Menlu Sugiono Terpilih sebagai Ketum PB IPSI, Menpora Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia

Minggu, 12 April 2026
Bagikan:
Menpora Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026-2030. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Menpora Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026-2030. (foto:Andre/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengucapkan selamat atas terpilihnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026-2030. Menlu Sugiono terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/4) malam. 

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono yang menjadi Ketua IPSI secara aklamasi dan juga selamat kepada semua para pengurus demisioner yang selama ini juga bekerja luar biasa,” ucap Menpora dalam sambutannya tak lama setelah Ketum Sugiono terpilih.

Menpora menyebut Kemenpora ikut mengawal pembinaan dan pengembangan pencak silat untuk bisa mendunia, sebagaimana tema Munas yaitu “Pencak Silat Menuju Olimpiade.” Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk menyebarluaskan pencak silat ke dunia, menjadikannya ikon Indonesia sebagaimana olahraga-olahraga bela diri lainnya yang telah memiliki panggung di dunia.

Apalagi, sambung Menpora, prestasi pencak silat dalam hal perolehan medali sudah terbilang konsisten. Selain itu juga sudah sangat kuat dikenal di Indonesia, serta berkontribusi dalam pembangunan karakter masyarakat. Di satu sisi, pencak silat sebagai budaya bangsa dengan nilai-nilai leluhur juga harus tetap dijaga.

“Jadi bagaimana kita harus bisa membawa pencak silat ini ke panggung dunia, tidak kalah dengan negara-negara lain. Selama ini sudah ada 83 perwakilan pencak silat di dunia, sehingga ke depan bersama-sama antara IPSI dengan dukungan Bapak Presiden dan kami di kemenpora, kita bukan hanya mendorong event pencak silat ini lebih luas lagi, tetapi juga mengakar di Indonesia lebih luas lagi,” jelas Menpora Erick.

Indonesia, lanjut Menpora Erick, tentu bisa memaksimalkan potensi pencak silat sebagaimana olahraga-olahraga bela diri lainnya yang lebih dahulu populer. Apalagi di Indonesia terdapat 840 perguruan pencak silat. Selain bisa dikembangkan dari segi kebudayaan, juga bisa dari sisi ekonomi.

“Ini penting bahwa dukungan pemerintah ke depan harus lebih berdampak untuk pencak silat, termasuk dorongan secara industri, menjadi sebuah penetrasi yang lebih lebar lagi untuk tentu pembangunan secara ekonomi. Karena saya percaya yang namanya prestasi itu pasti sejalan juga dengan pembangunan secara ekonomi dan menyeluruh,” kata Menpora.

Menutup sambutannya, Menpora Erick menegaskan semua pihak harus hadir dan terlibat, baik pemerintah maupun swasta. Kemenpora dalam hal ini ingin menjadi satu kesatuan dengan program sesuai arahan Presiden selama ini, khususnya membawa pencak silat menuju Olimpiade. 

Sementara itu Ketum PB IPSI terpilih Sugiono mengungkapkan, merupakan sebuah kehormatan, sebuah tugas dan tanggung jawab yang besar dipilih menakhodai IPSI periode 2026-2030. Khususnya dalam melanjutkan komitmen Ketum PB IPSI sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, bahwa pencak silat merupakan media untuk memperkokoh dan memperkuat kepercayaan diri bangsa, kepercayaan diri masyarakat Indonesia. 

“Saya rasa itu merupakan tanggung jawab yang besar yang harus dilakukan oleh IPSI, selain juga di luar tanggung jawab dan tugas untuk bisa menduniakan pencak silat dalam event-event besar dunia, khususnya Olimpiade,” ujar Ketum Sugiono. (luk)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026