Jadi Narsum di ISS 2026, Dedi Mulyadi: Fasilitas Olahraga Harus Bisa Hasilkan Pendapatan

Sabtu, 12 September 2026
Bagikan:
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pengelolaan fasilitas olahraga di daerah tidak lagi hanya mengandalkan anggaran pemerintah. (foto: Raiky/Kemenpora)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pengelolaan fasilitas olahraga di daerah tidak lagi hanya mengandalkan anggaran pemerintah. (foto: Raiky/Kemenpora)

Jakarta: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pengelolaan fasilitas olahraga di daerah tidak lagi hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Menurutnya, fasilitas olahraga harus dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Dedi saat menjadi narasumber Business Infrastructure Forum yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Jumat (11/9).

Dedi menilai pembangunan stadion dan fasilitas olahraga selama ini kerap menjadi beban pemerintah daerah karena penggunaannya belum optimal.

"Seumur hidup saya memperhatikan menteri olahraga, baru hari ini menteri olahraga berpikir bisnis. Karena saya sejak jadi wakil bupati dan bupati, kalau berpikir olahraga itu berpikir nombok," ujar Dedi.

Ia mencontohkan sejumlah stadion di Jawa Barat yang telah dibangun dengan biaya besar, tetapi belum memiliki aktivitas olahraga dan klub profesional yang memadai.

Karena itu, Dedi mendorong pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha untuk mengelola fasilitas olahraga. Menurutnya, sejumlah venue yang sudah memenuhi standar nasional dapat dikembangkan agar memiliki standar internasional.

"Ruang pengelolaan yang bersifat bisnis harus dibuka dan ditawarkan melalui dinas pemuda dan olahraga," katanya.

Dedi juga melihat Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan sport tourism. Kedekatan dengan Jakarta, kondisi alam, udara sejuk di sejumlah wilayah, serta ketersediaan lahan dinilai menjadi modal penting.

Ia menyebut kawasan seperti Bandung, Bandung Barat, Garut, sebagian Cianjur, Ciwidey, dan Pangalengan dapat dikembangkan sebagai destinasi olahraga sekaligus pariwisata.

Menurut Dedi, kawasan tersebut tidak cukup hanya menawarkan penginapan. Infrastruktur olahraga seperti lapangan tenis, basket, sepak bola, hingga fasilitas kebugaran dapat dibangun untuk menarik wisatawan dan klub olahraga.

"Ke depan, berpikir di situ ada lapangan tenis, lapangan basket, ada lapangan sepak bola yang bisa diperuntukkan untuk menikmati liburan sambil berolahraga," tuturnya.

Ia bahkan membuka peluang Jawa Barat menjadi lokasi training camp bagi klub-klub olahraga, termasuk dari luar negeri, dengan memanfaatkan kondisi alam dan udara sejuk di sejumlah daerah.

Selain bisnis, Dedi menekankan pentingnya membangun olahraga sebagai bagian dari kultur masyarakat. Menurutnya, prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan program pemerintah.

"Olahraga itu keberhasilannya bukan hanya teknokrasi, bukan hanya fasilitas. Olahraga itu adalah kultur atau tradisi," katanya.

Ia mencontohkan tradisi sepak bola di sejumlah negara yang menurutnya menjadi salah satu fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Dedi juga menyoroti perubahan aktivitas olahraga di desa. Ia menyebut keberadaan lapangan sepak bola di sejumlah desa kini mulai terpinggirkan oleh olahraga yang lebih populer, seperti futsal.

Karena itu, ia berharap pembangunan olahraga modern tetap berjalan tanpa menghilangkan tradisi olahraga yang telah tumbuh di masyarakat. "Semoga teknokrasi tidak meruntuhkan tradisi," ujarnya.

Dedi juga mengusulkan pemanfaatan ruang publik dan infrastruktur yang ada untuk aktivitas olahraga. Salah satunya adalah membuka ruas jalan atau kawasan tertentu untuk kegiatan lari maupun olahraga massal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

"Olahraganya dapat, udara bersihnya dapat, kemacetannya terhindarkan," kata Dedi.

Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat ekosistem olahraga di Jawa Barat sehingga olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pariwisata.(ben)

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Naik dari Medali Perunggu ke Perak, Fredy Setiawan Bidik Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, di kampung halamannya di Sumsel justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata.(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, Misi Irfan Bangun Generasi Melek Digital di Wirasena Youth Camp 2026

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, kenyataan yang ia temui di kampung halamannya di Sumatera Selatan justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata, keterbatasan fasilitas komputer, hingga penggunaan gawai yang belum sepenuhnya produktif.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026