Kemenpora Nilai Suporter Sepakbola Miliki Peran Penting Terhadap Berkembangnya Industri Olahraga Indonesia

Selasa, 09 September 2025
Bagikan:
Kemenpora melalui Deputi Pengembangan Industri Olahraga dengan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola dengan tema "Suporter Cerdas, Tim Berkualitas" di Hotel Grand Whizz, Surabaya, Selasa (9/10) sore.(foto:amar/keme
Kemenpora melalui Deputi Pengembangan Industri Olahraga dengan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola dengan tema "Suporter Cerdas, Tim Berkualitas" di Hotel Grand Whizz, Surabaya, Selasa (9/10) sore.(foto:amar/keme

Surabaya: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) memiliki kepedulian terhadap pentingnya peran suporter dalam pengembangan industri olahraga di Indonesia. 

Kepedulian tersebut diaplikasikan langsung oleh Kemenpora melalui Deputi Pengembangan Industri Olahraga dengan menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola dengan tema "Suporter Cerdas, Tim Berkualitas" di Hotel Grand Whizz, Surabaya, Selasa (9/10) sore. 

Acara ini menjadi bagian dari Kemenpora menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 adalah tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN). UU ini menegaskan bahwa suporter memiliki hak atas perlindungan hukum, jaminan keselamatan, pembinaan, dan kesempatan memiliki saham klub, serta memiliki kewajiban untuk mendaftar ke organisasi suporter dan menjaga ketertiban. 

Tenaga Ahli Menpora Bidang Hubungan Antar Lembaga, Brigjen Raden Slamet Santoso menyampaikan bahwa suporter adalah jantung dan jiwa dari setiap tim olahraga profesional. "Dalam Undang-Undang Keolahragaan pada Bab XV Industri Olahraga tentang Pengelolaan Suporter. Mereka adalah energi yang membakar semangat para atlet dan bagian tidak terpisahkan dari ekosistem olahraga," ujar Slamet yang sekaligus membuka acara tersebut. 

Menurut Slamet, kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola yang sudah berjalan di tujuh daerah ini sangat penting untuk menjadi tanggung jawab Kemenpora yang ingin membangun saluran komunikasi dua arah yang efektif antara pengelola liga, klub dan suporter agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik. 

Selain itu, Kemenpora juga ingin menyediakan informasi yang akurat dan transparan terkait kebijakan dan segala hal yang relevan dengan dunia suporter. Dan yang lebih penting, Kemenpora akan memberikan edukasi atau pemahaman yang benar tentang etika suporter, aturan, dan konsukensi dari tindakan negatif.

"Melalui acara ini kita berupaya menciptakan panduan komprehensif yang dapat diakses oleh seluruh elemen suporter. Kita ingin bahan ini menjadi pemicu perubahan perilaku, dari yang mungkin destruktif menjadi konstruktif. Dari momentum ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan hasil diskusi ini harus kita kolaborasi dalam merumuskan bahan yang efektif dan relevan," kata Slamet. 

Pada acara KIE Suporter Sepakbola kali ini, Kemenpora juga mengundang perwakilan Bonek sebagai suporter setia klub Persebaya Surabaya dan Manager Of Fans Relation Persebaya, Alex Tualeka. Aspirasi-aspirasi yang selama ini menjadi ganjalan para suporter semua disampaikan pada acara tersebut. 

"Saya mengapresiasi Kemenpora menggelar acara ini. Menurut saya ini menjadi jembatan komunikasi bagi kami para suporter untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan dibawah yang dialami oleh suporter kepada federasi PSSI atau LIB. Salah satunya terkait larangan suporter away. Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan dan bisa memberikan solusi untuk suporter sepakbola Indonesia," kata Alex. 

Sementara Asisten Deputi Olahraga Profesional, Yusuf Suparman mengatakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola dengan tema "Suporter Cerdas, Tim Berkualitas" ini bagian dari implementasi Kemenpora untuk melihat pentingnya peran suporter dalam kemajuan dan pengembangan industri olahraga tanah air. 

"Kita hari ini sudah mencurahkan pikiran dan gagasanya untuk kemajuan suporter sepak bola di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap Bonek yang banyak memberikan masukan dan ide yang kreatif dari suporter yang ada di Surabaya. Saya yakin suporter memiliki peran yang besar untuk mendukung pengembangan industri olahraga," kata Yusuf.

Yusuf juga menyampaikan hasil dari kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Suporter Sepakbola yang sudah berjalan di tujuh daerah nantinya akan menjadi bekal untuk disampaikan dan direkomendasikan langsung kepada Menpora. "Hasil dari kegiatan ini nanti akan kami laporkan ke Menpora. Dan saya ingin kedepan Kemenpora menjadi bagian untuk mengajak suporter mendukung pengembangan industri olahraga di Indonesia," pungkas Yusuf Suparman. 

Pada acara tersebut juga ikut hadir Direktur Sponsorship  PT League Indonesia Budiman Dalimunte, Safety and Security Stadion PSSI, Adi Nugroho, Karo Ops Polda Jatim, Made Danudan, Praktisi Sepakbola Akmal Marhali. (amr)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026