Champions Stage ISS 2026: Juara Tak Cukup, Klub Harus Punya Ekosistem Bisnis Berkelanjutan

Minggu, 13 September 2026
Bagikan:
Dalam sesi Champions Stage pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, sejumlah atlet dan pengelola klub berbagi cerita mengenai perjalanan mereka meraih prestasi sekaligus membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.(dok.Gilang/Kemenpora)
Dalam sesi Champions Stage pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, sejumlah atlet dan pengelola klub berbagi cerita mengenai perjalanan mereka meraih prestasi sekaligus membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.(dok.Gilang/Kemenpora)

Jakarta: Menjadi juara bukan perkara mudah. Di balik trofi, ada proses panjang, tekanan, cedera, hingga kemampuan atlet untuk bangkit dari titik terendah.

Dalam sesi Champions Stage pada Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, sejumlah atlet dan pengelola klub berbagi cerita mengenai perjalanan mereka meraih prestasi sekaligus membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Salah satu cerita datang dari atlet bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro, Tisya Amallya, yang mengaku sempat menghadapi keraguan publik pada awal musim.

Hasil kurang baik membuat timnya mendapat banyak kritik. Namun, evaluasi dan motivasi untuk kembali meraih gelar membuat mereka mampu bangkit hingga akhirnya menjadi juara.

Sementara itu, pemain LavAni, Boy Arnez, bercerita tentang cedera yang dialaminya menjelang final. Dukungan klub, keluarga, dan orang-orang terdekat membantunya menjalani perawatan hingga kembali tampil di pertandingan penting.

“Kalau aku lebih ke menyimpan sendiri. Tapi dukungan dari klub, terutama dalam perawatan, dan doa teman-teman serta keluarga sangat membantu,” ujar Boy saat menjadi salah satu narasumber di Cendrawasih Hall, JICC, Senayan, Jakarta, Minggu (13/9).

Cerita serupa disampaikan atlet basket putra Bogor Hornbills, Daniel Wenas. Pemain senior itu mengaku sempat merasa tertekan pada awal musim ketika harus bersaing dengan pemain yang lebih muda dan enerjik. Namun, ia memilih menjalankan perannya sebagai pemain senior dengan membantu tim sesuai kebutuhan.

“Setiap atlet pasti pernah merasakan titik terendah, baik karena cedera maupun kesempatan bermain. Yang penting bagaimana kita bangkit dari itu,” kata Daniel.

Menurut para atlet, cara menghadapi tekanan juga berbeda-beda. Ada yang memilih mendengarkan musik, menghubungi keluarga, tidur siang, hingga melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran sebelum pertandingan.

Mereka juga sepakat bahwa tekanan tidak hanya datang dari pertandingan. Media sosial dan komentar warganet dapat menjadi tantangan tersendiri bagi atlet.

Tisya memilih mengambil komentar yang bersifat membangun sebagai bahan evaluasi. Sementara itu, Daniel mengaku kini lebih jarang membaca komentar setelah pertandingan dan memilih mendengarkan evaluasi dari pelatih serta tim.

“Yang tahu apa yang terjadi di dalam tim kita adalah kita sendiri. Lebih baik mendengarkan evaluasi dari pelatih daripada evaluasi dari netizen,” ujar Daniel.

Dari sisi atlet, pesan yang disampaikan kepada generasi muda pun sederhana, yakni disiplin, menikmati proses, tidak berhenti berlatih, dan berani memiliki mimpi besar.

Namun, perjalanan menjadi juara tidak berhenti di lapangan. Sesi kemudian berlanjut membahas The Business of Winning, yang mengupas bagaimana klub membangun bisnis agar mampu bertahan dan terus berprestasi.

Perwakilan klub Jakarta Pertamina Enduro (JPE), Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya memaparkan pentingnya diversifikasi atau penganekaragaman sumber pendapatan.

JPE, misalnya, mendapat dukungan dari ekosistem Pertamina, tetapi tetap membuka peluang kerja sama dengan mitra lain. Pendapatan juga dapat berasal dari tiket, sponsor, merchandise, serta keterlibatan suporter.

“Jadi alhamdulillah, dari sisi funding itu, so far kita bisa di-support di Pertamina, keluarga Pertamina, tetapi bukan berarti kita kemudian hanya memanfaatkan Pertamina. Kita tidak ingin berjuang untuk membesarkan klub ini dan juga olahraga ini sendirian. Kita terbuka dengan beberapa potensi dengan partnership,” kata CdM JPE, Rudi Ariffianto.

Persib menilai seluruh sumber pendapatan penting, baik sponsorship maupun bisnis yang langsung menyasar konsumen atau business to consumer (B2C). Besarnya basis suporter menjadi potensi yang perlu dioptimalkan untuk memperkuat klub.

“Bagi kami, ekosistem komersial itu salah satu yang paling penting yang bisa membuat klub itu sustainable. Kalau dikerucutkan lagi, ada banyak komponen komersial. Tapi kalau dibikin simple, kita bicara ada B2B dan B2C, atau sponsorship dan non-sponsorship,” jelas Deputi CEO Persib Adhitia Putra Herawan.

“Di Manajemen kami percaya semua komponen revenue itu sangat-sangat penting. Tapi setiap komponen revenue itu punya sealing-nya, punya atapnya. Terutama, mungkin kalau kita bicara tentang sponsorship,” imbuhnya.

Sementara itu, Persebaya menempatkan kekuatan suporter sebagai salah satu modal utama. Konsep fan equity menjadi bagian dari upaya klub mengubah loyalitas suporter menjadi kontribusi positif bagi keberlanjutan bisnis.

“Kami bersyukur persebaya ini salah satu tim yang memang punya fanbase besar. Jadi itu jadi salah satu modal kami untuk memaksimalkan revenue dan harus kami akui bahwa kekuatan fans itu jadi yang utama,” ungkap Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi.

“Kami di persebaya mengenal istilahnya fan equity. Jadi bagaimana sebuah fan itu bisa memberikan dampak positif bagi klubnya secara bisnis dengan membeli tiket, kemudian membeli merchandise dan juga memaksimalkan bagaimana aktivasi-aktivasi sponsor. Dan saya kira belum banyak klub sepak bola di Indonesia yang bisa memaksimalkan itu,” pungkasnya.

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa prestasi olahraga dan keberlanjutan bisnis saling berkaitan. Trofi menjadi hasil di lapangan, sedangkan manajemen profesional, dukungan suporter, sponsor, dan diversifikasi pendapatan menjadi fondasi agar klub dapat terus berkembang.

Melalui ISS 2026, pembahasan mengenai olahraga pun tidak lagi sebatas kompetisi, tetapi juga mencakup bagaimana membangun industri olahraga yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan bertahan dalam jangka panjang. (ben)

Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick menghadiri pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030 di Hallf Patiunus, Jakarta, Kamis (15/10).(foto:Andre/Kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pelantikan PB Esports Indonesia, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden Perkuat Pelatnas dan Kesejahteraan Atlet

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen penting untuk mencerminkan kedigdayaan bangsa sekaligus membangun jenama nasional di tingkat global.

Kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026).(Foto:Kemenpora/Bagus)
Rabu, 14 Oktober 2026

Senam Rabu Bugar di Kemenpora Dihadiri Klub Jantung Sehat dan Komunitas Tai Chi ADYTI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Saskia Mayesa, anak umur 4 tahun yang menginspirasi pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.(dok.Suci/Kemenpora)
Jumat, 11 September 2026

Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam

Saskia Mayesa, 4 tahun, yang dengan penuh percaya diri mampu melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026