IYS 2026 Bahas Implementasi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) membahas implementasi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia dalam rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (29/10). Sesi ini mengajak pemuda memahami dan menerapkan nilai patriotik, gigih, dan berempati (PGB) dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan ini menghadirkan Dr. Ir. Dwi Purnomo, S.T.P., M.T., IPU., ASEAN.Eng., dosen Universitas Padjadjaran, serta Ir. Hendarman, M.Sc., Ph.D., dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor.
Dwi menjelaskan bahwa materi Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia memuat enam panduan bagi pemuda. Panduan tersebut mencakup penguatan nilai patriotik, gigih, berempati, pengenalan diri, keterhubungan dengan ekosistem, serta kemampuan menyampaikan gagasan melalui narasi yang jujur dan berdampak.
Dalam menjelaskan nilai kegigihan, Dwi menyampaikan pesan, “Jatuh, bangkit, dan terus bangkit.” Pesan ini menekankan pentingnya kemampuan pemuda untuk kembali bangkit ketika menghadapi kegagalan. Sementara itu, nilai empati mengajak pemuda memahami sudut pandang orang lain, melihat siapa yang membutuhkan bantuan, serta mengenali kontribusi yang dapat diberikan.
Dwi juga menyoroti pentingnya membangun jejaring. Menurutnya, pemuda perlu terhubung dengan ekosistem di sekitarnya agar dapat saling mendukung dan memperkuat dampak kontribusi. Selain itu, kemampuan menyampaikan gagasan melalui cerita yang jujur dan berdampak juga menjadi bagian dari panduan tersebut.
Sementara itu, Hendarman menjelaskan bahwa nilai patriotik, gigih, dan berempati perlu berjalan beriringan. Patriotisme memberikan arah kebangsaan, kegigihan mendorong pemuda untuk terus berusaha, sedangkan empati menjaga kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan sosial.
Melalui sesi ini, pemuda diajak menjadikan nilai PGB sebagai pedoman dalam menentukan sikap, menghadapi tantangan, dan berinteraksi dengan masyarakat. Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mendorong pemuda mengambil peran nyata dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia. (Irf)











