Kemenpora Dukung Forum Tematik Bakohumas Kemen PPPA Bahas SPHPN dan SNPHAR Tahun 2024

Kamis, 21 November 2024
Bagikan:
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), menggelar Forum Tematik Bakohumas bertema "Diseminasi Hasil Survey Pengalaman Hidup Perempuan (SPHPN) dan Survey N
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), menggelar Forum Tematik Bakohumas bertema "Diseminasi Hasil Survey Pengalaman Hidup Perempuan (SPHPN) dan Survey N

Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), menggelar Forum Tematik Bakohumas bertema "Diseminasi Hasil Survey Pengalaman Hidup Perempuan (SPHPN) dan Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024" di Auditorium BRIN Jakarta, Kamis (21/11).

Forum ini bertujuan untuk menginformasikan hasil survei mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong kolaborasi antara instansi Kementerian/Lembaga dalam menangani masalah tersebut. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa kesuksesan dalam mengatasi masalah perempuan dan anak merupakan isu yang sangat penting dan dapat dianalogikan sebagai fenomena gunung es. "Saat ini, data kekerasan terhadap perempuan dan anak masih belum mencapai data yang optimal, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut." kata Arifah.

Kemen PPPA juga menjelaskan bahwa, pada tahun 2024 telah merilis dua survei besar, yakni SPHPN dan SNPHAR, yang dipublikasikan pada 7 Oktober 2024. Data dari survei ini mencerminkan realita kehidupan perempuan dan anak di Indonesia. "Dengan memahami data ini, kita dapat membangun strategi advokasi dan kerjasama dari berbagai komponen masyarakat, termasuk pemerintah, aktivis perempuan, aktivis anak, dan seluruh masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Agung Budi Santoso selaku Asisten Deputi Perumusan Kebijakan PHP Kemen PPPA, juga menyampaikan bahwa survei ini penting sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menggali lebih dalam isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan anak. "Survey ini sangat penting untuk mendukung kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Agung.

Diharapkan melalui hasil survey SPHPN dan SNPHAR dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan terkait perempuan dan anak, serta menjalin sinergi antar instansi Kementerian/Lembaga untuk mendorong langkah-langkah strategis dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. (yun)

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026.(foto:Kemenpora/Bagus)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, Edo Bastian Ingatkan Pentingnya Resiliensi Anak Muda

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026, menyampaikan bahwa generasi muda perlu memiliki resiliensi atau kemampuan untuk bangkit menghadapi kesulitan, termasuk keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah.

Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, di Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) pada ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).(foto:Kemenpora/Gilang)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, David Chua Dorong Pemuda Indonesia-Singapura Perkuat Kolaborasi Tak Sekadar Saling Memahami

Hubungan Indonesia dan Singapura di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui saling mengenal. Generasi muda kedua negara perlu melangkah lebih jauh, yakni menumbuhkan empati, menyelaraskan perspektif, dan memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan bersama.

Talkshow bertajuk “Redefining What It Means to Be a Woman Today” bersama penulis dan konten kreator Xaviera Putri serta dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, di Indonesia Youth Summit 2026, Kamis (29/10).(foto:Kemenpora/Bagus)
Kamis, 29 Oktober 2026

Xaviera Putri dan dr. Nadhira Afifa Bahas Makna Menjadi Perempuan di Indonesia Youth Summit 2026

Pendidikan menjadi fondasi bagi perempuan untuk membuka peluang dan berani menentukan jalannya sendiri. Pesan itu mengemuka dalam talkshow bertajuk “Redefining What It Means to Be a Woman Today” bersama penulis dan konten kreator Xaviera Putri serta dr. Nadhira Afifa, MPH, SpGK, di Indonesia Youth Summit 2026, Kamis (29/10).

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026