BPK RI Dukung Perkembangan Olahraga Nasional yang Diterapkan Dalam DBON

Rabu, 13 Juli 2022
Bagikan:
Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga tanah air dalam menjalankan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dijadikan sebagai legacy Kemenpora melalui P
Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga tanah air dalam menjalankan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dijadikan sebagai legacy Kemenpora melalui P

Jakarta: Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung perkembangan olahraga tanah air dalam menjalankan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dijadikan sebagai legacy Kemenpora melalui Pemeriksaan Kinerja.

"Terkait Perpres 86 tentang DBON. Kami akan support nanti Pak Menteri kalau ini menjadi bagian dari program legacy Kemenpora," kata Achsanul Qosasi saat menghadiri acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Kemenpora Tahun Anggaran 2021 di Auditorium Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (13/7).

Pemeriksaan kinerja adalah pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara yang terdiri atas pemeriksaan aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan aspek efektiivitas.

"BPK sudah memikirkan untuk mendukung dengan pemeriksaan kinerja. Pemeriksaan kinerja ini maksudnya adalah pemeriksaan yang tujuannya untuk membantu Pak Menteri, bukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT)," jelas Achsanul.

Pemeriksaan kinerja ini sifatnya lebih untuk mensupport. Dalam DBON ini menurutnya, ada olahraga rakyat, olahraga prestasi, dan olahraga pendidikan. Dengan pemeriksaan kinerja ini akan dimulai bagaimana caranya agar infrastruktur olahraga dapat terawat sekaligus bermanfaat untuk masyarakat luas.

"Saya sedih datang ke beberapa daerah di Indonesia, melihat infrastruktur olahraganya pasca PON tak terawat karena dimandatkan kepada pemprov," urainya.

Venue-venue olahraga di Jakarta lanjutnya, saat ini dikelola oleh GBK di bawah Kemensesneg dengan BLU, tetapi berbeda dengan di daerah yang tidak ada konsen terhadap hal itu karena tak adanya anggaran.

"Nanti di dalam pemeriksanaan kinerja dari BPK ini, kita juga akan support terhadap fasilitas-fasilitas olahraga. Jangan sampai yang sudah ada seperti di Papua juga mengalami hal serupa dan terbelangkalai, padahal infrastruktur disana sudah sangat bagus," wantinya.

Pihaknya akan mencoba memberikan rekomendasi nantinya atau langsung dari Presiden dengan mengeluarkan Keppres, yang nantinya terkait fasilitas olahraga yang ada di daerah diserahkan ke Kemenpora lewat Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK).

LPDUK tuturnya, memiliki sifat nasional dan ada di seluruh Indonesia untuk mensupport Kemenpora. Karena di dalam LPDUK itu mengelola dana dan usaha keolahragaan. "Jadi, jika itu bisa dilakukan misalnya, dengan Porda dan Porprov saya akan memberikan rekomendasi," kata Achsanul.

"Karena beberapa hal itu konsekuensinya adalah anggaran Kemenpora harus ditambah. Tujuannya untuk menjaga aset-aset yang di bangun di daerah kemudian diserahkan didaerah tetapi tak diurus oleh daerah. Padahal, DBON ini dasarnya adalah infrastruktur. Jika infrastrukturnya tidak mendukung maka, tidak akan pernah kita akan mendapatkan atlet yang berprestasi tingkat nasional bahkan ke olimpiade sekalipun," rincinya.

"Mungkin dengan pemeriksaan kinerja nanti, kami akan mensupport ini dengan policy. Jadi Pak Menpora kewenangannya tidak hanya di sini tapi juga sebagian sport center yang ada di daerah ada dibawah kendali Kemenpora. Nanti kita akan ikut pak dalam pembenahan terhadap perbaikan terhadap fasilitas olahraga karena kewenangannya ada di BPK," pungkas Achsanul.(ben)

Kemenpora RI memperkuat kemudahan berusaha di sektor olahraga melalui kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Kebijakan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perizinan sekaligus mendorong potensi ekonomi olahraga.(dok.Bagus/Kemenpora)
Jumat, 16 Oktober 2026

Kemenpora Buka Jalan Kemudahan Usaha Olahraga Lewat Perizinan Berbasis Risiko dalam Gelaran Forum Nasiona

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) memperkuat kemudahan berusaha di sektor olahraga melalui kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Kebijakan ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perizinan sekaligus mendorong potensi ekonomi olahraga.

Kemenpora RI memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi perizinan usaha olahraga. Untuk kemudahan berusaha berjalan seiring dengan pemenuhan standar, sekaligus mendorong olahraga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi. (dok.Bagus/Kemenpora)
Jumat, 16 Oktober 2026

Dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Pemuda dan Olahraga, Izin Usaha Olahraga Makin Terintegrasi, Kemenpora Dorong Olahraga Jadi Peluang Pertumbuhan EkonomI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi perizinan usaha olahraga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemudahan berusaha berjalan seiring dengan pemenuhan standar, sekaligus mendorong olahraga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi.

Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.istimewa)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026