Wamenpora Taufik Apresiasi Tinju Pelajar Arena Selatan Jadi Ruang Positif Pelajar Berkembang Lewat Olahraga

Sabtu, 16 Mei 2026
Bagikan:
Wamenpora RI Taufik Hidayat mengapresiasi ajang Tinju antar Pelajar Arena Selatan tahun 2026 menjadi wadah pelajar berkembang melalui olahraga. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Wamenpora RI Taufik Hidayat mengapresiasi ajang Tinju antar Pelajar Arena Selatan tahun 2026 menjadi wadah pelajar berkembang melalui olahraga. (foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora RI) Taufik Hidayat, mengapresiasi serta mendukung pelaksanaan ajang Tinju antar Pelajar 'Arena Selatan' tahun 2026 menjadi wadah pelajar berkembang melalui olahraga. 

"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penyelenggara 'Arena Selatan' yang telah menghadirkan ruang positif, aman dan inspiratif bagi para pelajar untuk berkembang melalui olahraga," ujar Wamenpora Taufik saat menyaksikan kejuaraan itu di GOR Bulungan, Jakarta, Sabtu (16/5) petang. 

Menurut Wamenpora, kegiatan itu membawa pesan yang sangat penting di tengah tantangan remaja dan pelajar masa kini, saat konflik kerap berujung pada kekerasan dan perundungan di sekolah. "Pesan ini sangat relevan bagi generasi muda Indonesia menjadi hebat, bukan dengan kekerasan di jalanan tetapi dengan keberanian untuk berlatih disiplin dan menunjukkan kemampuan secara terhormat," ujarnya.

"Jangan sia-siakan masa muda dengan tawuran, perundungan, narkoba atau hal-hal negatif lainnya yang justru merugikan, gunakan kekuatan kalian untuk berprestasi dan meraih masa depan," imbuhnya.

Masa muda lanjutnya, adalah masa yang penuh energi, semangat dan potensi besar, karena itu Wamenpora sangat mengapresiasi peserta yang turut menyalurkan energi tersebut ke arah yang positif melalui olahraga, pendidikan dan berbagai kegiatan yang bertujuan masa depan.

"Saya percaya ketika generasi muda diberikan ruang yang benar, kesempatan yang positif maka akan lahir anak-anak bangsa yang bukan hanya tangguh secara fisik tapi juga kuat secara karakter," tegas Wamenpora.

Taufik juga berpesan serta mewanti-wanti agar seluruh peserta dan suporternya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Ia menekankan pertarungan hanya terjadi didalam ring bukan di luar lapangan.

"Mudah-mudahan pertarungan ini hanya di lapangan, di arena ini, para pendukung atau suporter di luar kita berteman meski berbeda sekolah, tapi pertarungan hanya dilapangan, mudah-mudahan ini menjadi wadah yang lebih baik di masa depan," pesannya.

"Kepada seluruh peserta bertandinglah dengan penuh semangat, hormati lawan, jaga keselamatan dan tunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing secara terhormat tanpa kekerasan di luar arena. Menang tentu membanggakan namun, karakter, disiplin dan sportivitas adalah bekal yang jauh lebih berharga. Mudah-mudahan kedepan kegiatan ini semakin besar dan menjadi wadah tinju nasional dan internasional. Selamat bertanding jaga sportivitas jangan ada keributan di luar lapangan ini," pungkas Wamenpora.

Sementara, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai ajang tinju Arena Selatan mampu mendidik anak-anak pelajar belajar arti menghargai lawan, mengelola emosi, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang terhormat.

"Ini bukan soal menang atau kalah, tetapi tentang menumbuhkan karakter tangguh dan bertanggung jawab. Jika ingin membangun generasi tangguh, kita perlu mengajarkan mereka agar mampu mengelola emosi dan menyalurkannya secara terhormat yang bukan diukur dari siapa yang paling keras memukul, tetapi siapa yang mampu mengendalikan diri dan menjunjung sportivitas," tuturnya. (ben)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026