bakom RI yang telah divalidasi Presiden adalah berkeinginan bahwa setiap K/L ketika mengeluarkan kebijakan publik atau narasi yang berhubungan dengan masyarakat agar tidak melukai nalar, tidak melukai logika dan tidak melukai perasaan publik.
"Jadi sebelum kita bicara terkait agenda setting yang baik dan benar melalui semua platform kita harus faham agar tidak melukai nalar, tidak melukai logika dan tidak melukai perasaan publik itu hal yang selalu ditekankan," urainya.
"Ada tiga hal juga yang menjadi pokok agar kita mengerti apa itu new media yakni bagaimana kita mengerti pentingnya netizen, kemudian pentingnya mengerti identitas dan pentingnya mengerti platform," imbuh narasumber lainnya dari Grafik Designer Murka Creative Bintang Anandhya yang membawakan materi tentang Science of New Media. (ben)










