Bonus dari Pemerintah Ubah Hidup Atlet Hoki Revo Priliandro: Sempat Diragukan Hingga Jadi Inspirasi

Jumat, 24 April 2026
Bagikan:
Perjalanan hidup atlet hoki Indonesia, Revo Priliandro, menjadi bukti nyata bagaimana apresiasi dan bonus dari pemerintah mampu mengubah masa depan seorang atlet secara signifikan.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Perjalanan hidup atlet hoki Indonesia, Revo Priliandro, menjadi bukti nyata bagaimana apresiasi dan bonus dari pemerintah mampu mengubah masa depan seorang atlet secara signifikan.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Perjalanan hidup atlet hoki Indonesia, Revo Priliandro, menjadi bukti nyata bagaimana apresiasi dan bonus dari pemerintah mampu mengubah masa depan seorang atlet secara signifikan. Dulunya, dia berjuang ditengah keraguan. Kini, Revo mampu bikin prestasi di level internasional, hingga menikmati hasil dari kerja kerasnya.

Revo mengungkapkan bahwa bonus yang dia terima setelah back to back meraih medali emas di SEA Games 2023 (Kamboja) dan 2025 (Thailand) menjadi titik balik dalam hidupnya. 

Pencapaiannya itu bikin dia bisa memiliki rumah sendiri dan kendaraan. Lebih dari itu, kehidupannya jauh lebih stabil.

“Apresiasi dan bonus dari pemerintah benar-benar mengubah perjalanan hidup saya,” ujarnya saat berbinccang, Jumat (24/4).

Disisi lain, Revo juga mengambil langkah yang lebih matang dalam mengelola keuangannya. Dia memilih untuk melakukan investasi, dan juga mempersiapkan pendidikan anak untuk masa depan. 

“Awalnya saya ingin membeli rumah lagi, tapi setelah dipikir-pikir, saya memilih investasi emas dan mempersiapkan pendidikan anak di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, Revo punya mimpi besar untuk generasi berikutnya. Dia berharap anaknya kelak bisa melampaui prestasinya, bahkan menembus level Olimpiade. 

“Saya ingin anak saya menjadi atlet Olimpiade, cabang olahraga apapun. Saya ingin dia lebih sukses dari ayahnya, lebih berprestasi,” jelasnya.

Kendati demikian, jalan menuju kesuksesan itu tidaklah mudah. Revo mengingat masa-masa awal kariernya yang penuh tantangan. 

Saat masih SMA pada 2014, dia sudah mengikuti kejuaraan nasional, meski harus menanggung sebagian biaya sendiri. Tiga kali ikut kejuaraan dengan bantuan orang tua, dia belum juga meraih kemenangan.

Kekecewaan sempat datang dari keluarga yang mulai meragukan pilihannya. Namun tekad Revo tidak goyah. Dia bahkan pernah mengambil langkah nekat, kabur dari rumah demi tetap bisa bertanding, dengan bantuan pelatih yang membiayainya saat itu.

Keputusan itu berbuah manis. Dia akhirnya naik podium dengan meraih juara tiga. Dari sana, kariernya terus menanjak hingga meraih emas di PON Papua 2021. Prestasinya kala itu membuka jalan menuju SEA Games, hingga mampu mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.

Kini, tidak hanya kehidupan pribadinya yang berubah, tetapi juga pandangan keluarganya terhadap dunia olahraga. Orang tua Revo yang dulu ragu kini menyadari bahwa atlet juga memiliki masa depan cerah.

“Bentuk perhatian pemerintah sangat besar. Bahkan saya bisa mendapatkan pekerjaan dari olahraga hoki. Dampaknya sangat terasa bagi keluarga saya,” terang Revo. 

Ke depan, Revo tidak ingin cepat berpuas diri. Dia bersama tim nasional hoki Indonesia telah memastikan diri lolos ke Asian Games 2026. Target berikutnya jelas, yaitu berusaha untuk naik podium.

“Tentu tidak mudah, tapi kami akan bekerja keras. Saya dengar persiapan latihan dimulai Mei, semoga semua berjalan lancar,” pungkasnya. (jef)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026