Kemenpora Kuatkan Diplomasi Pemuda Melalui OIC Youth Capital Konya 2026 di Turki
Konya: Konya, Turki, resmi terpilih sebagai OIC Youth Capital 2026. OIC Youth Capital merupakan program unggulan Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), lembaga afiliasi OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang fokus pada pengembangan dan pemberdayaan generasi muda di negara anggota. Pembukaan program internasional ini berlangsung pada 10–12 Mei 2026, menandai dimulainya serangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat kerja sama dan dialog antar-pemuda Islam di dunia.
Delegasi Indonesia yang diwakili oleh Ery Alfia Yudha, dan Nur Ghina Muslimah turut menghadiri Grand Opening Ceremony OIC Youth Capital di Selçuklu Congress Center, Konya, Turki 11 Mei 2026. Turut hadir pula Presiden OIC Youth Indonesia sekaligus Committee Member ICYF mewakili kawasan Asia, Astrid Nadya Rizqita. Kehadiran delegasi Indonesia menjadi wujud dukungan dan komitmen Indonesia dalam peningkatan pemberdayaan pemuda secara global.
Perwakilan Sekretariat Jenderal OKI, Dr. Boubakari Maiga, menyampaikan apresiasi atas kontribusi ICYF sejak berdiri pada 2014. Ia menegaskan komitmen OKI untuk mengawal pelaksanaan OIC Youth Capital Konya 2026 serta mengoordinasikan berbagai badan OKI agar program berjalan sesuai prinsip dan visi organisasi.
Pembukaan acara dimeriahkan dengan pertunjukan seni kolosal yang menampilkan perjalanan panjang sejarah Konya, hingga perkembangan kota modern dengan infrastruktur ruang publik yang merefleksikan harmoni antara modernitas, sejarah, dan spiritualitas. Penampilan ini mendapat apresiasi besar dari seluruh delegasi.
Sejumlah pejabat tinggi turut memberikan sambutan antara lain H.E. Ugur Ibrahim Altay, Wali Kota Konya; H.E. Taha Ayhan – Presiden ICYF ; H.E. Osman Aşkın Bak, Menteri Pemuda dan Olahraga Turki. Dalam sambutannya, Presiden ICYF menyoroti masih adanya konflik di dunia Islam dan menekankan pentingnya peran pemuda dalam membawa gagasan konstruktif bagi perdamaian, keadilan, dan kemajuan dunia.
“Turki dengan bangga menyambut para pemuda dari seluruh dunia Islam di Konya. Kami percaya bahwa pemuda adalah kekuatan utama dalam membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan bersatu. Melalui OIC Youth Capital 2026, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berdialog, dan memperkuat solidaritas umat,” tegas Osman Aşkın Bak.
Senada dengan Presiden ICYF, Committee Member ICYF mewakili kawasan Asia, Astrid Nadya Rizqita menyampaikan bahwa Indonesia hadir dalam forum tersebut untuk memperkuat kolaborasi antarnegara.
"Konya bukan sekadar kota sejarah, tapi juga simbol bagaimana pemuda bisa menjembatani warisan budaya untuk masa depan. Indonesia hadir untuk bekerja sama, bukan sekadar hadir," ujar Astrid usai acara.
Senada dengan hal tersebut, Ery Alfia Yudha menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam OIC Youth Capital 2026 merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat diplomasi pemuda.
“Partisipasi Indonesia di OIC Youth Capital 2026 menunjukkan komitmen kita untuk terus memperkuat diplomasi pemuda. Kolaborasi lintas negara adalah kunci menghadirkan masa depan yang lebih inklusif bagi dunia Islam,” sebut Ery.
Sementara itu, Nur Ghina Muslimah menyoroti pentingnya peran mahasiswa dan ekonomi kreatif dalam diplomasi pemuda. Ghina aktif memperkenalkan Indonesia lewat oleh-oleh dan busana khas Indonesia kepada tuan rumah dan delegasi dari negara lain.
Puncak acara ditandai dengan Key Handover Ceremony, di mana Maroko sebagai tuan rumah OIC Youth Capital 2025.
menyerahkan kunci simbolis kepada Pemerintah Kota Konya untuk penyelenggaraan tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, logo resmi OIC Youth Capital Konya 2026 juga diperkenalkan kepada publik. Sepanjang tahun 2026, Konya akan menjadi pusat berbagai program kepemudaan bagi negara anggota OKI.(ery/thi)











